Connect with us
Update Now

Banjarbaru

Gara-gara Rapid Test Antigen, Penumpang Pesawat dari Kalsel Banyak Batal Berangkat

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 406,377 kali

Gara-gara tes antigen, banyak penumpang cancle penerbangan di Bandara Syamsudinoor (dok, ekbis)

BệBASbaru.com, BANJARBARU – Adanya kebijakan setiap penumpang yang mau naik pesawat terbang harus rapid tes antigen yang berlaku di beberapa daerah, berdampak pada penumpang yang mengurungkan niatnya bepergian di libur panjang akhir tahun.

“Semula saya mau pulang ke Banjarmasin tanggal 30 Desember ini. Tapi arena harga tiket naik dan ada rapid tes antigen yang biaya cukup mahal, Rp 250.000, saya akhirnya membatalkannya,” kata Muhammad, Senin (21/12/2020).

Lelaki yang bekerja di perusahaan swasta di Surabaya ini lebih memilih menyimpan uang yang ada, sambil menunggu harga tiket dan rapid test tersebut kembali turun. Terpisah, Sekretaris DPD Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Kalsel, Hj Siti Aisyah, mengakui menjadi masalah baru baru pelaku travel di daerah.

“Pemberlakuan rapid antigen membuat semua yang  berpergian juga maskapai, apalagi travel menjadi masalah baru. Banyak orang yang membatalkan berangkat, hanya karena rapid antigen,” katanya.

Ditambahkan owner Camesa Tour & Travel di Banjar Indah Permai Banjarmasin ini, permasalahannya disamping keterbatasan klinik, juga karena mahalnya biaya rapid antigen tersebut berkisar Rp 250.000 sampai Rp 350.000. “Belum lagi masa berlaku tes rapid antigen hanya tiga hari dan harus rapid ulang lagi,” tegasnya.

Ada rapid tes antigen, ada calon pelanggannya yang mau berangkat satu keluarga ke Labuan Bajo di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kemudian, menjadi ragu berangkat.

“Sementara untuk amannya, kami sebagai pelaku travel, tetap selalu monitor dan menyampaikan kepada pelanggan dengan dengan baik-baik agar  tetap berangkat menggunakan rapid test biasa yang dinamakan rapid antibody karena belum ada surat edaran menggunakan rapid tes antigen,” katanya.

Nantinya, lanjut Aisyah, bila di bandara internasional sudah surat edaran harus Rapid Test Antigen, bisa dilakukan. Karena ada beberapa bandara internasional sudah sediakan klinik untuk Rapid Test Antigen.

Ditambahkan Aisyah, sepengetahuannya, daerah yang menerapkan Tes PCR bagi calon penumpang pesawat adalah Bali dan rapid antigen DKI Jakarta. “Kalau di Bandara Internasional Syamsudin Noor, masih menerapkan rapid tes biasa saja,” ungkapnya.

Di kesempatan itu, Aisyah juga bercerita, adanya penumpang membatalkan berangkat dihadapkan dengan permasalahan bagi travel. “Penumpang minya refund tiket, karena pembatalan terbang, sementara pihak maskapai juga belum mengeluaran SE Refund full,” ujarnya.

Terpisah, Area Manager Lion Air Group Kalsel-teng, Agung Purnama, mengakui diberlakukannya Rapid Test Antigen sangat berpengaruh sekali dengan jumlah penumpang. “Banyak di antaranya melakukan pembatalan keberangkatan. Harapan kami adalah jika ada peraturan baru jika bisa sdh di informasikan minimal satu bulan sebelumnya, sehingga kami bisa menyosialisasikan kepada pihak penumpang,” ujarnya.

Dijelaskan Agung, jika merunut aturannya sudah di berlakukan sejak tanggal 19 Desember 2020. “Namun surat edarannya baru kami terima kemarin,” pungkasnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Diberlakukan Rapid Test Antigen, Calon Penumpang Pesawat dari Kalsel Banyak Batal Berangkat)

Berita ini sudah dilihat 378 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 78
  • Page views today : 83
  • Total visitors : 553,409
  • Total page view: 1,139,814