Connect with us
Update Now

Uncategorized

Harun Masiku Dikorbankan Untuk Lindungi Oknum Petinggi PDIP Bagian 1 : Kejanggalan di Seputar Kasus Suap Politikus PDIP Harun Masiku Makin Terkuak

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 439,946 kali

Investigasi – Kejanggalan demi kejanggalan terkait Harun Masiku makin terkuak, bahkan sampai ada perintah dari petinggi PDIP, agar Harun segera rendam hape miliknya ke dalam air untuk hilangkan jejak. Sejak KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WSE) sebagai tersangka suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR. Meski kalah jumlah suara di Pemilu 2019, eks Caleg PDIP Harun Masiku (HAR) ingin dilantik menjadi anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dia lantas menyuap menyuap Wahyu. Komisioner KPU itu diduga meminta Rp900 juta kepada Harun. Perlu diketahui, yang harusnya menggantikan Nazarudin Kiemas adalah Riezky Aprilia karena perolehan suaranya terbanyak kedua di bawah Nazarudin. Sementara, Harun menempati perolehan suara terbanyak ke lima. PDIP pun ikut terseret masuk ke dalam lingkaran kasus ini. Sebab, PDIP mengajukan gugatan Pasal 54 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Intinya, PDIP ingin penentuan suara Caleg terpilih yang meninggal dunia merupakan hak partai, bukan berdasarkan suara terbanyak. Gugatan inipun dikabulkan oleh Mahkamah Agung dengan Putusan Mahkamah Agung RI No: 57P/HUM/2019. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz melihat adanya kejanggalan dalam upaya yang ditempuh PDIP memperjuangkan Harun Masiku untuk menggantikan Nazarudin Kiemas. Terlebih, PDIP meminta fatwa kepada Mahkamah Agung agar KPU mengabulkan permohonannya. “Sehingga aneh ketika PDIP mengajukan fatwa dan MA malah memberikannya,” ungkap Donal, Jakarta, Kamis (16/1). Merdeka.com merangkum beberapa kejanggalan terkait kasus suap Harun Masiku. Berikut ulasannya:

Menkum-HAM Yasona Laoly sampai harus turun tangan bantu PDIP (dok, celebes)

Pimpinan KPK dan Menkum HAM Sebut Harun Belum Kembali dari Luar Negeri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan tersangka kepada Harun Masiku terkait suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR. KPK menyatakan Harun sudah berada di luar negeri sebelum operasi tangkap tangan dilakukan yakni tanggal 8 Januari. “Dengan Imigrasi kita sudah koordinasi. Info yang kami terima malah memang sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan sedang di luar negeri,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Senin (13/1). Beberapa hari kemudian, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan Harun masih berada di luar negeri sejak kepergiannya pada tanggal 6 Januari. Hal itu berdasarkan informasi dari Imigrasi. “Yang kami tahu dan kami yakini informasi dari humas Imigrasi bahwa yang bersangkutan (Harun) di luar negeri, dan belum ada informasi yang kami terima bahwa yang bersangkutan telah kembali ke Indonesia,” kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (16/1). Hal senada juga diungkapkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Menurutnya, Harun masih berada di luar negeri. “Ke Singapura, jadi tanggal delapan OTT, tanggal 6 dia sudah di luar,” kata Yasonna, Kamis (16/1).
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 76 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA