Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Horor Korona di Kalsel: Bila Tak Alih Usaha, 7.500 IKM Kalsel Pelan-pelan Bangkrut!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 428,700 kali

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni

BệBASbaru.com, BANJARMASIN – Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni mengatakan, berdasarkan data mereka sampai 10 Mei 2020, sudah ada 7.500 industri kecil menengah (IKM) yang terdampak Covid-19. “Sementara tenaga kerja yang terdampak mencapai 14.750 orang,” katanya dalam acara penyerahan sertifikat SNI dan Halal di Dinas Perindustrian Kalsel.

Dia mengungkapkan, industri yang paling terdampak ialah produsen makanan dan minuman. Sebab, selama pagebluk penjualan produk merosot. “Mereka kesulitan memasarkan produk, karena orang banyak di rumah. Kecuali mereka bisa berjualan secara online,” ungkapnya.

Selain produsen makanan dan minuman, Mahyuni menyampaikan, industri konveksi juga turut terpukul selama pandemi virus corona. “Karena sekolah ditutup, jadi tidak ada lagi yang menjahit seragam sekolah. Selain itu, permintaan pembuatan baju juga turun drastis lantaran tidak ada wisuda,” ucapnya.

Dampak yang dialami IKM pun bermacam-macam. Ada yang pendapatannya turun, namun bisa bertahan. Ada pula yang sampai gulung tikar. “Yang masih bisa bertahan ini, kebanyakan yang beralih usaha. Misal, yang sebelumnya menjahit pakaian beralih ke pembuatan hazmat dan masker. Menyesuaikan permintaan pasar,” ujar Mahyuni.

Lanjutnya, sementara yang terpaksa gulung tikar ialah para penjual kain. “Karena penjahit tidak banyak mendapatkan pesanan baju, jadi penjual kain banyak gulung tikar,” ujarnya. Disampaikannya, untuk membantu orang-orang yang terdampak di sektor IKM pihaknya sudah mengajukan bantuan sosial (bansos) ke Dinas Sosial Kalsel. “Ada 2.850 bansos yang kami ajukan untuk tenaga kerja yang kena PHK,” ucapnya.

Sedangkan bagi industri besar, Mahyuni menyebut, sejauh ini masih bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. “Sebab, rata-rata industri besar ini penjualannya dengan sistem kontrak jangka panjang. Jadi, pembeli produknya selalu ada,” sebutnya.

Selain memberikan bansos, Pemprov Kalsel melalui Dinas Perindustrian Kalsel juga mendampingi unit industri untuk mendapatkan sertifikat halal dan SNI. Kemarin ada sejumlah produk yang menerima sertifikat ini

Mahyuni menuturkan, target dari penyerahan sertifikat halal dan SNI ialah untuk meningkatkan jaminan mutu dan daya saing industri pangan. “Karena kalau mereka sudah memiliki sertifikat halal, maka konsumen yakin bahwa produk itu terjamin. Baik itu, bahan bakunya dan proses pembuatannya,” tuturnya.

Abdul Rahim, salah seorang pemilik produk minuman herbal yang menerima sertifikat halal dan SNI berharap dengan adanya sertifikasi penjualannya bisa meningkatkan. “Karena selama pandemi ini penjualan saya turun 30 persen,” ujarnya.

Beruntung, mereka masih bisa bertahan walaupun pemasukan berkurang signifikan. “Cari banyak cara supaya produk laku. Salah satunya, promosi di media sosial,” pungkasnya.

Sumber: kalsel.prokal.co dan berbagai sumber (dengan judul: 7.500 IKM Kalsel Terdampak Covid, Bisa Bertahan jika Bisa Alih Usaha)

Berita ini sudah dilihat 147 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA