Connect with us
Update Now

Headline

Gara-gara Ludahi Mangkok Bakso Ketahuan Pedagang Pakai Penglaris, Penjualnya Segera di Tes Korona

Diterbitkan

pada

Viral penjual bakso ludahi mangkok, katanya untuk penglaris (dok, tribunnews)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Pedagang bakso cuanki di Kembangan, Jakarta Barat, mengakui meludahi mangkuk untuk penglaris. Pakar budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut praktik penglaris itu biasa digunakan para pedagang. Lantas apa ciri-cirinya? “Ada kan kalau kita makan di warungnya enak banget, tapi kalau (makanan) dibawa pulang, rasanya hambar. Itu salah satu cirinya,” kata dosen Jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Abdul Jawat Nur, kepada detikcom, Jumat (26/6/2020). Jawat menyebut praktik meludahi makanan sudah lama digunakan. Meski begitu, Jawat tidak mau menyebut daerah mana saja yang melakukan praktik ini. “Saya tidak bisa tunjuk daerahnya ya. Banyak pedagang makanan yang menggunakan mantra penglaris,” terangnya. Jawat menceritakan ada juga praktik pengobatan menggunakan ludah.

Penjual bakso sempat diamankan dan akan di tes korona (dok, waspada online)

Dia menyebut ludah dari tokoh atau yang disebut guru itu digosokkan ke kedua tangannya lalu diusapkan ke pasien yang sakit. Dia menyebut penggunaan mantra sudah lama dikenal di Indonesia. “Mantra itu macam-macam. Sebelum agama masuk ke Indonesia, bangsa kita sudah punya mantra. Mereka percaya pada hal-hal yang metafisik di luar kemampuan manusia, dan mereka meminta bantuannya melalui mantra,” jelasnya. Sebelumnya diberitakan, video pedagang bakso meludahi mangkuk itu sempat viral di media sosial. Dalam video, terlihat gerakan wajah pelaku mendekat ke mangkuk yang dinarasikan bahwa pelaku meludahi mangkuk pembeli. Saat dimintai klarifikasi polisi, pedagang bernama Windra Suherman itu akhirnya mengakui meludahi mangkuknya. Dia mengaku mendapatkan perintah dari guru spiritualnya untuk penglaris. “Pelaku meludahi mangkuk bakso tersebut sesuai dengan amalan/ajaran yang dipelajari pelaku dari gurunya yang bernama Joko (guru spiritual/dukun) pada saat berada di kampungnya, daerah Jawa Barat, kurang-lebih 1 minggu yang lalu,” kata Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan saat dihubungi detikcom, Jumat (26/6).

Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 237
  • Page views today : 264
  • Total visitors : 505,600
  • Total page view: 1,083,492