Connect with us
Update Now

Gaya Hidup

Eksklusif, Kisah Arie Untung-Fenita Arie Rasakan Jadi Pengantin Baru Usai Hijrah

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 255,228 kali

Jakarta Manisnya iman tengah dirasakan oleh pasangan Arie Untung dan Fenita Arie. Seperti diketahui, keduanya telah memutuskan untuk berpenampilan lebih islami dan mengamalkan ajaran Islam alias berhijrah. Arie dengan celana yang tak lebih dari mata kaki, sementara Fenita sudah menutup auratnya dan mengenakan hijab.

Banyak pro dan kontra pastinya ketika Arie dan Fenita memutuskan demikian. Bahkan beberapa teman pun menghindar dari mereka. Namun semua dihadapi dengan baik oleh keduanya. Mereka menganggap bahwa ujian akan selalu ada bagi setiap orang yang melakukan kebaikan.

“Kalau saya iya, kalau dia (Fenita) lebih banyak doanya. Giliran kritik dia, larinya ke saya. Jadi bantalan aja saya. Pro kontra pasti ada lah tentunya. Teman unfollow juga banyak, banyak yang bilang lebay, sok alim,” kata Arie Untung saat ditemui di kediamannya, kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2018).

Keduanya menganggap ketika ada teman-teman yang menghindar, bukan karena mereka telah berlaku buruk. Mereka tak mau mempersoalkan karena menurut Arie dan Fenita, teman-teman yang baik akan mendukung apapun keputusan atau jalan yang diambil.

“Jadi ya kesaring aja. Alhamdulillah, mana teman-teman yang niatnya positif, dan lainnya. Makanya ketika dia bilang aku diunfollow nih, aku diblok, ya udah aku bilang bahwa dia berarti bukan teman kamu,” lanjut Fenita.

 

Dalam hal pekerjaan, Arie dan Fenita yang sama-sama berkecimpung di dunia presenting mengaku tak terpengaruh. Bahkan menurut mereka apa yang tengah mereka jalani sekarang ini justru semakin baik.

Tak cuma pekerjaan, namun dalam hubungan keluarga keduanya juga semakin hangat. Ada sesuatu yang baru dalam perjalanan pernikahan mereka. “Ya seperti menemukan pasangan yang baru, seperti pengantin baru,” ujar Arie Untung.

Banyak hal diceritakan oleh Ari Untung dan Fenita Arie dari perjuangan mereka dalam berhijrah, cobaan demi cobaan yang dirasakan, juga hubungan antara keduanya, termasuk dengan anak-anaknya, Misbareta Fathir Gavin Daffa, Misbareta Aisyah Mikhaila, dan Misbareta Yusuf Athalia.


Kisah Hijrah Arie Untung dan Fenita Arie

Setiap orang harus meng-upgrade dirinya menjadi lebih baik. Itulah yang menjadi titik balik bagi seorang Arie Untung ketika akhirnya memutuskan untuk berpenampilan islami. Ia pun semakin memperdalam ilmu agama dan akhirnya diikuti oleh istrinya, Fenita Arie.

Kisah awal hijrah? Arie, Sejak dia (anak ketiga) lahir nih, jadi pada berhijrah. Sebelumnya sih ada grup teman-teman ya, kita suka konsen dengan apa yang terjadi, berhubungan deng keislaman. Tapi ga pernah out spoken. Sering ikutin kegiatan, tukar pikir ama teman.

Lalu? Arie, Iya, seperti handphone yang ganti firmware. Handphone aja berhijrah. Dulu handphone buat telepon doang, kemampuannya cuman begitu. Lalu bisa sms, sekarang bisa Internet. Karena fokusnya udah berubah. Kalau handphone bisa buat internet, tetap bisa buat telepon kan. Jadi ketika kita prioritaskan akhirat, ya dunia akan mengikuti. Analoginya begitu. Nyari yang terbaik.

Ajak istri? Arie, Pandangan dia sih sebenarnya mengarah ke sana. Kita keluarga yang argumentatif. Apapun kita obrolin, hal apa juga dibahas sampai panjang, termasuk busana muslimah.

Fenita, Sempat beda frekuensi. Kan dia mendalami agama lebih dulu. Saya melihat dia dengan kenikmatannya. Sampai dia datengin ustaz kemana-mana, sampai dikejar datang kajian. Dia pengen ajak aku tapi tersirat. Dia lebih ngasih himbauan, ajakan tapi halus banget.

Kenapa? Fenita, Namanya masih beda frekuensi, takut terjadi dialog panjang. Tapi sempat ngobrol juga, seperti soal hijab ya. Kita punya alasan sendiri. Sampai akhirnya kita dialog, aku cari tahu gimana sih seharusnya. Ternyata sama seperti yang dikatakan oleh mas Ari.

Cari informasi dimana? Fenita, Aku cari di YouTube, karena waktu itu kalau datang ke pengajian masih malu ya. Kayaknya ngerasa dipandang sebelah mata, akhirnya ngelihat di YouTube. Banyak pencerahan juga, kenapa gak ya. Tapi keinginan itu kalau datang bisa menggebu, namun bisa hilang dengan tiba-tiba juga.

Sampai akhirnya berhijab? Fenita, Emang harus dibarengi dengan kemauan dan tindakan sih. Karena kalau keinginan, alasannya nanti deh tunggu hidayahnya. Dan kadang juga klise ya, yang penting hijabin dulu hatinya. Tapi mau gimana, ada aturan di Alquran. Itu mau cari celahnya sampai kemana juga hijab itu wajib hukumnya.

 

Mas Arie sendiri gimana berjuang untuk istri? Arie, Saya pikir secara pribadi, saya nikahin dia, saat nikah dulu kan emang belum kesana pemikirannya. Ketika saya kemudian berjalan kesini, saya anggap dia adalah amanah. Saya berpikir bahwa Allah maha membolak-balikan hati. Kalau saya ngepush ke dia, tanpa minta ke yang ngasih result, percuma.

Jadi, langsung refleks ke saya, kamu mau istri yang solehah, kamu sendiri gimana. Kamu mau istri yang baik, kamu sendiri udah baik belum. Akhirnya mulai berubah tuh, perlakuan saya kepada istri, lebih perhatian, jadi mungkin dia berasa dari situ. Jangan pernah putus asa, ternyata diijabah ama Allah.

Ada yang nyinyir? Arie, Kalau saya iya, kalau dia lebih banyak doanya. Giliran kritik dia larinya ke saya. Jadi bantalan aja saya. Pro kontra pasti ada lah tentunya. Teman unfollow juga banyak, banyak yang bilang lebay, sok alim.

Awalnya ketika memutuskan seperti ini belum banyak teman sejawat yang berada pada situasi seperti ini. Dulu produseri sebuah film (Alif Lam Mim), justru dapet hidayah dari film saya itu. Saya coba berbicara lewat itu, mungkin orang menyangka kalau saya vokal banget. Bahkan dia ngomong kamu gak usah gitu-gitu banget lah.

Menanggapi banyak yang seperti itu? Fenita, Alhamdulillah semua jadi kesaring. Mana teman-teman yang niatnya positif, dan lainnya. Ini yang benar-benar baik ama kita. Karena kan pergaulan akan menentukan siapa kita. Teman-teman kita yang nantinya juga akan mengajak ke surga. Kenapa gak kita berada di lingkungan itu.

Makanya ketika dia bilang aku di-unfollow nih, aku diblok, ya udah aku bilang bahwa dia berarti bukan teman kamu. Dia gak baik untuk kamu. Kita mikirnya positif aja, kita tinggalkan yang buruk tapi tetap jalin semua yang baik.

