Connect with us
Update Now

Dunia

Gara-gara Ucapan Presidennya, Prancis Kini Siaga Tingkat Tinggi Terhadap Serangan Teror

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 241,790 kali

Terjadi aksi teror penusukan di depan Gereja Notre Dame, Prancis imbas dari ucapan Presiden Macron (dok, detiknews.com)

BêBASbaru.com, DUNIA-PARIS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis, Gerald Darmanin, menyebut bahwa lebih banyak serangan kemungkinan besar akan terjadi di wilayah Prancis, karena negara tersebut sedang terlibat dalam ‘perang melawan ideologi Islamis’.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (30/10/2020), hal ini disampaikan Darmanin setelah penusukan brutal yang menewaskan tiga orang di kota Nice, Prancis bagian selatan, pada Kamis (29/10) pagi waktu setempat. “Kita sedang berperang melawan musuh yang ada di dalam dan di luar,” ucap Darmanin dalam wawancara dengan radio lokal, RTL.

“Kita perlu memahami bahwa telah ada dan akan ada peristiwa lain seperti serangan mengerikan ini,” cetusnya. Pelaku penusukan di Gereja Notre-Dame di Nice disebut sebagai seorang imigran asal Tunisia yang tiba di Italia pada 20 September dan pergi ke Paris pada 9 Oktober lalu. Ketua jaksa anti-terorisme Prancis, Jean-Francois Ricard menyebut pelaku tiba di Nice pada Kamis (30/10) pagi waktu setempat, dengan menggunakan kereta api.

Dua orang ditemukan tewas di dalam gereja dengan kondisi leher digorok dan satu orang lainnya tewas dengan sejumlah luka tusukan. Otoritas Prancis tengah menyelidiki penyerangan brutal ini sebagai tindak pembunuhan dan percobaan pembunuhan terkait organisasi teroris — istilah umum di Prancis untuk menyebut kejahatan terorisme. Pelaku penyerangan diketahui tidak masuk radar intelijen Prancis sebelumnya.

Kepolisian Prancis mengidentifikasi pelaku bernama Brahim Aouissaoui. Pelaku kini dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit Prancis setelah ditembak polisi yang tiba di lokasi kejadian.

Penusukan di Nice ini terjadi saat Prancis menuai kecaman dunia terkait publikasi karikatur Nabi Muhammad. Beberapa waktu lalu, seorang guru di Prancis tewas dipenggal seorang pemuda asal Chechnya setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di dalam kelas saat membahas soal kebebasan berekspresi. Presiden Emmanuel Macron saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis itu, bersumpah akan memerangi ‘separatisme Islam’ di Prancis.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber (dengan judul: Mendagri Prancis Sebut Lebih Banyak Serangan Mungkin Akan Terjadi)

Berita ini sudah dilihat 4,476 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 20
  • Page views today : 25
  • Total visitors : 546,733
  • Total page view: 1,132,037