Connect with us
Update Now

Banjarbaru

Horor Korona di Kalsel: Pilkada Jalan Terus, Anehnya Pilkades Di Tunda

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 238,208 kali

Mendagri Tito perintahkan semua Kepala Daerah tunda Pilkades (dok, kanal kalimantan)

BêBASbaru.com, BANJARBARU – Setelah dilakukan rapat dengar pendapat di Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri kemarin disepakati bahwa ribuan desa di Indonesia ditunda pelaksanaan Pemilu Kepala Desa (Pilkades)-nya.

Sementara tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tetap dilanjutkan di tengah Pandemi Covid-19.  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, Zulkipli saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima Surat Edaran (SE) Mendagri terkait imbauan penundaan Pilkades.

“Setelah ada SE itu, semua kabupaten di Kalsel yang harusnya menggelar Pilkades tahun ini sepakat untuk menundanya,” katanya. Dia mengungkapkan, penundaan pelaksanaan Pilkades sempat ditolak oleh sejumlah masyarakat. Namun, kabupaten tetap konsisten untuk menundanya.

“Di Hulu Sungai Tengah masyarakat bahkan sempat melakukan demo, minta Pilkades dilanjutkan. Tapi pemkab memilih tetap menundanya. Demi meminimalisir penularan Covid-19,” urainya. Karena tidak ada Pilkades, Zulkipli menyampaikan, posisi Pilkades yang periodenya sudah habis untuk sementara diisi oleh aparatur sipil negara (ASN) dari kecamatan. “ASN yang mengisi ditunjuk langsung oleh bupati,” runutnya.

Lanjutnya, ASN dari kecamatan dipilih lantaran lebih paham bagaimana kondisi desa binaan mereka. “Kalau ASN dari Pemkab tidak terlalu mengerti bagaimana kondisi di desa,” ujarnya. Masih dijelaskan Zukifli, bahwa sebenarnya kebijakan ini sudah lama, melalui surat Mendagri tertanggal 24 Maret 2020.

“Hal ini mengemuka lagi karena ada desakan penundaan Pilkada. Jadi semua Pilkades serentak yang berproses di Kalsel sudah ditunda oleh Bupati,” katanya. Kabid Pemerintahan pada Dinas PMD Kalsel, Syaifullah menambahkan di Kalsel desa yang pilkadanya ditunda ada ratusan.

 “Karena ada empat kabupaten yang harusnya melaksanakan Pilkades serentak. Yakni, Banjar, HST, Balangan dan Kotabaru. Untuk di Kabupaten Banjar, yang ditunda sebanyak 140 desa. Sedangkan HST di 150 desa dan Balangan, 19 desa. Kalau Kotabaru datanya belum kami terima,” urainya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan setidaknya agenda 3.000 Pilkades di Indonesia ditunda di tengah wabah virus corona. Penundaan dilakukan karena pemerintah tidak bisa mengontrol jalannya Pilkades.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Pandemi Covid-19, Ratusan Desa di Kalsel Tunda Gelar Pilkades Serentak Tahun Ini)

Berita ini sudah dilihat 116 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 80
  • Page views today : 92
  • Total visitors : 546,429
  • Total page view: 1,131,697