 

Job gimana, terpengaruh pasca hijrah? Arie, Ga terlalu drastis ngerasanya. Masih sama-sama aja. Sekarang dalam berpenampilan lebih ke syariat ya, karena kan bisa dapat pahala. Banyakan manfaat. Rasa syukur kita, dipilihkan pekerjaan yang baik.

Secara gak langsung pekerjaan yang dirahmati dan diberkahi, berdatangan dengan sendirinya. Ya benefit-nya lebih bagus, jadi kita kerja nyari rezeki, berkah. Kadang meskipun dapat duit banyak tapi gak berkah.

Batasan dalam pekerjaan? Arie, Kalau dari sisi kebijakan manajemen udah lama ya. Dari sisi iklan, hindari yang tidak halal, maksudnya gini yang bukan berhubungan dengan riba, atau makanan-makanan yang tidak halal. Kalau diminta jadi bintang iklan produk makanan, biasanya nanya dulu halal atau tidak.

Meski kadang ada klien yang ngerasa ribet ya. Karena pada saatnya nanti, ada hal yang berkaitan dengan dosa, kita gak mau kena dosa jariyahnya, kita dapat imbas. Karena kan kita mengiklankan.

Ada efek lain setelah berhijrah? Fenita, Sekarang tanpa kita batasin mereka sudah tahu sendiri. Kita pun jadinya gak bolak-balik nanya ya. Dengan penampilan baru ini, entah kerjaan, kehidupan sehari-hari, kayak dimudahin. Seperti saat beli barang, saat itu baju, dikasih tahu kalau ada kandungan yang gak halalnya. Kayak diingetin, padahal selama ini sering beli di situ, orang-orang gak ngasih tahu.

Ada keinginan tinggalkan entertainment? Arie, Kalau hidupnya sebagai ibadah, berada di entertainment itu banyak sekali benefit untuk syiar. Mungkin kalau untuk meninggalkan bukan, mungkin kita memilah. Kasih input positif aja ke masyarakat. Syuting di acara-acara yang bermanfaat.

Menyebarkan info yang baik-baiklah di masyarakat. Ya kita maunya ngasih tahu, seperti berpenampilan sunnah itu juga masih bisa style. Syiar aja dan senjatanya adalah follower. Nanti juga akan ditanya. Banyak followers buat apa. Masa buat endorse doang. Mending dilakukan lalu perbaiki niat. Siapa tahu bisa jadi amal jariyah.


Rasakan Kehangatan Seperti Pengantin Baru

Arie Untung dan Fenita Arie merasakan satu kehangatan baru ketika memutus berhijrah. Komunikasi keduanya yang telah 13 tahun menjalani pernikahan seolah mengalami penyegaran kembali. Keduanya mengaku seperti layaknya pengantin baru.

Perubahan apa sih dari mas Arie setelah berhijrah? Arie, Kalau kita pikir-pikir, Alquran itu sedemikian banyak isinya itu mengenai akhlak ya. Kita puasa biar berbagi, lalu adab dengan orangtua, Rasulullah SAW berdakwah juga dengan akhlak. Jadi semuanya langsung berasa, bukan dengan cara debat, bagaimana menyayangi istri.

Berubah benar? Fenita, Iya sih emang. Semenjak mendalami agama, dia berubah. Dia pengen nunjukin sebagai imam yang baik. Ke aku dan anak-anak. Pasti kan kami akan mengikut role modenya dia. Jadi orangnya lebih baik, ibadah lebih baik. Kalau selama ini sholatnya masih nunggu-nunggu, sekarang azan langsung sholat di awal waktu.

Kita malu sendiri, ya Allah kok dia bisa gini. Dia juga lebih sabar, perhatian. Bayangin aja kita udah 13 tahun ya, ada saatnya lagi turun, hangat, dan sekarang dia lebih baik. Jadi 13 tahun gak kerasa.

