Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Gara-gara Harga Elpiji 3 Kg Naik Berlipat-lipat, Polisi Mulai Selidiki Penyebabnya

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 131,496 kali

Mahal dan langkanya gas 3 Kg membuat Polda Kalsel turun tangan selidiki penyebab nya (dok, tribratanews.kalsel.polri)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan menurunkan tim untuk menyelidiki gejolak kebutuhan tabung gas elpiji 3 kilogram yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat lantaran sulit didapat dan harganya melambung tinggi di tingkat eceran. Turunnya polisi itu atas perintah langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta yang merespon cepat keluhan masyarakat atas kebutuhan bahan bakar rumah tangga tersebut. “Jangan sampai rakyat menjerit. Kita harus pastikan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau memang ada yang bermain segera diproses secara hukum,” tegas Kapolda, Jumat. Untuk itulah, dia memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel dan Polres jajaran segera melakukan pengecekan di lapangan. “Segera koordinasi dengan Pertamina jumlah yang didistribusikan apakah sesuai kebutuhan masyarakat. Kalau distribusi sudah lancar dan sesuai maka cek dimana mekanisme distribusi yang terhambat atau mungkin ada oknum bermain seperti menimbun dan sebagainya,” tandas Nico menekankan. Diketahui pangkalan LPG 3 kg menjual harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp17.500. Warga yang berhak mendapatkannya dijatah hanya bagi pemegang kartu atau warga setempat sesuai domisili terdekat dari pangkalan. Namun kenyataannya, banyak masyarakat mengeluh tidak bisa membelinya di pangkalan meski warga sekitar. Warga mencurigai ada permainan oknum pangkalan yang menjual ke pengecer dengan harga tertentu untuk mengeruk keuntungan berlipat ganda. Modus lain dari pengecer yaitu membeli ke masyarakat pemegang kartu dan kemudian menjual kembali gas elpiji 3 kilogram ke pedagang di warung-warung hingga harganya melambung tinggi sampai ke masyarakat. “Kami jual Rp40 ribu satu tabung gas elpiji 3 kilogram karena kami juga beli mahal seharga Rp30 ribu dari pengecer yang antri di pangkalan. Soalnya mau beli di pangkalan tidak dikasih,” beber Riswan, salah satu pemilik warung di Jalan Veteran Banjarmasin yang menjual tabung gas elpiji 3 kilogram. Berdasarkan data Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI, distribusi LPG 3 kg di wilayah Kalimantan dilakukan oleh 235 agen dan 10.015 pangkalan. Pada tahun 2019, LPG 3 kg di wilayah Kalimantan terealisasi sebesar 370.812 Metrik ton atau 123.603.929 tabung.

Sumber: antaranews.com dan berbagai sumber (dengan judul: Polda turunkan tim selidiki gejolak harga elpiji 3 kilogram)

Berita ini sudah dilihat 107 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 267
  • Page views today : 298
  • Total visitors : 532,692
  • Total page view: 1,116,606