Connect with us
Update Now

Banjarbaru

Horor Korona di Kalsel: 40 Ribu Petani di Kalsel Terdampak, Berharap Ada Stimulus Pemerintah Pusat

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 98,687 kali

Akibat pandemi, petani di Kalsel terdampak apalagi dengan adanya belajar daring dan harus beli kouta untuk anak-anaknya (dok, matabanua)

BêBASbaru.com, BANJARBARU – Sedikitnya terdata sekitar 40 ribu terdampak Covid-19 dari sektor pertanian.  Menurut, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman sekitar 40 ribu petani yang terdampak mulai dari petani penggarap hingga buruh tani.  “Yang paling terdampak memang buruh taninya,” kata dia. Dijelaskan dia, pandemi sejumlah harga kebutuhan hidup meningkat. Sementara pendapatan sebagai petani tidak bertambah. Belum lagi harus membiayai kuota anak untuk belajar secara daring dan biaya listrik yang membengkak.  “Ya jelas, semakin tingginya biaya hidup banyak petani yang mengurangi pengeluaran dengan cara menggarap lahannya sendiri tanpa menggunakan jasa buruh tani. Ini yang membuat buruh tani sekarang tidak punya pekerjaan,karena tidak banyak yang menggunakan jasa mereka,” urainya. Melihat fenomena ini, dia berharap tahun depan ada bantuan dari pemerintah pusat untuk para petani kalau memang pandemi belum berakhir. “Sebab untuk tahun ini belum ada stimulus bantuan untuk mereka. Sementara anggaran dinas dipotong 50 persen,” urai Syamsir Rahman.  Diuraikannya, anggaran membuat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel mengurangi volume  pemberian bantuan sarana produksi (Saprodi) ke para petani. Dalam rangka, optimalisasi lahan. “Misal, bantuan pupuk yang sebelumnya 50 kilogram untuk lahan satu hektare. Sekarang mungkin cuma 25 kilogram. Termasuk bantuan dolomit, sebelumnya 100 kilogram saat ini hanya 25 kilogram,” jelas Syamsir. Bagimana, soal roduksi padi tahun ini? Diuraikan Syamsir kalau produkai pertanian masih menggembirakan. “Hingga Agustus realisasinya sudah 1,3 juta ton. Dari target 1,7 juta ton. “Saat ini masih banyak lokasi yang belum dipanen, mungkin sampai September bisa sampai 1,5 juta ton,” urainya.  Sedangkan lahan yang sudah dipanen, dia menyebut saat ini memasuki masa tanam dan bisa dipanen pada Februari 2021. Targetnya panen pertama di tahun depan bisa menghasilkan 400 ribu ton lebih.

Sumber: Banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: 40 Ribu Petani di Kalsel Terdampak Covid-19, Syamsir Berharap Ada Stimulus Pemerintah Pusat)

Berita ini sudah dilihat 75 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 70
  • Page views today : 77
  • Total visitors : 527,807
  • Total page view: 1,111,151