Jadi seperti mendapatkan pasangan baru dalam hidup? Arie, Nah itu bener. Mungkin yg belum merasakan susah. Memiliki istri berhijab itu punya sensasi dan kenikmatan tersendiri. Kita seperti refresh lagi ya, kayak dari nol lagi. Makanya untuk Anda yang menikah, ada rasa bosan, silakan berhijrah deh. Biar seperti pengantin baru lagi.

 

Foto di Instagram dihapus? Arie, Kita udah pernah travelling bersama keluarga. Ini seperti diulang lagi. Meski udah pernah kesitu tapi kesitu lagi. Ya kayak refresh lagi. Karena di Instagram semua foto yan dulu itu dah diturunin ya.

Fenita, kan punya anak lagi. Kita udah pernah kemana. Dulu aku juga belum berhijab, jadi kalau nanti pajang foto itu, udah basi semua. Pengen ngulang lagi. Refresh lagi aja.

Tujuan dalam keluarga juga direfresh? Arie, Iya, karena mendapatkan sesuatu yang baru dan baik. Jadi yang sebelumnya memberikan treatment kepada istri dan anak salah, baru diketahui. Jadi berusaha untuk menjadi lebih baik aja. Secara pribadi pengen jadi PR-nya Allah, marketingnya ustaz. Itu endorse yang paling nikmat. Melakukan itu nikmat tersendiri, karena dibalas dengan doa.

Ngasih tahu anak? Arie, Mereka kan meng-copy apapun yang kita lakuin. Mereka gak komplain dengan kewajiban-kewajiban ya. Bahkan mereka udah lakuin dengan sukarela.

Fenita, Kita kadang sebagai orangtua sangat egois. Kita pengen anak-anak kita soleh solehah tapi diri kita sendiri seperti apa? Kita pengen anak kita hafiz Alquran, ini itu, tapi kita sendiri gak seperti itu, kan egois namanya.

Jadi supaya gak egois, kita harus berkaca, buat diri lebih baik. Anak-anak juga akan meniru ya dengan sendirinya. Dengan kita beribadah, perilaku baik, anak akan ngikuti, gak akan ada paksaan, perdebatan semisal orangtua bilang ke anak, ayo sholat, lho kan papa mama gak sholat. Mudah-mudahan akan terus berikan contoh baik.

 

Jadi lebih merangkul anak? Fenita, Rumah itu kan tempat pertama mereka. Jadi sebagai orangtua kita memupuk mereka. Seperti ketika anak yang sudah sibuk dengan sekolah, les dan lainnya. Kita minta ngaji abis maghrib, lalu mereka bilang capek, ya gak langsung disuruh atau dimarahin lagi.

Kalau aku langsung bilang, yaudah mimi ngaji dulu yah. Jadi mereka berpikir, orangtuanya aja ngaji. Gak harus disuruh-suruh, merangkul mereka itu yang lebih baik. Dan nantinya pasti mereka akan ketemu dengan dunia luar, nah kami berharap mereka mampu berkata tidak untuk sesuatu yang tidak benar.

Goal atau target dalam keluarga seperti apa? Arie, Masuk surga sekeluarga lah.

Fenita, Amiin. Namanya target hidup dan tujuan hidup pasti ada lah. Semua ada proses dan perjalanannya, semoga bisa jalani agama dengan baik, menjalani syariatnya dengan tanpa menyinggung orang lain.

Perjalanan menuju tujuan itu tentunya penuh dengan gangguan dan cobaan. Arie Untung dan Fenita Arie berharap bisa terus istiqomah dalam hijrahnya. Layaknya seorang yang membeli sebuah barang, pasti ada buku panduannya, maka Arie dan Fenita untuk sekarang dan selanjutnya memilih menggunakan buku panduan dalam hidupnya, yaitu Alquran dan Hadist.

Sumber : www.bintang.com

Berita ini sudah dilihat 56 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 251
  • Page views today : 300
  • Total visitors : 547,726
  • Total page view: 1,133,167