Connect with us
Update Now

Gaya Hidup

Hati-hati, Hacker Bisa Baca Pesan Pribadi di WhatsApp dengan Bebas

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 251,625 kali

Gaya Hidup – Setelah Facebook yang sangat rentan kena hacker atau disalahgunakan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, kini pengguna WhatsApp diminta untuk berhati-hati. Sebab, aplikasi pesan instan milik Facebook ini tidak mengenkripsi pesan pribadi pengguna di Google Drive, sehingga peretas atau hacker dengan bebas bisa membaca. Seperti diketahui, WhatsApp bakal menghapus semua data obrolan, foto, dan video pengguna pada 12 November 2018. Perubahan sistem ini mengikuti kesepakatan antara Facebook, melalui WhatsApp dan Google, dengan Google Drive-nya. Mengutip situs Metro, Selasa, 28 Agustus 2018, dengan adanya celah ini maka hacker bisa mengetahui isi pembicaraan pengguna secara detail melalui pesan pribadi, yang dianggap sebagai ‘harta karun’ karena berisi informasi sensitif. Padahal, WhatsApp punya cadangan akun untuk menyimpan semua arsip pemilik Android yang dikirim ke sistem penyimpanan cloud milik Google Drive. Hal tersebut juga diakui oleh WhatsApp melalui situs web-nya. “Pesan yang Anda cadangkan tidak dilindungi oleh enkripsi end-to-end saat berada di Google Drive,” demikian pernyataan resmi Whatsapp. Pernyataan WhatsApp ini jelas menimbulkan kekhawatiran bahwa peretas, polisi, atau bahkan mata-mata pemerintah, bisa leluasa mengakses data pribadi jika mereka memperoleh akses ke akun Google Drive seseorang. WhatsApp juga menjelaskan kepada pelanggan bahwa backup Drive tidak dienkripsi di masa lalu, jauh sebelum kemitraan Facebook dan Google diumumkan. Karan Saini, seorang peneliti keamanan independen menyebutkan, dari perspektif privasi, backup online tidak terlalu bagus jika pengguna tidak memperhatikan ‘siapa yang menjaganya’. “Anda mungkin bisa merasa tenang mendengar bahwa cukup mudah untuk melindungi akun Google Drive Anda. Tapi ternyata tidak semudah itu juga,” kata Karan. Namun, Jeremy Miles, seorang ilmuwan data di Google, mengaku bahwa ‘hampir tidak mungkin’ untuk meretas ke dalam profil cloud Google jika pengguna menetapkan kata sandi yang bagus dan mengaktifkan ‘dua autentikasi faktor’. “Jika Anda sangat menghargai privasi dan keamanan, Anda harus mempertimbangkan sarana cadangan lainnya, seperti menyimpan konten WhatsApp secara lokal di harddrive terenkripsi milik Anda,” jelas Miles.
Sumber: vivanews.com

Berita ini sudah dilihat 102 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 266
  • Page views today : 290
  • Total visitors : 547,354
  • Total page view: 1,132,738