Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Golkar Di Kalsel Selalu Pilih yang Peluang Menangnya Besar Bagian 1: Di Banjarmasin Nama Incumbent Tak Ikut Disodorkan!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 435,384 kali

SAHIBAR BANUA – Sejak era reformasi, Partai Golkar selalu mengusung kandidat yang memiliki kans menang, tak perduli yang diusung itu bukan kader sendiri. Kini, Sejumlah nama kandidat hasil penjaringan DPD Golkar Kalsel untuk Pilkada 2020, kabarnya sudah disetor ke DPP Golkar guna dimintakan rekomendasi. Baik untuk Pilgub Kalsel hingga Pilkada di kabupaten/kota. Di antara sejumlah nama yang beredar, kejutan terjadi di sejumlah daerah! Informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, hasil penjaringan Golkar Kalsel tersebut telah rampung dan disampaikan ke DPP Golkar pada tanggal 7 Februari 2020 lalu. Dari sejumlah nama yang disampaikan, ada yang sudah sepaket dengan pasangan tapi ada pula yang hanya calon kepala daerahnya saja. Begitupun, dari 7 kabupaten/kota plus Provinsi yang menggelar Pilkada, ada satu daerah yang masih kosong alias belum ditetapkan jago dari Partai Golkar. Sebagaimana diketahui, Partai Golkar sebelumnya telah membuka pendaftaran terkait kandidat calon yang diusung di Pilkada. Untuk pendaftaran sendiri, sudah ditutup beberapa waktu lalu. Sebagai salah satu partai besar di Kalsel, tentu saja banyak kandidat yang melamar untuk bisa diusung oleh partai berlambang pohon beringin ini. Untuk Pilgub Kalsel, sebagaimana diketahui Golkar sebelumnya hanya mengusung incumbent Gubernur Kalsel yang juga Ketua DPD I Golkar, H Sahbirin Noor. Namun dalam laporan hasil penjaringan ke DPP, belum disampaikan calon pendamping Paman Birin. Dalam hal ini, Golkar Kalsel hanya menyampikan sejumlah kandidat yang sebelumnya mengajukan sebagai pasangan calon incumbent. Mulai dari Gusti Iskandar (Golkar), Abdul Wahid (Golkar), Rosehan NB (PDIP), Sofwat Hadi (Mantan DPD), Gusti Sahyar (tim ahli), dan H Muhidin (Ketua PAN Kalsel). Dengan diusungnya Sahbirin sebagai calon tunggal Golkar, otomatis bisa ditebak bahwa rekomendasi DPP Golkar kedapan tentunya akan turun kepada incumbent. Yang menarik, adalah sejumlah nama-nama calon wali kota/wakil wali kota atau bupati/calon wakil bupati yang kabarnya disampaikan ke DPP untuk direkomendasi. Sebab beberapa nama yang muncul, di luar dari perkiraan sebelumnya. Di antaranya adalah kandidat calon Wali Kota dan Wakil Walikota Banjarbaru. Dari informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, yang diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi malah pasangan incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan. Bukan kubu penantang, yang selama ini dijagokan untuk mendapatkan ‘surat sakti’ DPP Golkar, yakni pasangan Aditya Mufti Arifin-AR Iwansyah. Kejutan, karena AR Iwansyah merupakan Ketua DPD Golkar Banjarbaru yang di atas kertas memiliki akses rekomendasi lebih besar. Sedangkan Nadjmi, meskipun masih tercatat sebagai kader, tapi hanya memegang posisi di organisasi sayap partai. (Lihat Tabel: Kabar Nama-nama Kandidat Calon di Pilkada yang Diusung Golkar Kalsel, Red). Maka dalam surat yang disampaikan DPD Golkar ke DPP, posisi Nadjmi di Golkar disebutkan juga sebagai kader. Jadi bukan non kader! Apa yang menjadi pertimbangan DPD Golkar Kalsel memilih Nadjmi-Jaya, tak disebutkan dengan rinci. Namun merujuk pada kans dan elektabilitas pasangan, tentunya menjadi salah satu pertimbangan mutlak atas usulan rekomendasi tersebut.
Sumber: Kanalkalimantan.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 264 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA