Connect with us
Update Now

Politik

Gebyar Pemilu 2019 Bagian VI: Ongkos Logistik Caleg DPRD Kabupaten Lebih Mahal Daripada Propinsi & DPR RI..???

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 233,912 kali

Pemilu Legislatif memang menyajikan pertarungan politik yang sangat keras dan seru, kesiapan mental mutlak diperlukan. Tak siap maka lebih baik tak usah nyaleg, atau mending cukup jadi penggembira saja. Selain strategi yang mumpuni plus pengalaman matang, kesiapan logistik sangat diperlukan, tak ada ‘makan siang gratis’ semuanya pake biaya tak sedikit. Untuk kelas Kabupaten/Kota minimal Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta. Propinsi, minimal Rp600 juta sampai dengan 1 milyar atau lebih, sedangkan DPR RI rata-rata Rp5 milyar sampai dengan Rp10 milyaran… Inilah dunia politik kita…mahal dan melelahkan, belum lagi faktor non tekhnis, yakni kecurangan yang selalu mengintai para Caleg…!!!
——————————————————————————————————————- Ada yang unik dari pemilu ke pemilu, kenapa ongkos logistik caleg DPRD Kabupaten/Kota lebih mahal dibandingkan Caleg Propinsi atau Caleg DPR RI…??? Namun setelah di telusuri, sebetulnya tetap lebih banyak logistik caleg propinsi apalagi DPR RI, karena jangkauan yang sangat luas dibandingkan Kabupaten/Kota. Kita ambil contoh Kalsel, Caleg Propinsi Dapil 5 yang bertarung meliputi 3 Kabupaten, yakni Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Utara (kursinya lumayan banyak yakni 9 kursi DPRD Propinsi). Bandingkan Caleg Kabupaten Dapil 1 Tabalong, yang hanya 2 kecamatan saja, yakni Tanta dan Tanjung (7 Kursi DPRD Tabalong). Atau Caleg DPR RI Kalimantan Selatan 1 (Satu), yang meliputi 8 Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Tabalong, Balangan, HSU, HST, Tapin, HSS, Banjar dan Batola, padahal kursi yang diperebutkan hanya ada 6 biji saja, otomatis pertarungan akan sangat ketat dan mendebarkan. Dari penelusuran BeBASbaru, rata-rata Caleg Kabupaten menghabiskan logistik rausan juta rupiah, bahkan ada yang sampai milyaran. “Bohong kalau ada Caleg yang bilang hanya menghabiskan puluhan juta rupiah. Saya berani bilang caleg itu hanya pencitraan saja, kalau bilang puluhan juta. Tak ada yang murah saat mencaleg, begitu kita menyatakan maju sebagai Caleg, minimal 250 juta sampai 500 juta sudah harus siap, kalau ingin jadi Anggota Dewan,” ungkap seorang Anggota DPRD Tabalong yang tak mau namanya dikorankan. Politisi Partai Golkar yang kini nyalon DPD RI Dapil Propinsi Kaltim, H Mahyudin ST MM, menuturkan, Pemilu Tahun 2014 silam dia dan istrinya Hj Agata Suli, yang juga Anggota DPR RI, menghabiskan hampir Rp8 Milyar. Pria yang terkenal apa adanya ini menuturkan, malah ada kawan calegnya yang sudah habiskan lebih dari Rp10 Milyar justru gagal total.
“Mana ada jadi Caleg ga pake biaya, semua ada ongkosnya, makanya kalau ingin jadi caleg wajib siapkan logistik tak terbatas, itupun tak menjamin bisa langsung duduk. Perlu juga strategi khusus agar mampu raih suara sebanyak-banyaknya,” tambah Mahyudin lagi. Caleg DPRD Tabalong, H Masruddin mengungkapkan, untuk skala Tabalong, setiap caleg harus siap logistik minimal 300 juta atau lebih. “Angka itu juga tak menjamin, betul kata pa Mahyudin, duit banyak tapi strategi salah bisa saja ‘lucung’ tak jadi anggota dewan. Strategi ini hanya dimiliki Caleg-caleg petahana, tapi tentu saja caleg pendatang baru kalau mau cepat belajar juga akan sukses, ingat semua sudah digariskan oleh Allah SWT, kita manusia hanya menjalani saja,” ungkap Masruddin kembali sambil tersenyum. Masruddin menuturkan, dia tak pelit berbagi ilmu politik dengan sesama caleg di partainya, yakni Partai Demokrat. “Saya selalu sharring dengan kawan-kawan Caleg di PD, karena tujuan saya adalah agar PD tetap dapat Fraksi utuh di DPRD Tabalong, seperti Pemilu Tahun 2009 dan 2014 lalu,” ucap pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Tabalong ini.

Indepensi Media yang Rusak Karena Reuni 212
Ada perbedaan yang menyolok Pemilu Tahun 2019 dengan pemilu-pemilu sebelumnya, kalau dulu media massa bebas memuat setiap iklan para caleg dan juga parpol yang ingin beriklan. Kini KPU dan Bawaslu secara tegas memberikan batasan terhadap semua caleg dan juga parpol. Namun, yang paling parah adalah setelah Reuni Akbar 212 pada Minggu 2 Desember 2018 lalu, Kelihatan sangat banyak media massa nasional berpihak secara terang-terangan kepada pemerintah, menimbulkan kegeraman dari Capres 02 Prabowo Subianto. Menurut Prabowo, Saat Ini Banyak Media Massa Beritakan Kebohongan, Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto merasa, saat ini tengah terjadi upaya untuk memanipulasi demokrasi. Prabowo menyebut, ada pihak-pihak yang memiliki uang dan berupaya untuk menyuap seluruh lapisan masyarakat. Dari mulai partai politik hingga para pejabat. Sementara uang yang digunakan untuk menyuap itu, kata dia, berasal dari praktik korupsi. Namun, Prabowo tidak menyebut siapa saja pihak yang dimaksud dan memaparkan fakta soal tuduhannya. “Ada upaya, menurut saya, upaya besar untuk memanipulasi demokrasi di Indonesia. Dengan uang yang besar, uang yang didapat dari praktik yang tidak benar, kasarnya uang yang mereka dapat dari mencuri uang rakyat Indonesia,” ujar Prabowo saat berpidato pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12). “Dengan uang itu mereka mau menyogok semua lapisan bangsa Indonesia. Partai politik semua dibeli. pejabat-pejabat dibeli. Rakyat mau dibohongi,” kata Prabowo. Prabowo kemudian menuduh banyak media massa yang ingin mencuci otak masyarakat dengan memberitakan kebohongan. Namun, ia tidak menyebut nama media dan menjelaskan soal berita bohong yang dia maksud. “Rakyat mau dicuci otaknya dengan pers yang terus terang saja banyak bohongnya daripada benarnya,” kata dia. Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu mengkritik banyaknya media massa yang tidak memberitakan acara Reuni 212 yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Minggu (2/12) lalu. Ia juga mempersoalkan pemberitaan yang menyebut jumlah peserta Reuni 212 hanya mencapai sekitar 15.000 orang. Padahal, klaim Prabowo, peserta yang hadir mencapai 11 juta orang. “Tiap hari ada kira-kira 5 sampai 8 koran yang datang ke tempat saya. Saya mau melihat bohong apalagi nih. Saya hanya mau lihat itu. Kebohongan apalagi yang mereka cetak,” kata dia. “Dan puncaknya adalah kemarin hari minggu. Mereka menelanjangi diri mereka di hadapan rakyat Indonesia. Ada belasan juta mereka tidak mau melaporkan,” ucap Prabowo tanpa menjelaskan lebih jauh soal tuduhannya itu. Kemudian nada bicara Prabowo sempat meninggi. Bagi Prabowo, para wartawan yang tidak menyebut jumlah peserta reuni 212 adalah 11 juta orang, mereka tak berhak menyandang predikat sebagai jurnalis. Namun, dalam pidatonya, Prabowo tidak menjelaskan dari mana angka 11 juta orang tersebut. “Saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka lagi. Mereka hanya anteknya orang yang ingin hancurkan Republik Indonesia,” kata Prabowo.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, jurnalis mempunyai kebebasan untuk menentukan topik yang akan diangkat. Hal itu ia sampaikan menanggapi kegeraman Prabowo karena banyak media yang tak menjadikan aksi Reuni 212 menjadi berita utama. “Saya hanya bisa menjawab sebagai mantan jurnalis. Jurnalis punya kebebasan dan saya mantan pemimpin redaksi bebas menentukan topik apa yang mau diangkat sesuai dengan misi koran atau media yang saya pimpin,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12). Dia hanya menegaskan, topik yang diangkat itu harus memberikan edukasi kepada masyarakat. Berita yang diangkat juga menurutnya harus memberikan informasi yang benar. “Memberikan pendidikan kepada masyarakat. Yang kedua memberikan informasi yang benar dan tepat. Yang tiga memiliki misi mencerdaskan bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya menambahkan. Mengenai Prabowo yang menyebut wartawan tidak objektif terkait aksi 212, Bamsoet enggan mengomentari lebih lanjut. Dia mengembalikan soal itu kepada Prabowo. ệ

Berita ini sudah dilihat 52 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 291
  • Page views today : 316
  • Total visitors : 546,012
  • Total page view: 1,131,229