Connect with us
Update Now

Dunia

Cina Mulai Panik Nasional, Minta RI Tak Ikut-ikutan Hentikan Ekspor-Impor ke Negaranya, Daftar Maskapai yang Tutup Penerbangan ke China Akibat Wabah Virus Corona

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 424,047 kali

DUNIA – Cina mulai panik, setelah negara-negara di dunia mulai menghentikan sementara ke negaranya termasuk kerjasama ekspor-impor. Menanggapi penyebaran virus corona yang semakin meluas, sejumlah negara menutup akses ke dan dari China. Sejumlah maskapai penerbangan juga memberlakukan penutupan rute sementara dari dan menuju China. Berikut beberapa maskapai besar yang menutup atau menunda maupun mengurangi penerbangan mereka ke China demi membatasi penyebaran virus, dikutip dari CNN, Kamis (6/2).

Maskapai di Amerika Utara
American Airlines: Ditunda hingga 27 Maret.
United Airlines: Ditunda hingga 28 Maret.
Delta: Ditunda hingga 30 April.
Air Canada: Ditunda hingga 29 Februari.

Asia dan Oseania
Air Asia: Beberapa penerbangan ditunda hingga 29 Februari.
All Nippon: Beberapa penerbangan ditunda hingga 29 Maret.
Cathay Pacific dan Cathay Dragon: 90 persen penerbangannya dikurangi.
Japan Airlines: Beberapa penerbangan ditunda hingga 28 Maret.
Korean Air: Beberapa penerbangan ditunda hingga akhir Maret.
Singapore Airlines dan SilkAir: Beberapa penerbangan ditunda hingga 1 Maret.
Qantas: Ditunda hingga 29 Maret.
Air New Zealand: Ditunda hingga 29 Maret.

Eropa dan Timur Tengah
Air France: Ditunda hingga 9 Februari.
British Airways: Ditunda hingga 29 Februari.
Lufthansa, Swiss dan Austrian Airlines: penerbangan Beijing dan Shanghai ditunda hingga 29 Februari; rute lainnya hingga 28 Maret.
Turkish Airlines: Ditunda hingga akhir Februari.
Etihad: Ditunda sejak 5 Februari.
Emirates: Ditunda sejak 5 Februari.
Qatar Airways: Ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Finnair: penerbangan Beijing dan Shanghai ditunda hingga 29 Februari; rute lainnya hingga 29 Maret.
KLM: penerbangan Beijing dan Shanghai ditunda hingga 9 Februari; rute lain ke 29 Februari.
Iberia: Ditunda hingga 29 Februari.
Menanggapi keputusan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia, Duta Besar China untuk RI Xiao Qian, berharap Indonesia juga tak mengambil tindakan yang berlebihan. “Menurut kami, dalam situasi ini kita harus tenang, tidak perlu terlalu overreact (bereaksi berlebihan) dan memberikan dampak negatif terhadap perdagangan, investasi dan pergerakan orang,” kata Xiao. Xiao berulang kali menyampaikan pernyataan dari WHO yang berisikan bahwa pihaknya tidak setuju atas tindakan pembatasan pergerakan negara terhadap China. “Tadi saya lihat ada berita yang berisikan bahwa pemerintah Indonesia akan menghentikan impor makanan dan minuman dari China, untuk mencegah virus corona tidak masuk ke indonesia. Kami memerhatikan tindakan tersebut,” tambah Xiao. Xiao juga menjelaskan, hingga kini belum ada bukti bahwa virus corona dapat ditularkan melalui barang-barang impor. Hal yang sama pun dinyatakan oleh WHO terkait impor dari China. “Kami pikir kalau Indonesia benar-benar akan mengambil tindakan itu, bisa saja mengakibatkan dampak negatif,” tanggapan Xiao terhadap keputusan yang dibuat pemerintah Indonesia. Ia khawatir bahwa keputusan seperti itu dapat merugikan hubungan perdagangan antara kedua negara, serta memberikan dampak negatif yang sama-sama tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Xiao juga menjelaskan bahwa selama ini Indonesia dan China adalah tetangga dan sahabat baik. “Kita berharap pihak Indonesia bisa memandang wabah ini dengan melakukan pencegahan dan penanggulangan secara objektif, rasional dan ilmiah,” kata Xiao.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 100 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup