Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Horor Korona di Kalsel: Plt Gubernur Kalsel Sebut Zona Merah di Kalsel Hanya HST, Masa Sih…!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 106,857 kali

Plt Gubernur Kalsel sebut hanya Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang masih zona merah (dok, metro kalimantan)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Kabupaten kota di Kalsel sisa satu kabupaten saja petabya yang masih merah yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Sementara peta Provinsi Kalimantan Selatan secara gelobal masih zona orange, turun dari sebelumnya yang merah.  Bulan kemarin  tersisa 4 kabupaten/kota yang masih berstatus zona merah, namun saat ini tinggal tersisa Hulu Sungai Tengah (HST) yang berstatus merah.

Data update Covid-19 sore, Kamis (15/10/2020)  jumlah keseluruhan kasus covid di Kalsel 11,261. Sampai dengan 14 Oktober lalu, Provinsi Kalsel memperoleh tingkat kesembuhan sebesar 87,12 persen.

Provinsi Kalslel berada di ranking ke-4 setelah Provinsi Maluku Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Utara. Target sembuh covid yang diberikan pemerintah pusat sebesar 80 persen. Kemudian, sampai dengan 14 Oktober Provinsi Kalsel memperoleh kasus aktif 8,88%, dan berada di posisi 4 setelah Jawa Timur, Maluku Utara, dan Gorontalo.

Target kasus aktif yang diberikan pemerintah adalah kurang dari 20 persen. Kasus aktif saat ini berjumlah 930 orang. Terjadi penurunan angka sembuh antara tanggal 1 dan 14 Oktober. Pada tanggal 1 lalu kesembuhan berada di angka 85,5 persen, sedangkan pada 14 Oktober 87,9 persen atau naik 2,4 persen.

Selanjutnya, prosentase penambahan kasus aktif, pada 1 Oktober Provinsi Kalsel berada diangka 10,4 persen, sedangkan pada 14 Oktober menjadi 8,1 persen atau menurun 2,3 persen. Total pasien sembuh berjumlah 9.884 orang.

Prosentase kematian terjadi penurunan 0,1 persen, dari 4,08 persen pada 1 Oktober dan 3,98 persen pada 14 Oktober 2020. Untuk menekan angka kematian dilakukan penambahan alat PCR.

Sebelumnya alat PCR hanya berjumlah 2 unit kini sudah menjadi 16 alat PCR dan 3 alat TCM. Di samping itu juga dilakukan penambahan kapasitas RS dan tempat karantina, yaitu 7 RS rujukan dengan kapasita 589 tempat tidur dengan rincian 186 terisi dan tersisa 403, serta 27 balai karantina kapasitas 1.693 tempat tidur dengan rincian 60 terisi dan tersisa 1.633.

Plt Gubernur Kalsel, H. Rudy Resnawan, Kamis (15/10), di sela press release penanganan covid-19 Kalsel, menjelaskan bahwa menurunkan angka kemariam 0,1 persen itu sangat berat dan memerlukan durasi waktu yang cukuk lama.

Rudy Resnawan menyebutkan, angka kematian saat ini berjumah 447 orang. “Angka kematian di Kalsel tinggi, mengapa? karena keterlambatan pasien yang mempunyai gejala melakukan pengobatan. Penyebab kematian juga tinggia sebagian orang yang punya komorbit atau penyakit penyerta ketika sakit melakukan pengobatan sendiri tanpa datang ke rumah sakit. Setelah tidak kuat baru masuk rumah sakit, ” urainya.

Dijelaskan dia, mereka yang punya penyakit penyerta kebanyakan terlambat datang ke rumah sakit sehingga menyebabkan kematian tinggi. Fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit padahal sudah memadai.

Selain soal angka kematian, Rudy Resnawan juga menyoroti  di sebagian daerah untuk memberlakukan sekolah tatap muka. Ia menyebut tidak gampang untuk memberlakukan sekolah tatap muka, sebab menyangkut nyawa orang banyak.

Dijelaskan Rudy Resnawan, boleh saja di suatau daerah sudah tidak ditemukan kasus positif, namun  perlu diingat wilayah atau daerah bukan seperti satu kota yang terisolasi karena masih terdapat interaksi manusia.

“Misalnya orang Banjarmasin tentu masih berinteraksi dengan orang-orang di Banjarbaru, Baritokuala, dan Tanah Laut yang notabene masih terdapat kasus positif. Yang kita khawatirkan masih adanya orang tanpa gejala (OTG) yang berkeliaran dan berinteraksi dengan wilayah yang dikatakan tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif atau daerah hijau,’’ tegasnya.

Rudy menjelaskan banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebelum sekolah tatap muka diberlakukan. Pemerintah daerah harus bisa menenuhi standar operasional prosedur yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau WHO.

Syarat tersebut antara lain daerah harus benar-benar hijau, persetujuan orang tua atau wali murid, dan beberapa syarat lainnya.

“Memberlakukan sekolah tatap muka juga harus mengantongi izin satgas covid setempat dan satgas provinsi. Soal sekolah tatap muka tidak bisa main-main karena menyangkut nyawa orang,’’ sebut Rudy

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Kabar Gembira, Zona Merah di Kalsel Sisa Satu Kabupaten)

Berita ini sudah dilihat 68 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 98
  • Page views today : 106
  • Total visitors : 529,137
  • Total page view: 1,112,620