Connect with us
Update Now

Politik

Haji Denny Sukses Balik Prediksi, Karena hasil 5 Tahun Petahana Tak Maksimal

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 465,215 kali

Langkah Haji Denny banyak di apresiasi warga Kalsel, dengan jargon 'kada baduduitan' (dok, apahabar.com)

BệBASbaru.com, POLITIK – Jauh hari sebelum Pilgub Kalsel 2020, banyak yang memprediksi calon petahana tak punya lawan, karena petahana dianggap komplet dan punya segalanya. Bahkan pendukungnya banyak yang ‘pongah’ dan mengatakan, sudah menang sebelum bertanding setelah Muhidin dipilih sebagai Cawagub, melihat saingannya hanya Denny Indyarana, yang relative tak begitu ‘menggigit’ di Kalsel.

Pasangan calon Pilkada Provinsi Kalimantan Selatan Denny Indrayana-Difriadi sejauh ini mengimbangi perolehan suara Sahbirin Noor-Muhidin. Pengamat menilai Denny punya amunisi mujarab hingga bisa menandingi Sahbirin yang merupakan calon petahana.

Peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa mengatakan bahwa Denny selama ini mengamati kinerja petahana selama menjabat yang pencapaiannya kurang maksimal. Kemudian dia kemas sebagai amunisi di masa kampanye.

“Saya lebih melihat pasangan ini berhasil melihat beberapa kinerja incumbent yang pencapaiannya mungkin kurang maksimal, untuk kemudian dikemas menjadi amunisi kampanyenya,” kata Ardha, Sabtu (12/12).

Menurut Ardha, selama menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Selatan periode 2016-2021, kepuasan terhadap kinerja Sahbirin Noor memang tidak tergolong tinggi. Hingga kemudian, Denny memanfaatkan itu untuk menarik simpati masyarakat.

“Mungkin celah ini yang berhasil dimanfaatkan Denny,” kata Ardha.

Perolehan suara Denny-Difriadi dan Sahbirin-Muhyidin cenderung ketat. Baik di quick count atau hitung cepat, maupun Sirekap KPU yang masih berjalan.

Di hitung cepat Charta Politika, Sahbirin-Muhyidin memang meraih suara lebih besar, yaitu 50,43 persen. Namun, tidak berbeda jauh dengan Denny-Difriadi yang meraih 49,57 persen.

Hitung cepat versi Indikator Politik pun demikian. Suara Sahbirin-Muhyidin sebesar 50,23 persen, sementara Denny-Difriadi 49,57 persen. Hanya beda tipis.

Dalam Sirekap KPU yang masih berjalan, Denny-Difriadi yang unggul perolehan suara, yakni sebesar 50,8 persen. Beda tipis dari Sahbirin-Muhidin dengan 49,2 persen.

Data tersebut diambil dari Sirekap KPU berdasarkan 55 persen suara masuk atau per pukul 18.00 WIB, Sabtu (12/12).

Denny Indrayana, lanjut Ardha, juga memiliki nama besar berkat riwayat jabatannya selama ini. Denny pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan masa jabatan 2011-2014.

Selain itu Denny juga pernah menjadi salah satu kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi di sidang sengketa Pilpres 2019. Hal tersebut yang membuat nama Denny melejit.

“Tentu hal ini bukan satu-satunya faktor, tapi setidaknya membantu pasangan Denny-Difriadi untuk lebih mempercepat meningkatkan pengenalannya kepada masyarakat,” ucap Ardha.

Sumber: CNNIndonesia.com dan berbagai sumber (dengan judul: Amunisi Mujarab Denny Indrayana Lawan Petahana di Kalsel)

Berita ini sudah dilihat 344 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga