Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Harga Kantal di Tabalong Melonjak Akibat Perang Harga Pengumpul

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 438,664 kali

Perang harga antar pengumpul, membuat harga karet ikut terkerek naik (dok, apahabar.com)

BêBASbaru.com, TABALONG – Seminggu terakhir ini petani karet di Tabalong sumringah, penyebabnya adalah naiknya harga kantal atau karet ditingkat pengecer. Dari pantauan langsung bebasbaru.com di lapangan, kenaikan ini dipicu dengan makin banyaknya para pengumpul yang membeli langsung ke tangan petani sehingga terjadilah perang harga.

“Kamis (3/12/2020) hingga Sabtu (5/12/2020) kemarin harga khususnya di daerah Tanta dan sekitarnya, sudah naik bervariasi, ada yang 9.000 per 1 kilogram, ada juga yang 10.000 per kilogram, tergantung dari kualitas karet yang di jual para petani,” ungkap seorang pengumpul pada bebasbaru.com.

Apabila menyadapnya pagi atau baru sehari, maka harganya sekitar 9.000 an, tapi apabila satu minggu lebih, maka 10 ribuan, namun kalau bercampur dengan daun atau kulit pohon karet, bisa saja lebih murah di angka di bawah 9 ribuan, lanjut pengumpul itu lagi.

Namun, akibat tingginya curah hujan dan hampir setiap hari terjadi, petani karet justru mengaku tak bisa menyadap karetnya. “Kalau hujan, apa boleh buat saya tak bisa menyadap karet dan akan ke sawah, kebetulan kalau musim penghujan, saatnya musim tanam,” ungkap Ulul (38), warga Tanta.

Selain di Kecamatan Tanta, beberapa kecamatan yang ada di Tabalong juga mengalami lonjakan harga karet yang bervariasi. Sehingga ini berimbas positif bagi perrekonomian di Tabalong.

“Harus kita akui, bukan perusahaan tambang, sawit atau pun perusahan semen yang menggerakan ekonomi kerakyatan di Tabalong. Tapi harga karet lah yang jadi penggerak utama, makanya sangat disayangkan kalau sampai Pemkab Tabalong tidak merespon karet-karet yang sudah tua milik petani, misalnya membantu bibit yang berkualitas serta menerjunkan PPL, untuk berikan edukasi cara menanam karet yang baik. Sebab banyak petani mengeluh, karet yang siap panen malah banyak yang mati akibat di makan jamur,” ungkap H Masruddin, pengamat Sospol Tabalong.

Sumber: bebasbaru.com

Berita ini sudah dilihat 453 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA