Connect with us
Update Now

Barito Kuala

Horor Korona di Batola: Masih Beri Kelonggaran, Tak Pakai Masker di Hukum Menyapu

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 118,989 kali

Yang bandel tak pakai masker masih diberi sanksi sosial, yakni menyapu jalanan (dok, Tribunnews.com)

BêBASbaru.com, BARITO KUALA – Ason kikuk, tidak berkutik, ketika sejumlah petugas mendatangi gerobak dagangannya, Selasa (1/9/2020). Pemuda yang menjual gorengan ini kedapatan tidak mengenakan masker saat melayani pelanggannya di Jalan AIS Nasution, Kelurahan Marabahan Kota, Kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan. Tanpa bisa mengelak, Ason pun menerima sanksi berupa kerja sosial, menyapu kawasan sekitar ia mangkal berjualan. Sebelum menyapu ia diberi pilihan untuk menentukan hukuman. Antara menyapu, menyebut lima sila dalam  Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menjadi juru kampanye protokol kesehatan atau push up sebanyak 20 kali. “Saya kapok, sudah dua kali kedapatan razia masker ini. Kalau kemarin di pasar cuma ditegur, kali ini harus menyapu,” ucap Ason. Apes menerima sanksi tidak hanya dialami Ason. Dalam giat petugas yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP ini juga menertibkan setidaknya 17 orang pelanggar lainnya. Beberapa di antaranya memilih sanksi melafalkan Pancasila dan push up. Dengan harapan ada efek jera dan lebih peduli lagi dalam menerapkan protokol kesehatan ketika beraktifitas di luar rumah. Selain memberikan teguran dan sanksi sosial, petugas juga melakukan pendataan terkait identitas pelanggar. Hal ini dianggap penting agar yang bersangkutan lebih memperhatikan kedisiplinannya. Dipimpin Kabid Tibum Satpol PP Batola, Aris Saputera, patroli penegakkan Perbup No 54 ini di mulai dari Jalan Basuki Rahmat menuju kawasan Lapangan 5 Desember, menyusuri Jalan AIS Nasution dan berakhir di Siring Ije Jela Marabahan. Aris Mengungkapkan, sejauh ini masih terdapat beberapa pelanggaran mengindahkan penggunaan masker, pihaknya dengan tegas memberikan sanksi sesuai Perbup 54. “Tentunya selain kita berikan pemahaman, kita juga berikan sanksi. Namun tetap humanis, seperti menyebutkan lima sila dalam Pancasila atau sanksi sosial,” terang Aris. Ia pun menambahkan, kegiatan patroli serupa akan digelar selama sebulan ke depan, pagi dan sore hari. Guna memastikan masyarakat Batola disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang masih mengancam masyarakat dalam beraktivitas.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Tak Pakai Masker, Penjual Gorengan di Kabupaten Batola Ini Rela Menyapu)

Berita ini sudah dilihat 67 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 74
  • Page views today : 75
  • Total visitors : 531,246
  • Total page view: 1,114,978