Connect with us
Update Now

Dunia

Gerakan Demo Mahasiswa dan Anak Muda di Thailand Makin Panas dan Terus Berlanjut

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 218,472 kali

Didominasi dan dipimpin langsung unsur Mahasiswa, demo di Thailand makin panas dan menyebar ke beberapa kota di negara itu (dok, beritasatu.com)

BêBASbaru.com, DUNIA-BANGKOK – Aksi unjuk rasa menentang pemerintah di Bangkok ibu kota Thailand makin panas, usai tiga aktivis yang memimpin gerakan pro-demokrasi ditangkap. Hampir setiap hari demonstrasi terjadi di Thailand selama sebulan terakhir. Kelompok-kelompok yang dipimpin mahasiswa mengecam Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha.

Parit Chiwarak seorang pemimpin mahasiswa terkemuka yang dibebaskan sehari setelah penangkapannya pada Jumat malam (14/8/2020), berjanji akan turun lagi ke jalan menuntut reformasi birokrasi serta minta perubahan konsitusi UU Monarki yang telah memberikan kekuasaan tak terbatas bagi Raja dan keluarganya, termasuk soal keuangan kerajaan yang tak transparan.

“Kami tidak akan mengecewakan kalian,” katanya pada massa pendukung di luar kantor polisi setelah dia dibebaskan, dikutip dari AFP. Penggelar unjuk rasa berharap ada ribuan orang yang berpartisipasi, sedangkan ratusan personel polisi terlihat di lokasi sebelum dimulainya demonstrasi. Para pengunjuk rasa sebagian terinspirasi oleh demo di Hong Kong, dan mengklaim mereka tidak dipimpin siapa pun. Sebagian besar menyebut ajakan di media sosial menggerakkan mereka untuk turun ke jalan.

Tagar “Beri batas waktu untuk kediktatoran” dan “Tag teman Anda untuk protes” mulai jadi trending topic pada Minggu pagi di Twitter Thailand. Para demonstran menuntut perombakan pemerintah dan penulisan ulang konstitusi bernaskah militer 2017, yang mereka yakini berperan besar dalam kemenangan partai Prayuth di pemilu tahun lalu. Unjuk rasa pekan lalu dihadiri sekitar 4.000 demonstran.

Mereka juga menyerukan penghapusan UU yang melindungi monarki Thailand, dan meminta peran lembaga kerajaan di Thailand dibuka blak-blakan. Raja Maha Vajiralongkorn yang kaya raya duduk di singgasana kerajaan Thailand, diapit oleh militer dan elite bisnis miliarder kerajaan. Di bawah Undang-undang “112”, terpidana dapat dihukum hingga 15 tahun penjara untuk setiap dakwaan.

Tumbuh kekecewaan AFP mewartakan, aksi yang dilancarkan gerakan pro-demokrasi memicu kemarahan kubu pro-royalis. Pada Minggu (16/8/2020) sekitar 50 pendukung pro-royalis membawa potret raja berkumpul di Monumen Demokrasi – tempat yang sama di mana unjuk rasa anti-pemerintah akan berlangsung kemudian. “Hidup raja!” teriak para royalis yang mengenakan kemeja kuning, warna simbol raja.

Sehari sebelum penangkapan Parit, Prayuth mengatakan tuntutan para demonstran “tidak dapat diterima” di mayoritas negara, dan menyebut gerakan pro-demokrasi “berisiko”. Dia kemudian coba mendinginkan suasana dalam pidato yang disiarkan televisi, dengan menyerukan persatuan dan mengatakan “masa depan milik kaum muda.

“Kekecewaan besar juga meliputi rakyat Thailand, seiring terjadinya periode ekonomi terburuk sejak 1997 akibat pandemi virus corona. Jutaan orang kehilangan pekerjaan, dan krisis telah membuat jurang kesetaraan ekonomi semakin jauh, yang dianggap menguntungkan kalangan elite serta pro-militer

Sumber: Kompas.com dan berbagai sumber (dengan judul: “Tiga Aktivis Ditangkap, Demo di Thailand Makin Panas”)

Berita ini sudah dilihat 17,077 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 73
  • Page views today : 75
  • Total visitors : 544,310
  • Total page view: 1,129,324