Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Duit Intensif Nakes di Potong Rp2,5 Juta, Direktur RSUD Bilang Untuk Subsidi Silang Nakes Lainnya!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 465,738 kali

Direktur RSUD Hadji Boejasin dr Hj Isna Farida (dok, tribunnews.com)

BệBASbaru.com, TANAH LAUT –  Kalangan perawat yang menangani pasien covid-19 di RSUD (baru) Hadji Boejasin di Saranghalang, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), gundah.

Hal itu menyusul adanya pemotongan insentif yang dilakukan manajemen rumah sakit milik Pemkab Tala tersebut. Apalagi nominal pemotongan disebutkan lumayan besar. Penuturan salah seorang nakes (perawat) yang meminta identitasnya dirahasiakan, nominal pemotongan sebesar Rp 2,5 juta dari total insentif senilai Rp 7,5 juta.

Insentif untuk nakes yang bertugas menangani pasien covid tersebut bersumber dari Kementerian Kesehatan. Penyalurannya via transfer ke rekening masing-masing nakes. Insentif yang dipotong yakni insentif bulan September 2020.

“Yang masuk ke rekening kami Rp 7,5 juta. Namun, diminta Rp 2,5 juta oleh pihak manajemen. Padahal itu hak kami,” sebutnya. Pihaknya tak berdaya menolak karena hanya nakes kecil. Meski terasa berat, namun terpaksa menyetujui pemotongan tersebut.

Mengenai hal itu, Direktur RSUD Hadji Boejasin dr Hj Isna Farida menerangkan dana insentif untuk bulan September turun, hanya tersisa Rp 1,3 miliar. Padahal, biasanya sebesar Rp 1,7 miliar untuk 74 nakes (perawat).

Karenanya, jumlah penerima insentif pun dikurangi hanya menjadi 40 orang. Artinya, sebanyak 34 nakes yang terpaksa tak masuk lagi dalam SK penerima insentif tersebut. “Itu lah yang jadi pemikiran. Kami bicarakan bersama dan disepakati 40 nakes tersebut menyisihkan sebagian untuk nakes lainnya itu,” jelas Isna.

Nakes yang bertugas di ruang isolasi, jelasnya, tetap mendapat insentif paling besar yakni Rp 5 juta. “Jadi ini bukan pemotongan, tapi solidaritas sesama nakes yang sama-sama bertugas menangani pasien covid-19,” tandas Isna.

Dikatakannya, nakes yang terlibat dalam tim penanganan pasien covid tak hanya yang bertugas di ruang isolasi. Tapi juga ada yang bertugas di IGD, ruang rawat inap dan lainnya. Semua memiliki peran penting dan saling menunjang, meski yang berhubungan langsung dengan pasien adalah yang bertugas di ruangan isolasi.

“Nakes yang bertugas di ruang isolasi (32 orang) tetap dapat paling besar insentifnya. Cuma kami minta kesediaan berbagi dengan nakes lainnya yang namanya tak masuk SK lagi pada September. Dan, kemarin saat kami kumpulkan, semua setuju saja,” jelas Isna.

Hal tersebut, lanjut Isna, bertujuan agar  terbangun rasa kebersamaan sesama nakes. “Supaya yang namanya tak tercantum lagi di SK tetap bersemangat menunaikan tugas menangani pasien covid-19,” tandasnya

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Nakes Covid-19 di Tanahlaut Protes Insentif Dipotong Rp 2,5 Juta, Begini Penjelasan Direktur)

Berita ini sudah dilihat 208 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga