Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Horor Korona di Kalsel: Kini Sudah Mulai Terdampak Ribuan Warga Kehilangan Pekerjaan, Terbanyak di Kabupaten Banjar

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 234,923 kali

Ilustrasi, dampak korona kini mulai di rasakan waga Kalsel, ribuan naker di PHK (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN –Terdata 32.305 warga desa di Provinsi Kalimantan Selatan telah kehilangan pekerjaan karena imbas Covid-19. Data itu diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel yang dilapori oleh Kepala desa.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Zulkifli, mengatakan, warga desa yang kehilangan mata pencaharian tersebar di 11 kabupaten di Kalsel. “Terbanyak ada di Kabupaten Banjar, dari 32.305 orang yang kehilangan mata pencaharian, di sana ada 8.066,” kata dia.

Zulkifli menguraikan bahwa terbanyak kedua Barito Kuala dengan total 6.601 warga yang kehilangan mata pencarian. Disusul, Tanah Laut 4.341 warga , Balangan 3.269 warga , Hulu Sungai Selatan , 2.257 warga ,  Tabalong 2.257 warga , Hulu Sungai Tengah , 1.752 warga , Kotabaru 1.532 warga , Tanah Bumbu 1.210 warga dan Hulu Sungai Utara 1.016 warga.

“Paling sedikit di Kabupaten Tapin. Di sana terdata hanya ada empat warga desa yang kehilangan mata pencaharian selama pandemi Covid-19,” urai Zulkipli.

Dijelaskannya, warga di desa yang kehilangan mata pencaharian sebagian besar pedagang. Selama pagebluk ini mereka berhenti berjualan lantaran dagangannya tidak laku. “Dari informasi yang kami terima, ternyata di desa sebagian masyarakat yang memiliki tabungan masih enggan banyak berbelanja. Akibatnya produk warga tidak laku,” jelasnya.

Dia menduga, masyarakat enggan berbelanja karena menghindari keluar rumah atau ke pasar lantaran takut tertular Covid-19. “Atau mungkin ada juga yang belum mau banyak mengeluarkan uang, karena untuk jaga-jaga. Kita ‘kan belum tahu pandemi ini sampai kapan,” paparnya.

Nah, pemerintah Provinsi Kalsel guna membantu warga desa yang kehilangan mata pencaharian, yakni diatasi dengan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD). “Selama Covid-19 ini mereka tidak punya pendapatan, jadi perlu bantuan. Maka dari itu masuk dalam daftar penerima BLT-DD,” ucapnya.

Diketahui BLT-DD sendiri merupakan bantuan dari pemerintah yang dialokasikan dari dana desa, untuk diberikan ke masyarakat desa yang tidak mampu dan terdampak pandemi Covid-19. “Total penerima BLT-DD di Kalsel ada 153.219 kepala keluarga,” urai Zulkipli.

Dia menambahkan, BLT-DD sudah disalurkan selama enam tahapan sejak April 2020. Pada tiga tahap pertama, setiap kepala keluarga menerima Rp 600.000 per bulan. Setelah itu di tahap selanjutnya, Rp 300.000. “Sekarang sedang pencairan tahap enam,” tambahnya.

Berdasarkan data mereka per 5 Oktober 2020, BLT-DD yang sudah tersalurkan sekitar Rp 300 miliar. Dari pagu Rp 413 miliar. “BLT ini diambil dari dana desa. Sementara pagu dana desa ada tahun ini Rp 1,5 triliun,” ujar Zulkipli.

Lanjutnya, saat ini pihaknya sedang menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait BLT-DD ini, apakah dilanjutkan atau dihentikan dulu. “Karena ini sudah pencairan tahap akhir. Masih kami tunggu apakah lanjut sampai Desember atau tidak,” urainya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Ribuan Warga Kehilangan Pekerjaan, Dinas PMD Kalsel Sebut Terbanyak di Kabupaten Banjar)

Berita ini sudah dilihat 136 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 78
  • Page views today : 85
  • Total visitors : 546,106
  • Total page view: 1,131,330