Connect with us
Update Now

Post

Gara-gara Banjir, Ekonomi Jakarta Lumpuh Bagian 1 : Aktivitas Ekonomi Ambyarrr

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 461,964 kali

POST – Lagi-lagi banjir melanda sejumlah titik di Jakarta dan Bekasi. Banjir tersebut mengganggu sejumlah aktivitas, terutama kegiatan logistik di wilayah Jakarta. Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, banjir kemarin melumpuhkan bisnis logistik. “Dampaknya cukup besar karena Tanjung Priok juga banjir, pengiriman dalam kota Jabodetabek juga terhambat. Kita berharap banjir segera surut sehingga besok sudah bisa beroperasi normal kembali, hari ini memang melumpuhkan kami,” kata Zaldy ketika dihubungi detikcom, Selasa (25/2/2020). Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menuturkan, ada sekitar 6.000 truk tak bisa beroperasi imbas banjir. “Kalau kita prediksi sekitar 6.000 truk nggak bisa beroperasi,” tutur Gemilang kepada detikcom. Menurut Gemilang, tak hanya aktivitas truk yang terganggu, namun pegawai juga terpaksa diizinkan tak masuk. “Ya hari ini kita ya terdampaklah. Jadi kegiatan hari ini terganggu seluruhnya karena beberapa depo, juga gudang nggak buka, karena di samping banyak jalan yang tidak bisa dilewati dan banyak pegawai yang nggak masuk. Jadi berdampak. Jadi totally gagal lah, lumpuh logistik hari ini,” pungkas Gemilang. Dengan kondisi tersebut, berapa kerugian yang ditanggung pengusaha?

Salah satu mall, yakni Mall Cipinang Indah terendam banjir, akibat Kali Sunter jebol (dok, akurat)


Bisnis Lumpuh, Pengusaha Rugi Rp 45 M

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, banjir yang melanda Jakarta dan Bekasi kemarin membuat pelaku usaha logistik rugi hingga Rp 40-45 miliar. “Untuk hari ini sekitar Rp 40-45 miliar. Aktivitas logistik terpaksa berhenti,” ungkap Zaldy kepada detikcom, Selasa (25/2/2020). Ia mengungkapkan, hampir seluruh depo logistik di Jabodetabek terdampak banjir. Tentunya pengiriman logistik dalam wilayah Jabodetabek terhambat. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan menuturkan, ada sekitar 6000 truk tak beroperasi karena banjir. Jika 1 truk dalam satu kali angkutan memperoleh Rp 2 juta, maka ia prediksi kerugian pengusaha mencapai Rp 1,2 miliar untuk perjalanan truk saja. “Kalau kita prediksi sekitar 6000 truk nggak bisa beroperasi. Ya secara kasar kalau satu mobil mengangkut itu Rp 2 juta ya sekitar Rp 1,2 miliar lah kerugiannya” imbuh Gemilang kepada detikcom. Menurutnya, penanganan banjir ini bisa dimaksimalkan oleh pemerintah. Meski begitu, pihaknya tak berniat mengajukan gugatan ke pemerintah atas kerugian akibat banjir kemarin. “Aturannya sih ada. Tapi ya nggak ada gunanya lah. Belum tentu digubris, ya perjuangannya juga, lelah juga,” pungkas Gemilang. Tak hanya pengusaha logistik, pengusaha atau operator Jalan Tol juga mengeluh karena bisnisnya terganggu banjir.

Berita ini sudah dilihat 144 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.