Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Horor Korona di Banjarmasin: Kambali Melonjak Rektor ULM Ragu Izinkan Tatap Muka Awal 2021

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 433,030 kali

Rencana kuliah tatap muka awal tahun ini bisa batal lagi di ULM (dok, matabanuaonline)

BệBASbaru.com, BANJARMASIN – Data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin menunjukkan dua kelurahan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini, yaitu Kelurahan Pelambuan dan Pemurus Dalam, masih diklasifikasikan sebagai Zona Merah dalam peta zona risiko Covid-19, Sabtu (19/12/2020).

Adanya dua kelurahan yang berstatus zona merah ini pula yang membuat Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof  H Sutarto Hadi, berpikir ulang terkait wacana pelaksanaan kembali Perkuliahan tatap muka di awal 2021.

“Kami berharap sih bisa hijau dulu dan situasi sudah mulai aman. Jangan sampai nanti disebut ada klaster kampus, karena berisiko juga,” kata Rektor kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (20/12/2020).

Hal ini, kata Rektor, juga menjadi pembahasan hangat dalam diskusi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia beberapa waktu lalu. Diakuinya, sesuai Surat Edaran dari Dirjen Dikti Kemendikbud RI yang diterimanya, kewenangan untuk membuka kembali kampus untuk perkuliahan tatap muka sudah berada di tangan Rektor.

Meski demikian, ia menegaskan, dalam Surat Edaran Dirjen Dikti tersebut tidak ada perintah yang mewajibkan perguruan tinggi untuk menggelar perkuliahan tatap muka pada 2021. “Tapi memang dalam edaran itu Dirjen Dikti tidak menekankan harus membuka kampus. Kalau daerah itu memungkinkan untuk dibuka, silakan dibuka. Tapi kalau situasi tidak memungkinkan, ya tidak apa-apa, tetap melaksanakan secara online. Prinsipnya begitu,” paparnya.

Pihak ULM, kata dia, terus memantau perkembangan jumlah kasus dan perubahan-perubahan status wilayah-wilayah di Banjarmasin dan Kalsel secara umum dalam peta zona risiko Covid-19. Ini sebagai pertimbangan penting dalam mengambil keputusan.

Kemudian, dia juga menyinggung terkait Vaksin Covid-19 yang dialokasikan untuk Provinsi Kalsel. Selain para tenaga kesehatan dan aparat keamanan, dirinya  juga berharap para tenaga pendidik khususnya dosen-dosen serta tenaga kependidikan administratif di perguruan tinggi masuk dalam daftar prioritas penerima vaksin Covid-19.

Diungkapkannya, ULM memiliki kurang lebih 1.200 dosen dan 800 orang tenaga kependidikan administratif. Melayani sekitar 30.00 mahasiswi. “Karena kami dengar, vaksin sudah ada. Tapi realisasi untuk Kalsel belum tahu, apakah ada. Saya menyampaikan, kalau ada vaksin, mohon diprioritaskan juga tenaga pendidik, selain nakes dan aparat keamanan,” kata Sutarto.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Rektor ULM Berpikir Ulang untuk Buka Perkuliahan Tatap Muka Awal 2021)

Berita ini sudah dilihat 326 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA