Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Horor Korona di Tapin: Bupati Mulai Persiapan Belajar Tatap Muka, Walaupun Daerah Dimonitor Satgas Covid-19 Pusat

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 234,026 kali

Melalui Juru Bicara Satgas Covid-19 Pusat, Prof Wiku Adisasmitom pusat terus memantau daerah. Di Tapin karena dianggap mulai melandai, Bupati mulai izinkan persiapan belajar tatap muka (dok, setneg)

BêBASbaru.com, TAPIN – Satuas Tugas Penanganan Covid-19 Pusat memiliki sisten monitoring perubahan perilaku kepatuhan individu masyarakat dan institusi di berbagai tempat di Indonesia. Dan dilaporkan secara real-time terintegrasi dan sistematis sampai level RT dan RW.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Pusat, Prof Wiku Adisasmito, saat konferensi pers secara virtual dengan para insan pers, Minggu (15/11/2020).

“Terlihat pada peta kepatuhan baik dalam kebanyakan masyarakat di kabupaten kota ini, sangat patuh memakai masker maupun menjaga jarak. Walaupun, masih ada daerah yang tergolong masih kurang patuh, bahkan tidak patuh dan hal ini perlu evaluasi masing-masing,” katanya.

Menurutnya, pemerintah setempat juga harus menekan potensi kenaikan laju penularan, sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2020 untuk menegakkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan sekali-kali kita melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan penularan Covid-19 kepada anggota masyarakat lainnya. Kita semua harus bertanggung jawab untuk saling menjaga. Bagi pemerintah pusat dan daerah, ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Saat konferensi pers itu, diungkap dalam sepekan ini, terdeteksi  27 kabupaten dan kota di Indonesia masih Zona Merah dan 370 Kabupaten Kota kategori sedang atau Zona Oranye.

Satgas Penangana Covid 19 tingkat pusat, menilai 370 itu adalah jumlah yang sangat banyak dan ini menunjukkan bahwa beberapa daerah masih merasa nyaman dalam kondisi ini. “Padahal Zona Oranye ini juga daerah yang berbahaya dan bisa pindah untuk menjadi Zona Merah,” ujar Prof Wiku.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Munardo, meminta masyarakat Indonesia harus betul-betul bisa bekerja sama.

“Kita semua harus betul-betul saling bahu-membahu, saling membantu dalam menerapkan protokol kesehatan. Berharap seluruh komponen masyarakat didukung oleh para relawan dan juga bisa melakukan berbagai langkah dan upaya melalui imbauan, melalui berbagai macam kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran kolektif agar upaya-upaya patuh kepada kesehatan betul-betul bisa dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tapin, Said Abdul Nasir, mengatakan,  kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tapin semakin melandai. Menurutnya, sangat mungkin kegiatan belajar-mengajar secara tetap muka bisa diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin.

Namun, semua itu tetap harus melalui persetujuan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tapin, yaitu Bupati Tapin HM Arifin Arpan dan melalui kajian. “BPBD Kabupaten Tapin akan melaksanakan penyemprotan desinfektan kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Tapin, jika kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dilaksanakan,” janjinya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Perilaku Kepatuhan Individu dan Institusi di Daerah Dimonitor Satgas Covid-19 Pusat)

Berita ini sudah dilihat 145 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 0
  • Page views today : 0
  • Total visitors : 546,028
  • Total page view: 1,131,245