Connect with us
Update Now

Banjarbaru

Gara-gara Korona Orang Stres Makin Meningkat

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 112,598 kali

Banyak yang stres di masa pandemi korona, RSJ Sambang Lihum siap mengobati (dok, koranbanjar.net)

BêBASbaru.com, BANJARBARU – Dampak dari Covid-19 ini bukan hanya kesehatan fisik namun kesehatan jiwa pun bisa terguncang. Dan fenomena orang “stres” ini meningkat.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Siti Khalimah, mencatat sudah ada 277 ribu orang sampai bulan Juni  jumlah gangguan orang dengan gangguan jiwa.

“Angka ini mengalami lonjakan yang sangat tinggi jika dibandingakan dengan tahun lalu. Di mana pada tahun 2019 lalu angkanya hanya mencapai 197 ribu orang,” tandas Khalimah saat menghadiri Hari Kesehatan Jiwa 2020 di RSJD Sambang Lihum, Sabtu (10/10/2020).

Staf Ahli Menteri Kesehatan, Kuat Sri Hudoyo yang juga hadir dalam acara itu menyebut, di tengah kondisi pagebluk, tak bisa dipungiri tingkat stres begitu tinggi yang berdampak dengan gangguan jiwa seseorang.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, dr Siti Khalimah (dok, tribunnews.com)

 

“contoh, dengan kondisi ekonomi sekarang banyak yang di rumahkan. Sehingga akan memicu stres hingga depresi. Contoh lain sebutnya adalah pada saat pembelajaran siswa sekolah melalui online sekarang. Tak hanya siswa, orang tua pun sebutnya akan mengalami stres ketika tak bisa memahami pelajaran. Kami akui permasalahan kesehatan jiwa mengalami peningkatan. Melalui aplikasi online ini, kami harap masyarakat bisa mengaksesnya untuk konseling,” cetusnya.

Hal senada diutarakan oleh direktur RSJ Sambang Lihum, Dharma Putra, menjelaskan bahwa ampak dari Covid-19 ini bukan hanya kesehatan fisik.

Namun kesehatan jiwa pun bisa terguncang seperti siswa yang beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh, pekerja yang mata pencahariannya terancam, belum lagi mengelola kesedihan karena kehilangan orang yang dicintai karena Covid-19

“Oleh Karena itu seharusnya dimasa pandemi seperti ini kita bisa melakukan pengobatan secara virtual saja namun nyatanya kita masih banyak ketinggalan terutama untuk pelayanan virtual. Kita masih tertinggal dengan rumah sakit jiwa di Pulau Jawa,” kata Dirut RSJ Sambang Lihum Dharma Putra.

Menurutnya, dengan pengobatan secara virtual, maka risiko tertular Covid-19 bisa dicegah, maka dari itu disiapkan pelayanan dan pengobatan virtual.

“Aplikasi akan membantu untuk konsultasi dan dijaga kerahasiaannya,” tegasnya. ika diperlukan langkah selanjutnya, katanya, silakan datang ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. “Pengobatan virtual ini kita mulai hari ini dan kita sudah punya ruangan dan jaringan yang kuat,” urainya.

Diketahui Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum menjadi tuan rumah puncak Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2020 yang jatuh pada hari Sabtu (10/10/2020).

Di tengah pandemi, peringatan dilaksanakan secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan super ketat. Di depan pintu utama rumah sakit, seluruh tamu diperiksa suhu tubuh, mencuci tangan dan wajib pakai masker.

Tamu undangan duduk berderet dengan kursi berjarak. Acara berlangsung di ruang utama RSJD yang berlokasi di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar tersebut berlangsung khidmat dan lancar.

Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan berharap RSJD Sambang Lihum terus melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan jiwa dan penyembuhan pasien gangguan jiwa di Kalsel. “Sejauh ini RSJD Sambang Lihum sudah melakukan berbagai inovasi pelayanan seperti pembuatan taman penyembuhan mandiri jendela jiwa, ruang fisioterapi, Saliling dan lainnya,” ujar Rudy dalam sambutannya.

Tim Saliling (Sambang Lihum Keliling) adalah tim yang turun ke lapangan menjemput calon pasien berdasar permintaan pihak keluarga.Sejak dimulai 2015  telah ribuan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dijemput, ditangani, dan telah pulih serta sebagian besar telah kembali ke rumah keluarga masing-masing.

udy mengatakan, berdasarkan data  saat ini di Kalsel sekitar 6 ribu orang terkena masalah gangguan kejiwaan yang memerlukan perawatan secara intensif. Sementara RSJD Sambang Lihum memiliki kapasitas sebanyak 450 tempat tidur yang diperuntukkan untuk orang dengan gangguan jiwa dan penyalahgunaan Narkoba.

“Kekurangan kapasitas itu selama ini ditutupi RSJD yang ada di kabupaten/kota,” beber Rudy.

RSJD Sambang Lihum sendiri sudah membuktikan secara profesional dengan menyandang akreditas paripurna Bintang 5 dan wilayah bebas korupsi. “Kedepan saya harap maju lagi dan jangan berhenti inovasi, berikan pelayanan tanpa diskriminasi karena itu kami  mohon bantuan Kemenkes untuk pembinaan,” tandas Rudy.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Dirut RS Sambang Lihum : Musim Pagebluk Corona, Orang Stres makin Meningkat)

Berita ini sudah dilihat 80 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 53
  • Page views today : 56
  • Total visitors : 530,009
  • Total page view: 1,113,575