Connect with us
Update Now

Banjarbaru

Dampak La Nina, Curah Hujan Tinggi BMKG Peringatkan Waspadai Banjir

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 126,650 kali

Ilustrasi, dampak La Nina curah hujan akan tinggi (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, BANJARBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, memperingatkan waspadai anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator.

Hal ini sesuai dengan prediksi yang disampaikan pula dalam bentuk rilis dari BMKG Pusat terkait  yang menunjukkan anomali iklim La-Nina sedang berkembang.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru Goeroeh Tjiptanto mengatakan, Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir.

Dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5 dejarat celsius, yang menjadi ambang batas kategori La Nina. “Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6 derajat celsius pada Agustus dan -0.9 derajat celsius pada September 2020,” urai dia.

Dia menyampaikan, BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang), memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir 2020.

“Diperkirakan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021,” runutnya. Lebih jauh dia memaparkan, catatan historis menunjukkan La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normalnya.

Namun, dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. “Selanjutnya pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, dan Papua,” kata Goeroeh.

Sementara pada Oktober ini, dia mengungkapkan, Kalsel diperkirakan memasuki musim hujan. Peningkatan curah hujan, seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis. Seperti banjir dan tanah longsor.

Goeroeh berharap agar para pemangku kepetingan dapat lebih optimal melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir. Misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih.

“Karena itu BMKG mengimbau terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat,” tuturnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: BMKG Peringatkan Waspada Curah Hujan Tinggi Dampak La Nina)

Berita ini sudah dilihat 114 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 74
  • Page views today : 81
  • Total visitors : 532,081
  • Total page view: 1,115,917