Connect with us
Update Now

Politik

Haris Makkie Dikabarkan Ragu, Kans Ananda Membaik! Muhidin-PAN Tetap Loyal ke Golkar

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,542 kali

Harris Makke dikabarkan mulai ragu untuk terus maju di Pilwakot Banjarmasin (dok, Duta TV)

BêBASbaru.com, POLITIK – Peta politik di Kota Banjarmasin jelang Pilwali Banjarmasin Bulan Desember Tahun 2020 kembali menunjukkan dinamikanya. Nasib usulan nama pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin yang diusulkan DPD Golkar Kalsel ke DPP Golkar masih kabur. Diketahui dalam surat DPD Partai Golkar Kalsel bernomor A-054/GOLKAR-KS/VI/2020 perihal laporan hasil pelaksanaan tahapan seleksi bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar pada Pilkada Tahun 2020, DPD Golkar Kalsel mengirimkan beberapa nama. Yaitu Birokrat Pemprov Kalsel, H Abdul Haris Makkie sebagai Calon Wali Kota Banjarmasin dipasangkan dengan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel III DPD Golkar Kalsel, H Yuni Abdi Nur Sulaiman sebagai Calon Wakil Wali Kota. Namun belakangan, Haris justru dikabarkan batal maju di Pilwali Banjarmasin. Saat dikonfirmasi pun Haris hanya menjawab singkat. “Maaf saya tidak bisa jawab kalau ditanya batal, karena saya belum pernah maju,” kata Haris akhir pekan lalu. Petinggi DPD Golkar Kalsel, H Supian HK pun masih tutup mulut saat dikonfirmasi terkait nasib usulan nama pasangan calon yang dilayangkan DPD Golkar Kalsel ke DPP Golkar. Usulan tersebut sebenarnya sudah dilayangkan sejak Bulan Juni lalu, namun hingga satu bulan lebih, usulan tersebut tak juga dikabulkan oleh DPP Golkar. Sedangkan, usulan beberapa pasangan calon kepala daerah untuk Pilkada kabupaten/kota lainya di Kalsel yang diusulkan DPD Golkar Kalsel bersamaan dengan usulan nama Haris-Yuni sudah lebih dulu diamini DPP Partai Golkar.

Golkar Banjarmasin Buka Pendaftaran, Hj Ananda Jadi Pendaftar ...

Hj Ananda kini berpeluang besar untuk di usung Golkar, setelah Harris Makke mulai ragu untuk terus maju (dok, kanal kalimantan)

Sebelumnya menurut Ketua Pemenangan Pemilu Kalimantan DPP Golkar, Bambang Heri Purnama, DPP Golkar masih menuntaskan pengkajian atas hasil survei. Ia juga menyatakan selain nama Haris-Yuni, nama Ketua DPD Golkar Banjarmasin, Hj Ananda juga menjadi salah satu nama yang masih digodok DPP Golkar bersama dengan nama yang diusulkan DPD Golkar Kalsel. Padahal, Duet Haris-Yuni usulan DPD Golkar Kalsel sebelumnya sudah mendapat sinyal dukungan kuat dari Ketua DPW PAN Kalsel, H Muhidin. Namun meski nasib duet Haris-Yuni yang saat ini berada di tangan DPP Golkar masih kabur dan bisa saja beralih ke nama lain, DPW PAN Kalsel ternyata masih tetap berniat berkoalisi dengan Golkar di Pilwali Banjarmasin mempertahankan kemesraan keduanya yang terjalin di Pligub Kalsel. Diketahui PAN sudah mengeluarkan rekomendasi kepada duet Ketua DPD Golkar Kalsel, H Sahbirin Noor dan Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk maju di Plgub Kalsel. Alih-alih menarik dukungan terhadap Golkar atau mengusung kadernya sendiri di Pilwali Banjarmasin karena Haris batal maju, Ketua DPW PAN Kalsel, H Muhidin menyatakan tetap akan berkoalisi dengan partai berlambang pohon beringin tersebut. Ia menyatakan kemungkinan tidak mengusulkan kader PAN, Hj Karmila Muhidin yang notabene merupakan puteri kandungnya dan sempat dikabarkan akan dijagokan PAN merebut kursi Wali Kota Banjarmasin. “Mungkin Mila (Hj Karmila Muhidin) tidak jadi maju. Jadi kemungkinan Nanda (Hj Ananda) yang akan diusung. Kalau Nanda diusung Golkar maka PAN akan ikut mengusung,” kata H Muhidin dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Senin (10/8/2020). Dukungan PAN tentu menjadi dambaan setiap pasangan calon yang berniat maju di Pilwali Banjarmasin, pasalnya dari hasil Pemilu Serentak Tahun 2019 lalu PAN berhasil menjadi pemenang Pemilu dengan raihan sembilan kursi, terbanyak di Parlemen Kota Banjarmasin. H Muhidin juga mengemukakan dari alur komunikasi politik yang dilakukannya belakangan, potensi koalisi tak hanya terbatas pada Golkar-PAN, tapi juga PKS. Selain menyebut nama Nanda, H Muhidin juga mengakui dalam komunikasi politik muncul pula nama kader PKS, Musaffa Zakir. “Mungkin permintaan PKS, kalau PKS ikut mendukung. Kan PKS mendukung nih. Nama kalau tidak salah Musaffa dan Nanda. Yang pasti tiga dulu (Golkar, PAN, PKS),” kata H Muhidin. Meski nama kadernya disebut, Sekretaris DPW PKS Kalsel, Awan Subarkah belum memberikan konfirmasi saat coba dihubungi Banjarmasinpost.co.id. Namun, jika koalisi ini benar terbentuk, maka modalnya kuat menghadapi Pilwali Banjarmasin dengan total gabungan enam kursi Golkar, sembilan kursi PAN dan lima kursi PKS di Parlemen Banjarmasin. Sedangkan di poros Petahana Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina makin mantap menggandeng birokrat Pemko Banjarmasin, Ariffin Noor yang keduanya juga sudah mendapatkan tiket untuk mendaftar ke KPU dengan dukungan dari Partai Demokrat dan PKB dengan total sembilan kursi parlemen Banjarmasin. Belum ada kepastian apakah akan muncul poros ketiga di Pilwali Banjarmasin, pasalnya partai dengan kekuatan politik besar lainnya di Banjarmasin yaitu PDIP dan Partai Gerindra yang masing-masing memiliki lima dan enam kursi Parlemen Banjarmasin belum menentukan jagoannya di Pilwali Banjarmasin. Sekretaris DPD PDIP Kalsel, M Syaripuddin dan Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Nor menyatakan pihaknya juga masih menunggu keputusan dari DPP masing-masing terkait arah dukungan di Pilwali Banjarmasin Desember mendatang.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Haris Makkie Dikabarkan Batal Maju, Muhidin Pilih Tetap Mesra Dengan Golkar di Pilwali Banjarmasin)

Berita ini sudah dilihat 178 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 116
  • Page views today : 138
  • Total visitors : 528,317
  • Total page view: 1,111,731