Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Horor Korona di Tala: Sekolah Tatap Muka Belum Dibolehkan, Tapi Dari Keluarga Miskin Boleh Sekolah Tapi Terbatas

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 103,212 kali

Bupati Sukamta beri solusi untuk warga tak mampu yang anaknya masih sekolah (dok, antaranews)

BêBASbaru.com, TANAH LAUT – Pembelajaran secara tatap muka hingga kini tetap belum diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun, ada kebijakan tersendiri terhadap wilayah yang tak tersentuh sinyal telepon nirkabel. Keluhan pelajar maupun wali murid pun juga kerap terdengar, terutama bagi mereka yang berada di wilayah blank spot area (BSA). Praktis, kegiatan belajar daring susah dilakukan karena tak ada sinyal telepon nirkabel. “Belajar daring juga perlu biaya tambahan karena pemakaian kuota internet jadi membengkak,” keluh Rismansyah, warga Pelaihari, Selasa (18/8/2020). Karena itu ia berharap pembelajaran tatap muka mulai diberlakukan mesti secara terbatas. “Baiknya bagi murid diberi pilihan, apakah ingin belajar daring atau tatap muka terbatas, terutama dari keluarga ekonomi lemah,” cetusnya. Persoalan tersebut menjadi perhatian Pemkab Tala. “Saat ini belum saatnya pembelajaran tatap muka karena masih dalam suasana pandemi covid-19. Saya sadar di sebagian wilayah Tala susah sinyal atau blank spot area, namun tetap ada solusinya,” tegas Bupati Tala H Sukamta. Terhadap daerah yang tak terjamah sinyal maka pembelajaran dapat dilakukan dengan pola kunjungan atau tutorial misal sepekan sekali. Tinggal pengaturan teknis pertemuannya dan berapa jumlah peserta. “Bisa juga pelajar yang datang ke sekolah untuk mengambil tugas sekaligus menyerahkan tugas yang telah dikerjakan,” sebut orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang yang akrab disapa Kamta ini. Ia menegaskan kondisi pandemi saat ini sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat anak-anak mengenal dan terbiasa melakukan aktivitas secara digital atau daring. Dengan begitu kelak generasi muda tak gagap lagi ketika kelak kehidupan manusia berbasis digital. “Mari berpikir jauh ke depan. Sangat bisa jadi pada 2030 atau 2040 mendatang beragam aktivitas kehidupan telah dilakukan secara daring. Jadi, anak-anak kita harus siap sejak dini karena bagi yang tidak siap maka saat itu tiba maka akan tergilas,” tandasnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Pembelajaran Tatap Muka di Tala Tetap Belum Dibolehkan, Bupati Sukamta Beri Pilihan Ini)

Berita ini sudah dilihat 82 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 47
  • Page views today : 48
  • Total visitors : 528,651
  • Total page view: 1,112,094