Connect with us
Update Now

Lensa

Ciri-ciri Kedatangan Malam Lailatul Qadar, Cuaca Malam Cerah dan Siangnya Adem

Diterbitkan

pada

BêBASbaru.com, LENSA – Malam Lailatul Qadar jadi salah satu yang paling ditunggu di Bulan Ramadhan, tak terkecuali Ramadhan 1441 H ini. Berikut juga kami sampaikan mengenai ciri-ciri datangnya Malam Lailatul Qadar menurut Ustaz Abdul Somad. Malam Lailatul Qadar terbilang spesial karena di dalam Al Quran digambarkan sebagai malam yang istimewa dan disebut lebih baik dari 1000 bulan. Di Malam Lailatul Qadar, seluruh dosa-dosa manusia akan diampuni oleh Allah SWT, pula akan mendapat pahala yang berlimpah. Kita sebagai umat manusia tidak tahu kapan tepatnya malam Lailatul Qadar tersebut datang. Meski begitu, ada tanda-tanda fisik alam yang bisa menjadi pertanda datangnya malam Lailatul Qadar. Tanda-tanda Kedatangan Malam Lailatul Qadar :
Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi menyebutkan tanda Lailatul Qadar yang disebutkan oleh nabi dalam sebuah hadist itu, yang jelas kalau malam Lailatul Qadar datang, maka malam itu sangat menenteramkan. Suasana malamnya sangat berbeda, dan sangat membuat kita merasa kedamaian. Kemudian pada siang harinya, setelah malam Lailatul Qadar itu, matahari bersinar di pagi hari secara redup. Tanda-tanda fisik datangnya malam Lailatul Qadar hanya itu saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيْهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ, لاَ بَرْدَ فِيْهَا وَلاَ حَرَّ, وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيْهَا حَتَّى تُصْبِحَ, وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيْحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً, لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ, وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ.

“…Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR. Ahmad)
Ustaz Abdul Somad menyebutkan ciri-ciri malam Lailatul Qadar dan ciri umat yang mampu mendapatkan malam kemuliaan tersebut. Salah satu ciri akan datangnya malam Lailatul Qadar ialah satu hari dengan cahaya redup. “Pagi hari cahaya matahari redup karena cahaya malaikat mengalahkan cahaya matahari,” ujar Ustadz Abdul Somad seperti dikutip Tribunstyle.com dari Youtube Channal Dakwah. Selain itu tanda orang mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar ialah perubahan. “Dulu pelit setelah bulan puasa menjadi dermawan,” “Dulu azan sudah berkumandang dia nyantai saja, tapi saat 5 atau 10 menit setelah azan sudah duduk di masjid.” “Itulah ciri dapat Lailatul Qadar,” ungkap Ustadz Abdul Somad. Kapan jatuhnya malam Lailatul Qodar di Ramadhan 1441 H? Allah SWT tidak mengungkap secara pasti kapan turunnya malam Lailatul Qodar. Setiap umat muslim berharap mendapatkan kemuliaan malam Lailatu Qodar di bulan Ramadhan 1441 H /2020. Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan. Di dalam Al Quran, malam Lailatul Qadar digambarkan lebih baik dari pada seribu bulan. Lailatul Qadar juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Quran. Deskripsi tentang keistimewaan malam Lailatul Qadar dapat dijumpai pada surat ke-97 Al Quran atau Al-Qadar. Menurut Quraish Shihab, kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur’an dapat memiliki tiga arti. Pertama, penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad-Dukhan ayat 3-5: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.” Kedua, tentang kemuliaan. Malam itu malam mulia tiada bandingannya. Malam itu mulia karena dipilih sebagai malam turunnya Al Quran. Penggunaan Qadar merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada Al-An’am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: “Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat.” Ketiga, malam Lailatul Qadar ialah malam yang sempit karena banyaknya malaikat turun ke bumi seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadar. Sedangkan tentang kesempitan malam Lailatul Qadar diterangkan surat Ar-Ra’d ayat 26: “Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya).”
Lailatul Qadar dapat diartikan sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan itu. Keutamaan ini berdasarkan nilai Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ustadz Abdul Somad saat mengisi Tausiyah dalam gelaran Tabliq Akbar di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru.
Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber

Continue Reading
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

41 + = 47

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 162
  • Page views today : 183
  • Total visitors : 505,509
  • Total page view: 1,083,393