Connect with us
Update Now

Kriminal

Dianggap Bohong dan Bikin ke Onaran, Perdana Menteri dan Ratu Sunda Empire Di Sel dan Langsung Jadi Tersangka

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 457,309 kali

Kriminal – Berakhir sudah koar-koar para dedengkot Sunda Empire yang sempat ‘ngancam-ngancam’ beberapatokoh di negeri ini, termasuk Presiden Jokowi dan artis Deddy Corbuzer. Polisi menetapkan 3 dedengkot Sunda Empire Nasri Banks sebagai tersangka. Selain itu, polisi menetapkan status tersangka pada ibunda ratu agung atau kaisar Rd Ratna Ningrum. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar memeriksa Nasri dan Ratna Ningrum di Mapolda Jabar pada Selasa (28/1/2020). “Kami menetapkan sebagai tersangka Saudara NB atau Nasri Banks selaku tokoh Sunda Empire atau perdana menteri dalam jabatannya dan Rd Ratna Ningrum sebagai kedudukannya kaisar,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Erlangga menyatakan keduanya dijerat Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Pasal itu berbunyi penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran. “Dari seluruh keterangan, penyidik telah melakukan gelar perkara dari hasil keterangan ahli dari alat bukti penyidik berkesimpulan memenuhi unsur pidana seusai Pasal 14 dan/atau Pasal 15,” katanya.

Rangga yang terihat gagah dengan baju militer dengan bintang 3 nya, kini ikutan bosnya jadi TSK di Polda Jabar (Dok, tribun)

Ridwan Kamil: Sangat Banyak Organisasi yang Berubah Bentuk Jadi Kerajaan Abal-abal

Gubernur Jabar Ridwan Kamil ikut mengomentari penetapan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka penyebaran berita bohong. Menurutnya kasus Sunda Empire menjadi pengingat masyarakat agar selektif dalam berkelompok. Kang Emil sapaannya mengatakan setiap masyarakat punya hak untuk berkelompok. Namun, jangan sampai kelompok tersebut menebar keresahan dan merugikan masyarakat secara luas seperti yang dilakukan Sunda Empire. “Tidak ada halangan berserikat dan kelompok asal tidak mengajak masyarakat dengan narasinya kebohongan publik dan meresahkan. Apalagi penipuan yang sifatnya menarik uang,” kata Kang Emil kepada wartawan di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (28/1/2020). Ia mengaku beberapa kali mengingatkan masyarakat dengan kemunculan Sunda Empire dan kerajaan abal-abal lainnya di Indonesia. Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan kegiatan produktif ketimbang mengikuti kelompok-kelompok serupa. “Jangan sampai ikut2 anggota ini dikasih seragam dan akhirnya waktunya habis meninggalkan keluarga tidak menghasilkan kehidupan produktif, saya khawatir di situ,” ungkap dia. Orang nomor satu di Jabar itu juga mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam berkelompok. “Kepada masyarakat mari kuatkan eksistensi diri dengan keahlian, bergabung organisasi jelas, sejarahnya, tujuannya, dan kegiatannya,” ujar Kang Emil. Kang Emil kembali menegaskan, masyarakat memiliki hak untuk berkumpul dan berserikat. Tapi harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. “Jadi kalau tidak ada tindakan yang melanggar norma boleh-boleh saja berkomunitas karena itu hak yang dilindungi Undang-undang 45. Tapi kalau sudah masuk ke pasal-pasal tentang pelanggaran, siapa yang menabur dia harus menerima konsekuensinya,” ujarnya.
Sumber : detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 94 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis