Connect with us
Update Now

Lensa

Fakta Gila Kekayaan Qarun yang Konon Takkan Habis Sampai Dunia Kiamat, Jeff Bezos dan Bill Gates Lewatttt…Sayang Qarun Kufur dan Durhaka, Padahal Sebelumnya sangat Taat dan Alim

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 113,800 kali

Lensa – Bagi yang menemukan harta terpendam, apakah dalam tanah ataukah dalam laut, pasti secara repliks langsung menyebut Harta Karun. Tapi tahukan kita, kalau kata karun (Qarun) berasal dari nama seorang konglomerat yang tiada duanya di jaman Nabi Musa AS. Jeff Bezos Bos Amazon (punya harta 1.500 Trilyun) ataupun Bill Gates Bos Microsof (punya harta 1.200 Trilyun) yang sama-sama berdarah Yahudi seperti Qarun masih belum apa-apa dibandingkan hartanya. Harta Qarun diyakini masih puluhan kali lipatnya dibandingkan Jeff Bezos dan Bill Gates. Sama seperti dua orang terkaya dunia ini, Qarun juga dulunya sangat miskin, saat miskin Qarun sangat alim dan merupakan salah satu umat Nabi Musa AS yang sangat taat dengan ajaran yang sebelumnya di bawa Nabi Iberahim AS, nenek moyang kaum Nabi Musa AS. Nabi Iberahim mempunyai dua anak, yakni Nabi Ishak AS (yang akhirnya menurunkan kaum Bani Israel, cikal bakal umat Yahudi) dan Nabi Ismail AS (kakek buyut Nabi Muhammad SAW). Kita tahu persis cerita ini karena juga tertulis sangat jelas di Al-Qur’an. Tapi, soal detail harta Qarun, mungkin tak semua orang mengetahuinya. Tentang harta Qarun, yang kita tahu mungkin hanya secara garis besarnya saja. Ia sangat-sangat kaya dan bikin semua orang Mesir sampai menangis iri ketika Qarun memamerkan harta-hartanya, sejauh ini yang kita tahu. Kita mungkin melewatkan bagian detail tentang Qarun yang punya gudang-gudang emas, atau kuda-kuda terbaik bertahtakan permata yang harganya mungkin 10 kali lipat Lamborghini hari ini. Masih soal harta gila si kaya Qarun ini, inilah fakta-fakta tentang kekayaan Qarun yang melegenda dan pasti bikin kita tercengang olehnya.

1. Qarun Memiliki Ribuan Gudang Harta
Banyak literatur yang mengatakan jika Qarun memiliki ribuan bahkan lebih gudang-gudang khusus yang memuat harta-hartanya. Dalam satu gudang itu sendiri dikatakan berisi semua benda berharga dengan nilai yang tak main-main. Mulai dari emas, perak, permata, serta benda-benda berharga tinggi lainnya. Jika seseorang memiliki satu saja gudang seperti ini, maka kita sudah bisa menyebutnya sebagai seorang jutawan bahkan miliuner. Lalu bagaimana kita akan memanggil Qarun yang memiliki ribuan gudang seperti ini? Sungguh tak bisa dibayangkan betapa banyak harta yang dimiliki Qarun. Mungkin kalau dia head to head dengan orang terkaya saat ini, Bill Gates misalnya, maka Qarun sepertinya akan menang dengan telak.

Kunci gudang harta Qarun sampai dipikul 10 laki-laki berbadan kekar, padahal satu kunci itu kecil dan anak bayipun bisa membawa puluhan kunci (dok, Bombastis.com)

2. Kunci-Kunci Harta Milik Qarun Sampai Harus Dipikul 10 Orang Kekar
Dalam sebuah riwayat dikatakan jika suatu hari Qarun pernah pamer-pamer hartanya di hadapan orang-orang Bani Israel. Semua orang tertegun kala itu. Bukan hanya karena melihat harta si sepupu Nabi Musa yang begitu banyak, tapi juga deretan orang-orang kekar yang ada di belakang Qarun. Ya, mereka ini bertugas membawa kunci-kunci harta milik si kaya. Kunci-kunci harta Qarun memang terlalu banyak, sampai-sampai ia harus dibawa sendiri oleh seorang pria kekar. Bahkan ada yang mengatakan jika yang membawa kunci tersebut ada 10 orang. Jika kuncinya saja sebanyak ini, lalu macam apa harta yang dimiliki Qarun. Kita bahkan tak bisa membayangkannya.

3. Qarun Juga Memiliki Banyak Istana
Memiliki harta sebanyak ini maka sangat masuk akal kalau Qarun bisa membeli semua hal. Termasuk istana-istana. Ya, dikatakan jika pria yang asalnya sangat miskin ini memiliki banyak istana yang tersebar di Mesir. Tak diketahui macam apa istana yang dimiliki Qarun, tapi yang jelas itu cukup untuk membuat orang-orang Yahudi menelan ludah begitu lewat depan rumah singgah si kaya. Qarun memiliki banyak istana tapi hampir tak ada yang tersisa pada akhirnya. Entah hancur atau dimakan zaman. Tapi, untungnya masih ada satu peninggalan Qarun yang bisa kita lihat hari ini. Kalau dilihat-lihat sih ini bukan istananya, mungkin rumah semasa Qarun masih mengemis-ngemis minta kaya kepada Nabi Musa.

4. Ratusan Kuda Terbaik Dengan Pernik yang Sangat Mewah
Sebagai orang kaya yang hartanya sudah tak bisa dihitung lagi, jelas Qarun tak perlu bekerja. Buat apa? Meskipun begitu Qarun memiliki satu aktivitas rutin yang pasti dilakukannya dalam satu rentang waktu. Ya, pamer-pamer harta yang seperti parade karnaval Brasil itu. Hal yang unik dari parade pamer harta ini adalah kuda-kuda Qarun. Ya, mereka adalah jenis yang paling mahal dan terbaik. Tak hanya itu, kuda-kuda ini dihias dengan sangat-sangat mewah. Mereka diberi pelana mentereng serta ornamen-ornamen dari emas dan perak. Satu kuda dengan hiasan macam ini konon harganya sangatlah mahal. Qarun punya ratusan yang seperti ini.

Saking kayanya, kalau Jeff dan Bill Gates punya puluhan bodyguard, Qarun lebih hebat, dia punya ribuan bodyguard yang bertugas amankan dia dan hartanya (dok,Tirto.id)

5. Qarun Juga Punya Bala Tentaranya Sendiri
Layaknya orang kaya zaman sekarang, Qarun juga memiliki banyak bodyguard. Tapi, karena ia sangat kelebihan harta, maka Qarun menyewa banyak sekali. Alhasil, ia seolah memiliki satu unit korps tentara jumlah besar sendiri. Tugas dari para tentara ini adalah untuk menjaga Qarun serta hartanya. Atau mungkin juga bertugas untuk memikul kunci-kunci harta Qarun yang sangat berat itu. Memang mudah bagi Qarun untuk mendapatkan apa pun. Soal pasukan, sebenarnya ia juga sanggup menyewa seluruh orang Mesir untuk menjadi pengawalnya. Inilah Qarun, pria terkaya yang namanya bahkan ada di berbagai kitab suci. Namun, meskipun sangat kaya kita semua tahu akhir dari Qarun ini sangatlah buruk. Ya, dalam sebuah parade pamer harta, tiba-tiba Bumi berguncang dan akhirnya menelan Qarun sekaligus semua hartanya. Mungkin inilah akhir yang pantas untuk orang seperti ini dan Tuhan dengan jelas menekankan kita untuk mengambil pelajaran dari kisah ini.

Hikmah dalam Kisah Qarun
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa.” Qarun berasal dari kaum Nabi Musa ‘alaihissalam. Artinya dia berasal dari tengah-tengah masyarakat yang Nabi Musa diutus kepada mereka. Qarun bukan termasuk keluarga Musa. Karena keluarga Musa terdiri dari orang-orang yang beriman berkat dakwah dan risalah yang dia bawa. Karena ahlun tali (keluarga) tidak disandarkan pada kerabat yang tidak beriman. Bisa jadi Qarun adalah orang yang pada awalnya beriman dengan dakwah Nabi Musa. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan baginya jalan untuk mendapatkan harta dan perbendaharaan-Nya dia lupa dengan seruan yang telah diserukan kepada dirinya karena sibuk dengan kekayaan yang ia miliki, dan kemudian dia berlaku sewenang-wenang pada kebenaran dan kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.” Allah telah membukakan untuk Qarun pintu-pintu kekayaan yang luar biasa; seperti emas, perak, dan berbagai macam barang tambang. Allah menguasakan padanya ilmu dan pengetahuan tentang cara mengumpulkan harta. Allah menguasakan padanya cara mengolah dan mengembangkan harta serta cara memelihara dan menjaganya. Qarun telah mempekerjakan sekelompok pembantu dan pengawal dalam menjaga harta dan kunci-kunci perbendaharaannya. Kezaliman Qarun telah melampaui batas. Dia telah menzalimi diri sendiri, kaumnya, dan angkuh terhadap mereka. Qarun memiliki sebab-sebab yang dapat menghantarkan dirinya pada kekayaan di bidang ekonomi hingga dia menjadi pemimpin yang agung. Sepadan dengan kepemimpinan Fir’aun dalam hal politik. Keduanya sama-sama memerankan monopoli pasar dan perdagangan. Memonopoli pemikiran dan akal masyarakat umum yang lugu; yang rela begitu saja dengan kondisi yang ada. Firman Allah, “(Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, ‘Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” Menunjukkan eksistensi para da’i yang mengingatkan Qarun kepada Allah. Mereka semua turut serta membantu Nabi Musa dan saudaranya Harun. Perkataan mereka, “Janganlah kamu terlalu bangga.” Artinya, jangan terlalu bangga yang berakibat pada keingkaran dan lupa akan hak-hak Allah. Kebanggaan yang berakibat pada kezaliman dan kesewenang-wenangan terhadap hamba; kebanggaan yang akan menyiksa dan menindas kaum fakir dan lemah. Kaum di sini adalah kaum yang telah beriman berkat dakwah Musa ‘alaihissalam. Mereka ingin sekali agar Qarun mendapatkan hidayah. Mereka tahu apa yang bakal menimpa Qarun jika dia tidak beriman. Mereka adalah kelompok orang beriman yang berbicara lantang dalam rangka merubah kondisi dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Di antara kaum tersebut terdapat orang-orang yang belum beriman. Kezaliman Qarun telah menjadikan mereka lemah secara materi, faqir, kelaparan, dan sakit. Kondisi tersebut merupakan akibat dari sikap Qarun yang memonopoli perekonomian mereka. Maka ketika mereka menyaksikan apa yang dikatakan orang-orang beriman terhadap Qarun, muncullah mental dan keberanian mereka untuk bergabung bersama kaum mukminin. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikamatan) dunaiwi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaiman Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Nabi Musa ‘alaihissalam dan saudaranya dapat membina para da’i kelas utama yang mewarisi dakwah. Mereka mengerjakan kewajiban dakwah mereka dengan metode yang baik dan penyampaian ringkas. Dialog mereka dengan Qarun adalah bukti terbaik akan hal ini. Peringatan bagi Qarun bahwa jika dia belum beriman, mendermakan hartanya untuk kemakmuran bumi, dan membantu orang-orang yang membutuhkan, maka pekerjaannya merupakan pekerjaan orang-orang yang suka membuat kerusakan. Peringatan bagi Qarun agar dia seimbang dalam menginfakkan hartanya, dengan cara berbuat baik kepada manusia sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berbuat baik kepadanya.
Menurut sangkaan dan pandangan Qarun pekerjaan yang dia kerjakan merupakan pekerjaan orang-orang yang suka membuat perbaikan. Tapi, di mata orang-orang yang suka membuat perbaikan, pekerjaan Qarun adalah pekerjaan orang yang suka berbuat kerusakan. Maka jika dia meneruskan pekerjaannya akan berakibat kerusakan di muka bumi yang akan menimpa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda mati.
“Qarun berkata: ‘Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.’.”
Qarun sombong dengan dengan apa yang ia capai. Ia menyatakan hal itu semata-mata karena ilmu yang ada pada dirinya. Benarkah dia tidak pernah belajar ilmu tersebut pada seorang pun? Dia tidak mengakui hal itu. Dia mengaku bahwa “Harta dan perbendaharaan tersebut merupakan buah dari keseriusanku, kesungguhanku, dan kecerdasanku. Tidak ada seorang pun yang ikut campur di dalamnya.” Kecintaannya terhadap harta telah menyeretnya pada sikap mengesampingkan pikiran sehat dan tindakan yang benar. Qarun masuk dalam lingkaran orang yang kufur nikmat, ingkar, lagi membangkang. Kecintaannya pada dirinya, kseombongan, kebesaran di depan masyarakat yang hadir.
Perkataannya bahwa ilmunya tidak bersandar pada seorang pun merupakan bukti dia sombong dan tidak menghargai orang lain. Kecintaannya terhadap popularitas dan kekuasaan mencegahnya untuk mengakui akan eksistensi ilah Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Karena dia telah berkeyakinan bahwa harta yang dia dapatkan adalah hasil dari ilmu yang dimilikinya, maka tidak ada seorang pun yang berhak atasnya. “Akulah yang paling berhak untuk menggunakannya sekehendak hatiku.” Sebagaimana perkataannya. “Karena ilmu yang ada padaku. Jadi, aku berhak untuk menjadikan manusia sebagai budak dan setiap yang ada pada mereka adalah berkat keutamaanku.”
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?”Qarun mengklaim bahwa dirinya adalah orang yang berilmu. Tapi dia lupa akan sejarah, lupa akan runtuhnya kezaliman dan thaghut, lupa apa yang telah berlaku bagi para pendahulunya, lupa tentang siksa yang menimpa mereka akibat kekafiran dan kedurhakaannya. Sebelum dia, ada orang yang lebih kuat dan lebih banyak anggota, harta, dan ilmu. Tapi adzab dan kebinasaan menimpa mereka karena mereka kafir. Ilmu dan harta bukan penghalang dari turunnya adzab dan kebinasaan. Tapi terkadang adzab turun karena penggunaan harta dan ilmu bagi orang kafir. Kecintaan Qarun terhadap harta telah menjadikannya mengesampingkan pikiran sehat dan mengambil pelajaran dari kehancuran umat-umat terdahulu akibat dari kekafiran dan kedurhakaan mereka.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya.”
Hal ini dilakukan Qarun untuk menutupi kelemahannya di hadapan para da’i. Dia ingin memperlihatkan kekayaannya kepada manusia. Oleh karena itu, dia keluar dengan kemegahannya; dengan emas dan perhiasannya guna menyihir mata dan hati orang-orang yang hadir. Orang-orang yang telah dikalahkan oleh harta dan akal mereka telah dirampas oleh harta. Menunjukkan kekuatan materi dan ekonomi. Menurutnya, dia dapat menundukkan para hadirin dan membujuk mereka, melemahkan semangat orang-orang yang menasihatinya. Sebagian besar dari kaum Nabi Musa ‘alaihissalam mempermainkan seruan Nabi Musa ‘alaihissalam dan pengikutnya. Qarun menginginkan hati orang-orang yang mendukung Musa condong pada orang yang memusuhi sang nabi.
Firmah Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar’.”
Satu bagian terbesar masyarakat yang akan senantiasa ada di setiap zaman. Yaitu manusia yang berangan-angan agar memiliki apa yang dimiliki oleh orang-orang kaya berupa harta dari perbendaharaannya. Bagian masyarakat ini dapat dikenali dengan kondisi imannya yang lemah, mudah goyah, dan tidak teguh dalam menghadapi kesulitan. Selain itu mereka juga dijangkiti oleh sikap membebani diri dengan suatu hal yang diluar batas kemampuannya. Yaitu bersikukuh untuk mendapatkan bagian kekayaan sebagaimana Qarun. Mereka merasa rendah diri karena kefakiran yang ada pada mereka atau karena lemahnya mereka di depan Qarun. Mungkin hal ini merupakan ujian dari Allah untuk menguji kaum mukminin dengan harta Qarun dan kemegahannya.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, “Kecelakaan yang besarlah bagimu, padahal Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar’.”
Bagian masyarakat yang lain adalah masyarakat yang sadar akan kebenaran dan hakikatnya. Dia tahu tentang hakikat dunia dan akhirat. Mereka adalah orang-orang yang tahu tentang hati yang sakit yang tergantung pada cinta dunia. Bagian masyarakat lain yang mengetahui bahwa negeri akhirat lebih baik dan lebih kekal daripada perbendaharaan dunia seluruhnya, bukan hanya lebih baik dari harta Qarun saja. Para da’i kaum Nabi Musa –setelah mereka menasihati Qarun– telah menunaikan kewajiban dakwah imani mereka. Menasihati mereka yang akal dan hatinya telah dikuasai oleh penampilan Qarun dan kemegahannya. Mengingatkan mereka akan urgensi Iman dan amal shaleh dalam meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Bagian masyarakat lain yang mengetahui bahwa sikap qona’ah merupakan obat terbaik untuk menyikapi kemegahan Qarun dan hartanya. Semoga peringatan ini semakin meminimalisir jumlah orang-orang yang terjerumus ke dalam perbuatan serupa yang dilakukan Qarun. Inilah perlunya para da’i bersandar pada penjelasan tentang urgensi amal shaleh di dunia dan di akhirat. Menggelitik sisi keimanan di hati sebagian kaum mukminin yang ternyata ia terlalu lemah dalam menghadap gemerlap harta yang dimiliki Qarun.
Firman Allah,
“Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap adzab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).”
Alam ini akan berjalan sesuai dengan sunah-sunah ilahiyah dan kauniyah Allah hingga hari kiamat.
Terbenamnya Qarun beserta harta kekayaannya merupakan balasan dari amal perbuatannya yang jelek, serta balasan dari kezaliman, kecongkakan, kesombongan, dan keingkarannya terhadap Musa dan dakwah yang dia bawa. Penolong orang-orang yang melampaui batas ketika dia dalam keadaan lapang sangat banyak. Karena mereka adalah orang-orang yang berserikat untuk mendapatkan keuntungan. Tapi, jika sebuah urusan sudah berhubungan dengan akhirat maka tidak ada seorang pun kenal dengan yang lain. Tidakkah bisa Anda saksikan bersamaku, bahwa meskipun Qarun memiliki kekuatan dan kekayaan tidak ada seorang pun yang berani turun tangan untuk menolongnya dari adzab yang menimpanya, meskipun hanya dengan satu kalimat.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
‘Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu. Berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)’.”
Penjelasan tentang urgensi untuk saling mengingatkan pada keimanan. Peringatan tersebut dapat menyalakan kembali bara keimanan dalam hati saudara-saudaranya yang padam di saat mereka dilalaikan dan lupa oleh kemegahan Qarun. Mereka kemudian kembali kepada Allah setelah mereka menyaksikan dengan mata mereka sepak terjang dan akhir kehidupan Qarun. Mereka yakin bahwa Allah-lah yang melapangkan rezeki-Nya bagi siapa saja yang dikehendaki. Tidak ada hubungannya dengan unsur keberuntungan, tapi murni menunjukkan bahwa harta bisa didapat dengan cara pengambilan sebab-sebab yang dapat menghantarkan kepadanya. Karena Allah-lah satu-satunya Dzat Yang Maha Memberi dan Menahan rezeki. Dia memberi siapa saja yang dikehendaki-Nya dan menahan dari siapa saja yang dikehendaki-Nya dalam rangka menguji mereka. Kesuksesan bagi orang-orang beriman dan kebinasaan bagi orang-orang yang zalim. Demikianlah kondisi mereka hingga hari kiamat kelak.
Sumber: kisahmuslim.com, bombastis.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 37 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39 − 38 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 229
  • Page views today : 249
  • Total visitors : 530,185
  • Total page view: 1,113,768