Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Guru Bantu Murid yang Tak Punya Handphone, Tiap Hari Ambil Tugas Lalu Besoknya Dikumpul

Diterbitkan

pada

Guru di MAN Tanah Laut sedang mengajar online (dok, Kemenag Kalsel)

BêBASbaru.com, TANAH LAUT  – Kegiatan belajar mengajar secara daring saat ini memang menjadi pilihan yang tak terhindarkan menyusull berkepanjangannya pandemi corona virus diseases (covid-19). Pemerintah pusat bahkan telah menyarankan pihak sekolah melaksanakan pelajaran jarak jauh tersebut. Di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pun cukup banyak sekolah yang menerapkan kegiatan belajar tanpa tatap muka tersebut. Terutama sekolah unggulan (favorit) maupun sekolah lainnya yang kuat jaringan sinyalnya. Meski begitu, pelaksanaan belajar mengajar secara daring tak seluruhnya terlaksana seratus persen. Pasalnya hampir di tiap sekolah ada saja pelajar yang berasal dari keluarga ekonomi lemah sehingga tak memiliki handphone android. Padahal sistem pelajaran jarak jauh mutlak memerlukan perangkat gawai tersebut. Pasalnya tugas-tugas yang diberikan banyak yang melalui grup percakapan sosial dan sebagian tugas yang diberikan mesti dicari atau googling di internet. Di SMPN 1 Pelaihari yang notabene sekolah lanjuan jenjang pertama favorit di Pelaihari pun juga tak semua muridnya dapat mengikuti pelajaran secara daring tersebut. “Ada lima orang murid kami yang tak dapat mengikuti pelajaran daring,” sebut Kepala SMPN 1 Pelaihari Jaka Sarjana, Jumat (31/7/2020). Kelima murid tersebut yakni dua orang murid kelas tujuh, dua orang murid kelas delapan, dan satu orang murid kelas sembilan. Penyebabnya, lanjut Jaka, dikarenakan faktor ekonomi dan ketiadaan sinyal. “Tiga orang murid kami tak punya handphone android karena berasal dari keluarga kurang mampu. Lalu dua orang lagi karena di tempat tinggalnya susah sinyal,” paparnya. Dua orang muridnya yang susah sinyal tersebut, jelasnya, berdosimili cukup jauh dari Kota Pelaihari yakni di Kecamatan Panyipatan. “Kalau HP Android mereka punya, cuma tak bisa digunakan karena tidak ada sinyal,” tandas Jaka. Terhadap lima orang muridnya yang terkendala mengikuti kegiatan pelajaran daring tersebut, pihaknya memberi kebijakan atau permakluman. “Caranya, mereka tiap hari ke sekolah mengambil tugas dari guru. Keesokan harinya menyerahkan hasil tugas sekaligus mengambil tugas baru. Begitu seterusnya,” sebutnya. Labih lanjut ia menuturkan jumlah muridnya saat ini sekitar 500 orang. Rinciannya, kelas tujuh sekitar 169 murid, kelas delapan sekitar 209 murid, dan kelas sembilan sekitar 170 murid. Sedangkan jumlah guru sebanyak 35 orang.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Murid Tak Punya Handphone untuk Belajar Daring, SMPN 1 Pelaihari Lakukan Kebijakan ini)

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 39
  • Page views today : 46
  • Total visitors : 504,076
  • Total page view: 1,081,681