Connect with us
Update Now

Dunia

Di Desak Ubah Konstitusi dan Jangan Dukung Kudeta Raja Thailand Hanya Bilang ‘Cinta Rakyat!’

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 234,910 kali

Raja Thailand akhirnya muncul ke publik dengan salah satu permaisurinya (dok, liputan6)

BêBASbaru.com, DUNIA-BANGKOK – Setelah lama bungkam dan ‘bapatak’ (sembunyi) di sisi lain demontrasi yang dipelopori mahasiswa terus berlangsung, Raja Thailand, Rama X Maha Vajiralongkorn, akhirnya mau menemui para pendukungnya dan menyampaikan pernyataan pertama terkait aksi demonstrasi pro-demokrasi, yang sudah berlangsung selama lebih dari empat bulan.

Dia menyampaikan pernyataan dalam wawancara eksklusif dengan CNN dan stasiun televisi Channel 4 News selama acara kerajaan di Istana Kerajaan di Bangkok pada Minggu (1/11) pekan lalu. Ketika ditanya tentang apa yang akan dia katakan kepada para demonstran, Raja Vajiralongkorn mengatakan “no comment” kepada CNN.

“Kami mencintai mereka semua sama. Kami mencintai mereka semua sama. Kami mencintai mereka semua sama,” lanjut Raja Vajiralongkorn. Dia kemudian ditanya apakah ada ruang untuk berdialog dengan demonstran yang menuntut pembatasan kekuasaannya, dia pun menjawab “Thailand adalah negeri kompromi”.

Dilansir CNN, Selasa (3/11), ini adalah pertama kalinya raja berusia 68 tahun itu berbicara dengan media asing sejak 1979, ketika ia menjadi Putra Mahkota. Dalam kegiatan yang jarang terjadi di istana, pers asing diundang untuk duduk di antara kerumunan pendukung yang menunggu untuk melihat Raja Vajiralongkorn.

Biasanya, hanya tim berita kerajaan yang diizinkan meliput acara kerajaan tahunan semacam ini, terutama di Istana Kerajaan. Ini menjadi sebuah tanda bahwa Raja Vajiralongkorn mungkin ingin meningkatkan citranya secara internasional, karena aksi protes massa menjadi tantangan langsung terhadap pemerintahannya.

Bongkar Misteri di Balik Demo Pemuda Thailand hingga Salam Tiga Jari ala Hunger Games Kompak Dipakai - Pikiran Rakyat Pangandaran

Demo anti monarkhi dan anti PM yang dipelopori ribuan mahasiswa di Thailand punya simbol 3 jari (dok, pikiran rakyat) 

 

Pada Minggu pekan lalu, Raja Vajiralongkorn ambil bagian dalam upacara keagamaan untuk menandai pergantian musim di Istana. Raja mengubah kostum patung Emerald Buddha yang menandai transisi resmi dari musim hujan ke musim dingin.

Dengan pakaian kuning, ribuan pendukung kerajaan berkumpul di istana dan disambut oleh Raja Vajiralongkorn, Ratu Suthida, dan putri Raja, Putri Sirivannavari. Sang Putri mengatakan kepada CNN bahwa Thailand adalah negara yang damai. “Kami mencintai orang-orang Thailand, apa pun yang terjadi,” ujarnya.

Aksi protes di Thailand yang dipimpin oleh mahasiswa telah berlangsung hampir setiap hari di seluruh negeri sejak Juli lalu. Aksi itu mengumpulkan puluhan ribu orang untuk mendesak pembuatan undang-undang dasar baru, pembubaran parlemen, dan pengunduran diri Perdana Menteri Prayut Chan-ocha.

Sedangkan tuntutan utama dari aksi tersebut adalah reformasi kerajaan Thailand, untuk memastikan Raja bertanggung jawab atas konstitusi. Ini adalah tantangan terbesar bagi pemerintahan dan kerajaan Thailand, di mana kaum muda di Negeri Gajah Putih mendobrak tabu yang mengakar di masyarakat untuk tidak mengkritik kerajaan.

Mereka kini lantang berbicara secara terbuka tentang keluarga kerajaan di depan umum. Thailand memiliki beberapa undang-undang nama baik kerajaan (lese majeste) paling ketat di dunia. Mengkritik Raja, Ratu, atau ahli warisnya bisa diganjar hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Raja Thailand Turun Gunung Temui Pendukung dan Tanggapi Demo)

Berita ini sudah dilihat 26,000 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 77
  • Page views today : 84
  • Total visitors : 546,105
  • Total page view: 1,131,329