Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Direstui Bupati, PDAM Tabalong Naikan Tarif Tak Tanggung-tanggung Yakni 35%

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 254,164 kali

PDAM Tabalong naikan tarif hingga 35%, ilustrasi saat pekerja menggali untuk menanam pipa PDAM (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, TABALONG – Beberapa pihak menyayangkan naiknya tarif PDAM Tabalong yang notabene menggunakan duit rakyat melalui APBD Tabalong ini. kenaikan pun tak tanggung-tanggung yakni 35%.

Tarif baru bagi pelanggan PDAM Tabalong yang penerapannya sempat tertunda sejak April 2020 lalu, kini mulai diberlakukan setelah Bupati Tabalong Anang Syakhfiani mengeluarkan kebijakan alias mengijinkan naik.

Pemberlakuan tarif baru ini sudah dimulai untuk pemakaian air ledeng di bulan Oktober yang ditagihkan pada November 2020. Pjs Direktur PDAM Tabalong melalui Kabag Tekhnik, Slamet Budi Santosa, mengatakan, kenaikan tarif baru ini besarannya sekitar 35 persen.

Dimana saat ini untuk pelanggan golongan A1 dan A2 ada mendapat subsidi dari Pemerintah Kabupaten Tabalong, untuk selisih kenaikan tarif lama dan baru. “Kalau di luar A1 dan A2 itu murni sesuai dengan tarif yang baru,” katanya.

Menaikan tarif ini, menurutnya, sebenarnya sudah akan dilakukan sejak April 2020, namun karena pertimbangan pandemi covid 19, akhirnya ditunda. Sedangkan sejak Oktober tadi mendapatkan izin dari Bupati Tabalong untuk mulai memberlakukan penerapan tarif baru dengan catatan, pelanggan rumah tangga A1 dan A2 mendapat subsidi.

Disampaikannya juga, sebelum ada kenaikan tarif ini, PDAM Tabalong sudah melakukan sosialisasi kesemua kecamatan. Dimana para pelanggan rata-rata bisa menerima dengan catatan diimbangi pelayanan yang juga bisa lebih ditingkatkan lagi.

Sementara itu penyesuaian tarif ini dilakukan karena selama ini PDAM Tabalong selalu defisit dan sejak tahun 2011 tidak pernah ada dilakukan kenaikan tarif.

Sementara itu, H Masruddin yang juga pengamat social politik Tabalong menyayangkan kenaikan 35% tarif PDAM tersebut. “Harusnya naiknya bertahap, misalnya 3 bulan pertama 5%, lalu lanjut 3 bulan berikutnya 10% dan seterusnya. Jangan langsung naik begitu, apalagi di masa pandemik korona begini, Ingat PDAM itu dananya 100% dari APBD yang notabene uang rakyat, jangan bebani lagi rakyat dengan berbagai kenaikan,” tegas pria yang akrab di sapa MRD.

H MRD juga berharap, agar para wakil rakyat di Graha Sakata peka soal ini, yakni memanggil Bupati dan Direktur PDAM untuk minta kejelasan soal besaran kenaikan yang cukup memberatkan rakyat. “Dulu pernah juga di usulkan, namun kami tolak, karena PDAM sifatnya bukan perusahaan yang cari untung, terlebih dulu banyak pipa yang bocor plus meteran yang tak berfungsi baik, juga tiap tahun dapat subsidi dari APBD Tabalong,” ungkap mantan Waket DPRD Tabalong ini.

Sumber: bebasbaru.com, banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Tagihan PDAM Mulai Gunakan Tarif Baru, Pemkab Tabalong Beri Subsidi untuk Pelanggan ini)

Berita ini sudah dilihat 633 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 119
  • Page views today : 154
  • Total visitors : 547,594
  • Total page view: 1,133,021