Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Geger Corona: Belum Ada Niat Evakuasi Mahasiswa Indonesia Termasuk Asal Kalsel di Cina

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 457,758 kali

Sahibar Banua – Geger wabah corona di Cina atau Tiongkok dan kini menyebar ke seluruh dunia, membuat banyak orang tua di Indonesia yang was-was. Sebab sangat banyak mahasiswa yang berkuliah di negeri asal epedemi corona ini, termasuk mahasiswa asal banua / Kalsel. Namun pemerintah malah ada niat untuk evakuasi para mahasiswa ini, dengan berbagai alasan. Menurut Menkopulhukam Mahfud MD, Tindakan darurat yang diatur dalam peraturan perundangan itu belum masuk ke situ, tahapnya baru di 1,” jelasnya. Mahfud mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menanggapi pemberitaan yang tidak benar soal virus 2019-nCoV itu. Mahfud menegaskan sampai saat ini belum ada satu pun yang terpapar virus jenis Novel itu di Indonesia. “Jadi masyarakat supaya tenang di Indonesia belum ada kasus satu pun di Indonesia, semua yang berita-berita itu tidak, tidak benar bahwa itu Corona bahwa ada orang harus diperiksa karena demam dan macam-macam itu ya. Tapi belum ada indikasi bahwa itu Corona. Jadi untuk Indonesia secara wilayah aman,” ujarnya. Mahfud juga menuturkan belum ada rencana mengevakuasi para WNI di China. Sebab, katanya, beberapa negara lain juga belum mengevakuasi warga negaranya. “Evakuasi belum, belum dipikirkan karena belum ada negara lain pun yang evakuasi. Baru Jepang dia bilang, tapi sampai hari ini tadi belum (Jepang) cuma rencana-rencana aja,” tuturnya. Sebelumnya, virus Corona yang bermula di Kota Wuhan, berdampak pada isolasi yang diterapkan pemerintah setempat. Tak terkecuali Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Negeri Tirai Bambu itu. Informasi yang berhasil didapat Kanalkalimantan.com, terdapat satu warga Kalimantan Selatan bernama Ayu Febriyani, yang diketahui tengah menempuh studi D3 Bisnis Internasional di Jiangsu Institute of Commerce di Nanjing China. Kendati lokasinya jauh dari asal mula virus Corona di Wuhan, nyatanya kota ini juga terdampak virus ini. Dihubungi melalui video call, Feby -sapaan akrabnya- mengatakan situasi di Nanjing saat ini masih kondusif, kendati kota ini berjarak cukup jauh dari Wuhan, di mana virus Corona ini berasal. Saat ini saja, diduga 7 orang di Nanjing suspect virus Corona. “Belum ada korban meninggal di Nanjing. Terus juga di sini kehabisan masker, toko-toko tutup karena lagi Imlek,” kata Feby saat dihubungi, Senin (27/1/2020) siang. Feby mengatakan dirinya saat ini tengah berada di asrama, karena pemerintah setempat melarang masyarakat untuk bepergian ataupun beraktivitas di luar rumah. Apalagi pergi meninggalkan China. “Jadi aku tinggal di asrama saja, mungkin selama dua minggu. Kalau ke luar harus pakai masker dan jaket yang tebal, pokoknya tidak boleh bersentuhan sama orang lain,” tambah Feby. Feby pun mengaku was-was, apalagi persebaran virus Corona cukup cepat. Kendati demikian, Kedutaan Besar RI di Beijing telah bergerak melakukan pendataan dengan membuat grup di aplikasi WeChat. “Diminta data diri buat yang masih tinggal di Nanjing terutama di lingkungan kampus,” sebutnya. Lalu, Feby mengungkapkan KBRI Beijing telah mengirimkan stok masker dan hand sanitizer kepada mahasiswa yang terjebak di China. “Soalnya toko-toko di sini semuanya tutup,” tuturnya. “Bantu doa saja ya agar selamat,” pungkas Feby. Sementara orangtua dari Feby, Ririe mengaku khawatir dengan kasus merebaknya virus Corona di Negeri Tirai Bambu itu. Apalagi, anaknya tidak bisa ke mana-mana lantaran pemerintah setempat melarang masyarakat ke luar ruangan.
Sumber: Kanalkalimantan.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 160 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis