Connect with us
Update Now

Tabalong

Direktur KJB Harun: Pembuangan Sampah Justru Atas Permintaan Warga Setempat dan Tidak Masuk ke Lahan Saudara Asid

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 127,584 kali

Jalananpun kini juga sudah tak ada yang becek ataupun ada lubang (dok, ist)

Tabalong – Dituding buang sampah di lahan milik warga bernama Asid, Direktur PT KJB Harun langsung tertawa dan meluruskan berita yang dianggapnya tendensius tersebut. Menurut Harun, saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tabloid BeBASbaru-bebasbaru.com, Jumat (8/11), sekaligus klarifikasi berita di bebasbaru.com tertanggal 5 November 2019, justru pihaknya yang kaget dengan tudingan itu, sebab selama ini mereka hanya membantu warga yang meminta agar sampah itu di buang di sana. “Jadi ceritanya begini, sebagai subcont PT ISS, kami diminta untuk membuang sampah perusahaan, ternyata ada permintaan warga Desa Taniran Km 35, yang meminta agar sampah-sampah itu dibuang di lahan milik mereka, yang sudah mereka tentukan tempatnya. Lahan itu milik saudara Nulianto (33), ada surat pernyataan warga yang minta itu dan mereka bertanda tangan, sekaligus diketahui Lurah Taniran Bapak Mahadani S, AP MM, jadi bukan dilahan milik saudara Asid, seperti yang dia klaim,” ungkap Harun. Harun menambahkan, latar belakang kenapa warga Taniran meminta sampah itu, karena mereka bisa memanfaatkan sebagai penambah penghasilan keluarga, sebab sampah-sampah itu masih bernilai ekonomis lumayan. “Jadi kami tidak sembarangan membuang sampah-sampah tersebut. Kalau tidak ada permintaan itu dan ditembuskan ke PT ISS dan PT Adaro Indonesia, tentu saja kami tak berani sembarangan,” tegas Harun. Dengan adanya perintah penghentian dari PT Adaro Indonesia, Harun mengemukakan pihaknya langsung mematuhinya dan tidak ada permasalahan. “Hanya tentu saja yang kasian warga di sana, penghasilan mereka kini sudah tidak ada lagi, karena kami sejak September 2019 lalu sudah tak membuang sampah di sana,” ucap Harun. Harun juga menambahkan, lahan itu sudah bersih dan tidak seperti foto yang termuat di bebasbaru.com tersebut. Sebelumnya, seorang bernama H Asid merasa keberatan lahannya yang terletak di Jl Padat Karya – Jenamas RT 005/RW 003, Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Kalteng tersebut, dia mengklaim kondisi sudah rusak dan tak bisa ditanami apapun lagi, akibat pembuangan sampah eks perusahaan PT Adaro Indonesia tersebut. PT Adaro Indonesia melalui Rizki Dartaman, External Relations Division Head PT Adaro lndonesia mengatakan, PT Adaro Indonesia sudah melarang pembuangan ditempat tersebut, dan sejak bulan September 2019 hingga kini sudah tak ada aktivitas pembuangan sampah lagi.
Sumber: Tim BB

Berita ini sudah dilihat 80 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 42 = 51

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 165
  • Page views today : 190
  • Total visitors : 532,172
  • Total page view: 1,116,026