Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Horor Korona di Kalsel: Akademisi Minta Warga Waspada Covid-19 Kembali Menanjak

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 112,556 kali

Warga masih banyak yang tak patuh pakai masker dan dihukum menyapu jalanan (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kalsel pada Rabu (9/9/2020) menembus angka 9.000 lebih tepatnya 9.001 dan kembali meningkat pada Kamis (10/9/2020) mencapai 9.078 kasus. Dari jumlah itu, 7.177 orang dinyatakan berhasil sembuh dan 382 diantaranya meninggal dunia. Pergerakan statistik data terkait pandemi covid-19 di Kalsel ini membuat sebagian kalangan akademisi mengerutkan alisnya. Salah satunya Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin  SE  MSI Pg D. Menurutnya, seiring dengan perkembangan covid-19 di bulan September ini, pemerintah daerah dan masyarakat Kalsel harus mewaspadai kembali meningkatnya penularan dan penyebaran virus corona. Sebab, data-data terbaru sudah mengindikasikan penanjakan kembali kasus covid-19 pada bulan ini setelah sebelumnya pada bulan Agustus sudah mengalami pelambatan. Pada 10 hari pertama di bulan September, jumlah kasus baru adalah sebanyak 780 penduduk yang terinfeksi covid-19. Ini berarti, rata-rata terdapat 78 kasus baru setiap harinya. Laju rata-rata kasus baru ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kasus baru pada 10 hari pertama di bulan Agustus, yaitu sebesar 67 kasus baru setiap harinya. Dari indikator perkembangan mingguan terkini, pertumbuhan kasus baru covid-19 di Kalimantan Selatan juga mengalami peningkatan. Dalam seminggu terakhir (4/9 – 10/9) jumlah kasus baru mencapai 551 atau rata-rata 79 kasus baru per hari. Pada perdioe satu minggu sebelumnya (28/8 – 3/9) rata-rata pertumbuhan kasus per hari mencapai 73 sedangkan pada periode 21/8 – 27/8 sebanyak 67 kasus baru per harinya. “Data ini menunjukkan kepada kita bahwa semua elemen di Kalimantan Selatan harus meningkatkan kewaspadaan dan mengetatkan protokol kesehatan,” paparnya. Ia juga menyarankan Pemerintah Daerah agar perlu mempertimbangkan langkah pembatasan terhadap kegiatan yang mendorong terjadinya mobilitas penduduk, kerumunan dan interaksi masyarakat. “Jika kita tidak melakukan langkah strategis pencegahan dari sekarang, maka ledakan kasus hanya tinggal menunggu waktu saja. Di mana ledakan tersebut tidak datang dari peningkatan jumlah penuduk yang dites PCR melainkan dari naiknya angka positive rate. Artinya, kondisi riil mungkin saja kurang tergambarkan oleh data resmi,” kata Muttaqin.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Kasus Covid-19 Tembus 9000, Akademisi: Waspada Covid-19 Kalsel Kembali Menanjak)

Berita ini sudah dilihat 79 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 51
  • Page views today : 54
  • Total visitors : 530,007
  • Total page view: 1,113,573