Connect with us
Update Now

Banjar

Di Saat Korona Masih Tinggi Kasus HIV/AIDS di Banjar Malah Meningkat, IRT Paling Berisiko

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 438,071 kali

Ilustrasi, HIV Aids meningkat di Kabupaten Banjar, Kalsel, di tengah pandemi korona (dok, republika.com)

BệBASbaru.com, BANJAR – Kasus HIV AIDS di Kabupaten Banjar menunjukkan trend peningkatan setiap tahun. Demikian diungkap Kadinkes Kabupaten Banjar dr Diauddin. Dia mengatakan, kasus HIV/AIDS akan terus naik karena jumlah kasus baru akan turun jika pengidap meninggal dunia.

“Setiap tahun pasti akan terus bertambah, karena kasus baru akan turun jika pengidapnya meninggal dunia. Karena selama ini kan HIV/AIDS ini tidak belum ada obatnya untuk menyembuhkan pengidap,” jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (25/12/2020).

Seperti Covid-19, kasus HIV/AIDS terang dr Diauddin juga seperti fenomena gunung es, yang pengidapnya terus ada karena tanpa gejala. Saat ini komunitas yang paling berisiko terpapar HIV/AIDS terang dr Diauddin masih dari kalangan ibu rumah tangga.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Banjar kasus HIV di tahun 2015 yaitu 8 kasus, dan di tahun 2016 terdapat 15 kasus. Tahun 2017 terdapat 36 kasus, tahun 2018 ada 24 kasus, kemudian naik signifikan di tahun 2019 sebanyak 61 kasus.

Sementara untuk kasus pengidap AIDS di Kabupaten Banjar di tahun 2015 terdapat satu kasus dan meninggal satu kasua, dan di tahun 2016 ada tiga kasus dan meninggal 1 kasus, tahun 2017

ada empat kasus dan meninggal empat, tahun 2018 ada dua kasus dan meninggal satu. Sedangkan di tahun 2019 ada 17 kasus meninggal enam kasus.

Sebaran usia pengidap kasus HIV Aids terbanyak terdapat pada rentang usia 25-49 tahun, dan yang

terendah pada usia 15-19 tahun.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banjar Terus Meningkat, Ibu Rumah Tangga Paling Berisiko)

Berita ini sudah dilihat 146 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA