Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Horor Korona di Tala: Napi dan Pegawai di Rutan Pelaihari Terpapar Covid-19

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 110,159 kali

Ilustrasi, Lapas Pelaihari terpapar korona, puluhan napi dan pegawai positif korona (dok, kanal kalimantan)

BêBASbaru.com, TANAH LAUT – Penularan corona virus diseases (covid-19) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih terus terjadi. Terkini, di antaranya terjadi di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Pelaihari. Informasi diperoleh saat ini di rutan setempat tercatat puluhan orang yang terpapar covid-19. Sebagian besar adalah warga binaan pemasyaratakan (WBP) dan ada beberapa pegawai setempat yang juga terkonfirmasi positif mengidap virus tersebut. Kepala Rutan Pelaihari Budi Suharto ketika dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id mengakui hal tersebut. “Ya benar, saat ini ada 73 orang WBP dan enam pegawai kami yang terpapar covid-19,” ucapnya. Ia menuturkan fakta tersebut berdasar uji lab swab test yang telat terbit hasilnya pada Kamis (6/8/2020) kemarin. Pihaknya pada 30 Juli 2020 lalu melaksanakan swab test secara massal terhadap seluruh WBP dan pegawai. Swab test massal itu sebagai bentuk responsivitas Rutan Pelaihari guna turut membantu Pemkab Tala menanggulangi covid-19. Hal itu menyusul beberapa waktu sebelumnya ada satu orang WBP yang sakit dan ketika dirapid test hasilnya reaktif. Hasil swab testnya dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 dan selanjutnya sesuai tracking ada sebelas WBP lainnya yang diswab dan hasil labnya lima orang positif. Setelah menjalani perawatan/isolasi, lima orang di antaranya telah sembuh. Karena itulah kemudian pihak rutan pada pengujung Juli lalu berinisiatif melakukan swab test massal dan hasil lab-nya baru diketahui Kamis kemarin. Dari puluhan WBP yang saat ini terpapar covid-19, sebagian besar menjalani isolasi di blok khusus di lingkungan rutan setempat. “Jadi, dari 73 WBP yang saat ini terpapar covid, 65 orang kami isolasi di satu blok khusus yakni blok A. Selebihnya, tujuh orang diangani di Fasyansus (fasilitas layanan khusus) di eks RSUD Hadji Boejasin, dan satu orang di RSUD Hadji Boejasin di Saranghalang,” beber Budi. Dikatakannya, jumlah blok tahanan di Rutan Pelaihari ada empat. Satu blok di antaranya adalah blok bagi WBP perempuan. Jumlah total WBP 362 orang (termasuk tahanan penyidik) dan yang saat ini menghuni Rutan Pelaihari sebanyak 278 orang. Saat ini satu blok (A) dikhususkan untuk tempat isolasi bagi WBP yang terpapar covid-19. Sesuai protap, blok tersebut disterilisasi guna mencegah risiko penyebaran virus. Sementara itu terhadap enam pegawai yang terpapar covid-19, Budi menerangkan empat orang di antaranya menjalani isolasi mandiri dan selebihnya di Fasyansus. “Seluruhnya yang terpapar covid-19 tak bergejala atau OTG (orang tanpa gejala),” tandasnya. Sementara itu data terkini pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Tala hingga Jumat siang jumlah total covid-19 di Tala sebanyak 639 orang. Pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 247 orang dan yang telah sembuh 373 orang. Pihaknya pun kian mengetatkan penerapan protokol kesehatan guna mencegah risiko menyebarnya virus corona di lingkungan Rutan Pelaihari. Kunjungan keluarga WBP misalnya sejak beberapa waktu lalu juga ditiadakan dan hingga kini hanya difasilitasi secara virtual. Ada tambahan baru orang yang meninggal akibat infeksi covid-19 sebanyak dua orang yakni dari Kecamatan Pelaihari dan Kintap. Hingga sekarang jumlahnya menjadi 19 orang.

Sumber:  banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Puluhan Penghuni Rutan Pelaihari Terpapar Covid-19, Begini Proteksi Isolasinya)

Berita ini sudah dilihat 160 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 125
  • Page views today : 137
  • Total visitors : 529,659
  • Total page view: 1,113,186