Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Horor Korona di Kalsel: Status Covid-19 Kalsel Turun dari Merah Menjadi Orange

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 129,212 kali

Banjarmasin dan Kalsel secara keseluruhan di anggap mulai orange, tapi warga masih malas patuhi wajib masker seperti pas razia di Pasar Baru, Banjarmasin, warga sempat ngamuk dan diamankan aparat (dok, kanal kalimantan)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Guna makin mengoptimalkan penanganan Covid-19, Pemprov Kalsel melalui Gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kalsel membeli alat apheresis untuk pengambilan plasma konvalesen. Plasma konvalesen sendiri merupakan plasma darah yang diambil dari orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19, kemudian diproses agar bisa diberikan kepada pasien yang sedang terinfeksi virus corona. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, alat ini difungsikan untuk menekan resiko kematian dan percepat penangan Covid-19. Roy berujar, alat apheresis sudah berada di RSUD Ulin Banjarmasin sejak dua pekan lalu. “Nanti Gubernur Kalsel yang akan meresmikan dalam waktu dekat” tandas Roy. Diperjelasnya, kalau saat ini dalam tahap penyusunan Santar Operasional Prosedur (SOP), serta pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mendata para pendonor plasma. Metode dengan menggunakan alat ini bisa meningkatkan angka kesembuhan. Senagaimana contoh yang di Surabaya dan Jakarta. “Melalui penanganan alat ini merupakan satu alternatif untuk meningkatkan kesembuhan penyakit Covid. Alhamdulillah RSUD Ulin sudah punya alatnya,” runut pria yang juga Kadis PUPR Kalsel itu. Diurai Roy, Pemprov Kalsel juga tengah berupaya mengendalikan Covid-19 agar kasusnya bisa ditekan dan tidak meluas. Caranya, dengan terus melakukan swab secara masif. “Sasaran swab di Kalsel adalah menyasar orang-orang yang berstatus suspek. Totalnya data hari ini sebanyak 846 atau dibulatkan 900 lebih di Kalsel. Kami minta agar kabupaten atau kota melakukan swab untuk mereka, guna memastikan terpapar Covid atau tidak,” urai Roy. Sehinggga, jika memang ada yang terpapar, menurutnya bisa langsung ditangani secara cepat dengan cara dikarantina atau diisolasi. Hal ini dilakukan agar tidak menjadi sumber penyebaran virus. Selain itu, Pemprov Kalsel juga tengah berupaya menekan angka kematian. Caranya, dengan mendata orang-orang rentan yang berusia 60 tahun ke atas dan 9 tahun ke bawah. Serta, yang memiliki penyakit bawaan atau komorbit. Roy membebeerkan, ada dua penyebab yang membuat pasien Covid-19 meninggal dunia. Yakni, terlambat ditangani karena tiba di fasilitas kesehatan dengan kondisi sudah parah. Serta, memiliki penyakit komorbit. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim menyampaikan, dalam beberapa pekan terakhir kasus baru Covid-19 di Kalsel jauh menurun. Diharapkan, hal itu tanda-tanda bahwa kasus Covid-19 di Kalsel mulai melandai. “Kami akan evaluasi selama 14 hari, untuk mengetahui apakah kasus benar-benar sudah melandai,” ucapnya. Sebab, selain kasus harian yang menurun, dia mengungkapkan, status Covid-19 Kalsel saat ini juga turun berada di warna orange. Dengan kategori risiko sedang. “Padahal sebelumnya warna merah, dengan kategori risiko tinggi,” urai HM Muslim.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Status Covid-19 Kalsel Turun dari Merah Menjadi Orange, Gugus Tugas Beli Alat Apheresis)

Berita ini sudah dilihat 88 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 305
  • Page views today : 343
  • Total visitors : 532,312
  • Total page view: 1,116,179