Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Horor Korona di Tala: Harga Karet Masih Murah, Petani Beralih Kembangkan Usaha Ternak Sapi

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 404,599 kali

Petani karet dilatih cara memelihara Sapi di Tanah Laut (dok, tribunnews)

BêBASbaru.com, TANAH LAUT – Tak kunjung membaiknya harga getah karet membuat petani yang membudidaykan komoditas tersebut gundah. Begitu halnya petani di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). petani karet di Tala kini mulai memfokusi usaha ternak sapi. Ini menjadi pilihan paling memungkinkan dan prospektif karena harga jual sapi stabil dan cenderung terus naik dari waktu ke waktu. Namun tak mudah membalik telapak tangan guna mengoptimalkan produkai ternak sapi yang dipelihara. Pasalnya, sapi juga rentan terpapar penyakit tertentu. Karena itu kalangan peternak di Tala sangat antusias terhadap kegiatan pelayanan pelayanan kesehatan hewan terpadu yang kini digencarkan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnak Keswan) Tala. Kegiatan terkini mereka laksanakan beberapa hari lalu di Desa Karangrejo, Kecamatan Jorong. Peternak setempat sangat antusias. Mereka sangat berharap kegiatan tersebut berkelanjutan. “Sangat bagus, sangat membantu kami menjaga kesehatan sapi. Jadi, kalau bisa mohon terus dilanjutkan,” harap Anang, salah satu peternak di Kecamatan Jorong, Rabu (2/9/2020). Senada diutarakan Ramli. “Saya sangat senang para petugas dari Disnak Keswan datang ke kandang sapi saya,” ujucap warga Desa Karangrejo ini. Ia menuturkan awalnya hanya menekuni sebagai petani karet. Namun sejak enam bulan lalu dirinya tertarik untuk memulai beternak sapi. Ketertarikan petani memelihara sapi dari semula hanya fokus berkebun karet dikarenakan pangsa pasar sapi lebih terjamin. Sejauh ini nyaris tak pernah bergejolak apalagi terpuruk seperti harga getah karet. “Alhamdulillah seminggu yang lalu dua dari sapi betina yang dipelihara melahirkan,” ucap Ramli. Ia berharap pelayanan kesehatan ternak terpadu tersebut bisa dipersering agar para peternak terbantu dalam memantau kesehatan ternak sapi. “Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih dari satu kali dilakukan pelayanan di desa kami. Terlebih lagi saya pribadi saat ini memelihara enam sapi betina dan empat pedet (anak sapi),” tandasnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Harga Karet Kian Lesu, Petani Karet Tanahlaut Mulai Kembangkan Usaha Ternak Sapi, Begini Harapannya)

Berita ini sudah dilihat 259 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 15
  • Page views today : 16
  • Total visitors : 553,346
  • Total page view: 1,139,747