Connect with us
Update Now

Gaya Hidup

Covid-19 Mulai Bermutasi dan Berubah, Ini Gejala COVID-19 Terbaru yang Perlu Kamu Tahu

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 119,262 kali

Ilustrasi coronavirus (dok, ayosemarang.com)

BêBASbaru.com, KESEHATAN – Beberapa waktu lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) Amerika Serikat telah mengumumkan tanda gejala COVID-19 terbaru yang dialami oleh pasien yang terinfeksi virus Corona. Melalui situs resminya, CDC mengungkap indikator lain yang sudah dilaporkan, yaitu: Nyeri otot, Menggigil, Sakit kepala, Sakit tenggorokan, Kehilangan indra penciuman, Kehilangan indra perasa, Hidung tersumbat atau pilek, Mual, Diare. “Daftar ini tidak mencakup semua gejala (virus Corona) yang mungkin terjadi. CDC akan terus memperbarui daftar ini karena kami mempelajari lebih lanjut tentang virus Corona COVID-19,” sebut CDC, dikutip dari New York Post. Selain itu, ada juga gejala COVID-19 yang paling umum dirasakan oleh orang yang terinfeksi Corona, misalnya seperti batuk, sesak napas, dan juga demam. Umumnya gejala ini dialami oleh pasien 2-14 hari setelah terinfeksi virus. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa gejala COVID-19 yang perlu diketahui.

  1. Demam

Salah satu gejala COVID-19 yang paling umum dirasakan pasien Corona adalah demam. Sebab saat terinfeksi, tubuh akan melakukan respons alami berupa demam untuk melawan virus atau bakteri. Jika suhu tubuh mencapai di atas 37,5 derajat Celcius, disarankan untuk segera konsultasi ke rumah sakit.

  1. Sesak napas

Dikutip dari CNN, sesak napas bisa terjadi meski tanpa disertai dengan gejala batuk. Jika kamu merasakan gejala ini, seperti dada terasa sesak atau kesulitan bernapas sebaiknya segera periksakan ke dokter.

  1. Batuk

Selain demam, batuk kering juga menjadi salah satu gejala COVID-19 yang paling umum terjadi.

  1. Diare

Diare jadi salah satu tanda gejala COVID-19 terbaru ini dirasakan oleh beberapa pasien. Bahkan, menurut sebuah studi di China, sekitar setengah dari 200 pasien yang terinfeksi Corona mengalami gejala diare.

  1. Mata merah muda

Beberapa studi menemukan, 1-3 persen pasien positif COVID-19 mengalami konjungtivitis atau yang lebih sering disebut mata merah muda.

  1. Kehilangan indra perasa dan penciuman

Hilangnya kemampuan mencium bau dan mengecap rasa menjadi salah satu gejala terinfeksi Corona yang tidak biasa dan dialami oleh beberapa pasien.

  1. Sakit tenggorokan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan sebanyak 14 persen dari enam ribu kasus COVID-19 di China memiliki gejala berupa sakit tenggorokan dan sakit kepala.

  1. Penyakit saraf

Gejala penyakit saraf yang pernah dilaporkan pasien, di antaranya kejang, kebingungan, pusing, sakit kepala, mengigau, hingga stroke.

  1. Lesi pada kulit

Lesi kulit merupakan jaringan kulit yang tumbuh secara abnormal, baik di permukaan ataupun di bawah jaringan permukaan kulit. Dalam beberapa kasus, gejala COVID-19 pada kulit ini muncul di kaki pasien dan menyerupai cacar air.

  1. Kabut otak

Dikutip dari The Sun, pasien Corona bernama Thea Jourdan mengalami gejala kabut otak atau kelelahan mental. Ia mengalami kabut otak yang diawali dengan merasa lelah dan hanya ingin istirahat di tempat tidur.

  1. Kelelahan

Menurut WHO, salah satu gejala COVID-19 yang paling umum pada pasien adalah kelelahan. WHO melaporkan hampir 40 persen dari 60 ribu pasie Corona mengalami kelelahan yang ekstrem. Rasa lelah ini terus berlanjut sampai tubuh pulih dari virus tersebut.

  1. Gatal-gatal

Para ahli dari Perancis percaya bahwa ruam dan gatal tanpa sebab bisa menjadi salah satu gejala COVID-19 pada kulit. Sebab, gejala ini dialami oleh beberapa pasien. Gejalanya berupa muncul bintik-bintik pada kulit dan terasa gatal.

  1. Kulit seperti ‘tersetrum’

Gejala COVID-19 pada kulit lainnya yang tak biasa pada pasien Corona adalah kulit terasa seperti ‘tersetrum’. Dikutip dari New York Post, Kepala Perawatan Penyakit Menular di ProHealth Care Associates, Dr Daniel Griffin mengatakan kondisi ini bukanlah gejala umum melainkan reaksi antibodi terhadap infeksi virus.

  1. Nyeri otot

Menurut laporan WHO, 15 persen pasien mengalami tanda gejala COVID-19 terbaru ini. Dikutip dari The Sun, nyeri otot disebabkan bahan kimia sitokin yang dilepaskan ke tubuh sebagai respons terhadap infeksi.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 113 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 112
  • Page views today : 116
  • Total visitors : 531,284
  • Total page view: 1,115,019