Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Horor Korona di HSS: Tak Pakai Masker Dihukum Nyapu Jalan dan diminta Edukasi Temannya yang Lain

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,546 kali

Pakai rompi, remaja inipun ikhlas sapu jalana sebagai bentuk hukuman tak pakai masker (dok, tribunnews)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI SELATAN – Pasca keluarnya Peraturan Bupati HSS yang baru, yaitu Perbup Nomor 44 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, Satpol PP kembali gencar melaksanakan razia masyarakat yan tak menggunakan masker. Seperti Kamis (27/8/2020), salah satu anak berusia sekitar 15 tahun, kepadatan tak bermasker saat melintas di Jalan Antasari, menuju pasar Kandangan.  Anak itu pun disetop, kemudian disuruh memilih sanksi, apakah hukuman push up, kampanye protokol kesehatan atau kerja sosial menyapu jalanan. Setelah diberi rompi merah bertuliskan pelanggar protokol kesehatan, anak itu pun pasrah dan memilih menyapu tepi jalan. Beberapa menit, dia menyapu daun yang berserakan, sambil difoto anggota Satpol PP.  Tak lupa, anak itu juga diberi nasehat, agar setelah sanksi itu, akan selalu pakai masker jika keluar rumah. “Kasih tau juga teman-temanmu, agar tak lupa pakai masker jika bepergian kemanapun. Karena aturan ini untuk kepentingan kita semua, agar terhindar dari virus covid-19,” kata Fahmi, komandan regu penegak disiplin dan hukum protokol kesehatan dari Satpol PP-HSS.  Setelah menyapu daun kering di pinggir jalan, anak itu pun diizinkan meneruskan perjalannanya. Menurut Fahmi, rompi merah yang dipakaikan merupakan sanksi sosial sebagai tanda pelanggaran. “Kegiatan razia ini sudah satu minggu setelah keluar Perbub baru,” katanya. Meski demikian, sejauh ini belum ada warga pelangar yang diberi sanksi denda Rp 50 ribu sampai Rp 250 sebagaimana diatur Perbup Nomor 44 tahun 2020.  “Untuk denda berupa uang, baru diterapkan jika pelanggarannya berulang-ulang, dan telah diberi teguran lisanmaupun tertulis. Lalu kedapatan melanggar lagi, langsung kami beri surat tilang,” katanya. Disebutkan, untuk ketaatan menggunakan masker, selama ini masyarakat pada umumnya sudah taat. Meski demikian di akui , masih ditemukan warga tak taat, dan saat terjaring razia, alasannya selalu lupa. Seperti dilakukan anak yang diberi sanksi menyapu jalan tadi, dia pun mengaku lupa. Padahal, saat newa normal, menggunakan masker sudah harus menjadi kebiasaan semua individu. Menaati protokol kesehatan, berarti ikut mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagau sumber (dengan judul: Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Remaja di HSS Ini Pasrah Dihukum Nyapu Jalan)

Berita ini sudah dilihat 76 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 117
  • Page views today : 139
  • Total visitors : 528,318
  • Total page view: 1,111,732