Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Horor Korona di Kalsel: PHK Tembus 3.186 Orang, Disnakertrans Kalsel Sebut Masih Terus Nambah

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 131,163 kali

Ilustrasi, puluhan pekerja yang kena PHK (dok, iNews.ID)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel mencatat, per Agustus 2020 sudah ada 700 karyawan di Banua terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 3.186 orang lainnya dirumahkan. Fakta ini tidak lain imbas dari dampak ekonomi di era Pandemi Covid-19. Kepala Disnakertrans Kalsel, Siswansyah mengatakan, jumlah karyawan yang di-PHK dan dirumahkan kemungkinan masih akan terus bertambah. Karena, pandemi Covid-19 masih belum teratasi. “Mungkin ada juga perusahaan yang belum melapor ke kami. Jadi kemungkinan ada tambahan lagi,” urainya. Paling banyak, perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan karyawannya paling banyak di sektor buruh pelabuhan, jasa perhotelan, restoran, hiburan, travel dan pariwisata. “Karena, sektor-sektor ini yang paling terdampak dengan wabah Covid-19,” urainya. Melihat fenomena ini, Siswansyah menyampaikan, Pemprov Kalsel telah memberikan bantuan kepada para tenaga kerja yang dirumahkan dan di-PHK. Sebenarnya, kata Siswansyah, setelah menuju new normal ini ekonomi mulai menggeliat. Sebab, hotel, rumah makan, mal dan hiburan sudah mulai memanggil karyawannya kembali. Tapi,belum banyak.  Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat, jumlah pengangguran di Banua bertambah 7.100 orang. Yakni, dari 78.726 pada Februari 2019 menjadi 85.826 orang di Februari 2020. Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud menuturkan, pengangguran yang mereka catat merupakan masyarakat yang masuk dalam angkatan kerja berusia di atas 15 tahun. “Penduduk angkatan kerja di Kalsel sendiri saat ini ada 2,26 juta, 85.826 ribu diantaranya pengangguran,” tuturnya. Dia menyatakan, angka pengangguran bertambah lantaran sejumlah sektor mengalami penurunan dalam menyerap tenaga kerja. “Sektor industri mengalami penurunan tertinggi pada Februari 2020, yakni sebesar 1,49 poin jika dibandingkan dengan kondisi 2019,” ungkapnya. Ditambahkannya, penurunan penyerapan tenaga kerja juga terjadi di sektor penyedia akomodasi dan makan minum (-0,43 poin); sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (-0,35 poin); sektor transportasi dan pergudangan (-0,27 poin). Serta, sektor jasa lainnya (-0,19 poin). “Sektor konstruksi juga turun 0,11 poin,” urainya.

sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Karyawan Dirumahkan Tembus 3.186 Orang, Disnakertrans Kalsel Sebut Kemungkinan Masih)

Berita ini sudah dilihat 101 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 195
  • Page views today : 205
  • Total visitors : 532,620
  • Total page view: 1,116,513