Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Hanya diberi Sembako+200 Ribu, Tak Sepadan dengan Rumah Rusak Akibat Blasting Batubara di Pantai Cabe Tapin

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 407,495 kali

Musliadi warga Pantai Cabe, tunjuk dinding yang retak di rumahnya akibat blasting pertambangan (dok, Ist-Bpost)

BệBASbaru.com, TAPIN – Pertambangan batubara secara terbuka sangat banyak berdampak buruk bagi lingkungan, apalagi kalau menggunakan bahan peledak atau blasting.

Musliadi adalah seorang warga yang berada di dalam lingkup pertambangan batubara sangat khawatir  rumahnya akan roboh akibat blasting tersebut.

Dia mengaku bingung mengadukan permasalahan dinding rumahnya yang retak-retak di sejumlah bagian dan khawatir rumahnya roboh. Lingkungan tempat tinggal di Desa Pantai Cabe, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, terdiri dari 15 Rukun Tetangga (RT) dan 3 Rukun Warga (RW).

Warga RT 9 RW 2 tu mengaku, kondisi dinding rumah retak dialami hampir semua warga desa. Dia menduga retaknya dinding rumahnya dan rumah tetangga sekitarnya akibat dari getaran daya ledak aktivitas Blasting di Tambang.

Musliadi mengaku sudah berkonsultasi dengan memberi kuasa dengan pengacara di Kota Banjarbaru.  Sayangnya, pengacara itu meninggal dunia sehingga upaya warga untuk remediasi dengan pihak perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya tertunda hingga kini.

“Kami ini warga biasa yang tidak punya kemampuan menyampaikan permasalahan, sehingga meminta bantuan pengacara di Kota Banjarbaru,” ujarnya. Sementara itu, Kades Pantai Cabe Riyono saat dikonfirmasi, mengaku, pertemuan dengan perusahaan itu sudah terjadi dan warga yang terdampak ada di tiga RT di lingkungan RW 1.

“Warga terdampak blasting mendapatkan tali asih dari perusahaan berupa sembako dan uang Rp 200.000 per kepala keluarga,” katanya. Peledakan (blasting) adalah salah satu dari beberapa teknik yang digunakan dalam melakukan penambangan.

Warga Desa Pantai Cabe, khususnya di lingkungan rumah tinggal kepala desa, sebelumnya mengalami dampak serupa. Mereka berharap dalam pelaksanaan blasting hendaknya menentukan jarak aman ledakan agar tak membuat retak rumah warga di Desa Pantai Cabe.

“Lingkungan RT 1, 2 dan 3 di RW 1 ini memang paling dekat dengan lokasi blasting. Cuma, warga di RW 2 dan RW 3 juga ingin mendapatkan ganti rugi,” sebutnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Warga Pantai Cabe Kabupaten Tapin Ini Khawatir Rumahnya Roboh Akibat Blasting di Tambang)

Berita ini sudah dilihat 180 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 6
  • Page views today : 8
  • Total visitors : 553,448
  • Total page view: 1,139,868