Connect with us
Update Now

Politik

Gara-gara Ambang Batas Pencalonan Tinggi, Kotak Kosong pun Marak, F-PAN Minta Diturunkan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 99,297 kali

Tingginya ambang batas pencalonan membuat maraknya terjadi calon tunggal, contoh yang bikin geger, kala kotak kosong menang di Makasar Tahun 2015 silam (dok, kompas.com)

BêBASbaru.com, POLITIK – Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus mengusulkan ambang batas pencalonan calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah ( Pilkada) diturunkan. Menurut Gaus, ambang batas lebih rendah bisa menghadirkan banyak calon yang dapat dipilih masyarakat. “Kita malah yang inisiator dari awal-awal. Artinya dengan diturunkannya ambang batas persyaratan pencalonan kepala daerah, akan makin membuka peluang kepada para kandidat calon bupati, wali kota dan gubernur,” kata Guspardi di Jakarta, Minggu. Dalam Pasal 40 ayat (1) UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada disebutkan bahwa partai politik atau gabungan parpol dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.

Sortir Surat Suara Pilkada Tunggal | Teras Jatim

Guspardi berpandangan, persyaratan 20 persen terlalu berat dan memunculkan potensi pasangan calon “memborong” dukungan dari partai politik. Menurut dia, kondisi menguatkan potensi pasangan calon melawan kotak kosong. Hal tersebut, kata Guspardi, tidak baik bagi pendidikan politik di Indonesia . “Intinya, persyaratan dukungan tidak perlu diperberat agar masyarakat banyak pilihan untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di daerah,” ujarnya. Dia mengatakan penurunan ambang batas pilkada dapat menghindari peluang transaksi politik antar elite. “Yang paling penting lagi apa, menghindari supaya jangan ada kandidat yang berupaya membeli atau pun merangkul semua partai-partai politik, karena persyaratannya yang ketat sehingga terjadi calon tunggal,” ujarnya. Menurut Guspardi, calon kepala daerah yang melawan kontak kosong seharusnya tidak terjadi dalam demokrasi Indonesia karena tidak baik bagi pendidikan politik ke depan.

Sumber: Kompas.com dan berbagai sumber (dengan judul: Anggota Komisi II Usul Ambang Batas Pencalonan Pilkada Diturunkan)

Berita ini sudah dilihat 211 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 195
  • Page views today : 218
  • Total visitors : 527,932
  • Total page view: 1,111,292