Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Cegah Kabut Asap dan Kebakaran Lahan, Irigasi Riam Kanan Dibuat Sodetan

Diterbitkan

pada

Polisi pantau sodetan di Irigasi Riam Kanan untuk cegah Karhutla (dok, kanal kalimantan)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selanjutnya, mengaktifkan Posko  dan Pos Lapangannya. Pos Komando berada di belakang Kantor Camat Bati-bati, Kabupaten Tanalaut, Guntung Damar Kota Banjarbaru, Jalan Gubernur Syarkawi Km 17 Kabupaten Banjar, Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Pos Utama atau Posko Induk di halaman Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. Dalam rapat pengaktifan posko digelar di aula Kantor BPBD Provinsi Kalsel yang dipimpin Pelaksana Tugas (PLt) Kepala BPBD Kalsel, Roy Rizali Anwar. Turut hadir, unsur TNI, Polri dan kejaksaan, Kominfo, Manggala Agni, Dishub, Dishut, BMKG dan dan beberapa SKPD terkiat lainnya di Pemprov Kalsel, Selasa (28/7/2020). Roy Rizali Anwar, menyampaikan setiap menghadapi kebakaran hutan dan lahan, posko diperlukan untuk memantau lebih dekat dan ada yang stanby nantinya di lokasi yang rawan kebakaran hutan dan lahan. “Untuk tahap ini kami masih optimalkan untuk pencegahan lebih dulu. Kita sosialisasi ke masyarakat, jangan membakar hutan dan lahan serta berikan tau sanksi dan hukuman bagi yang membakar sengaja, dan bahayanya,” kata dia. Disampaikan Roy bahwa untuk guna menambah fasilitas penguatan dalam penanganan karhutla maka akan didatangkan alat. “Untuk alat, tiap tahun ada. Ada alokasi APBD dan APBN. Termasuk, rencana bantuan heli waterbooming,” imbuh dia. Laporan dari BMKG, terkiat cuaca di akhir Juli ke Agustus 2020 ini akan masuk musim kemarau. “Maka itu kami siagakan sedini mungkin pos-posnya,” sebutnya. Menurut Roy, BPBD sudah memetakan karhutla yang sering terjadi di Kalsel, dan tahun. Termasuk, menargetkan tidak ada kebakaran di areal seputar Bandara Internasional Syamsudin Noor dan meminimkan di semua daerah. Menurut lelaki yang juga Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel ini, dibangun saluran permanen dari Irigasi Riam Kanan menuju ke arah Guntung Damar dekat bandara yang jaraknya sejauh kurang lebih 2 kilometer. “Pintu air itu bisa dibuka tutup. Tahun ini sudah dialokasikan anggaran. Alhamdulillah ini sudah ada pemenang lelang dan mundah-mudahan minggu depan mulai tandatangan kontrak dan dikerjakan,” kata dia. Dijelaskan Roy sapaanya, saat ini saluran air dari sodetan pintu air di irigasi belum dibuka. Sebab,  baru ada pemenang lelang. “Harapan yang ada,  dua sampai empat minggu ke depan harus mulai bisa dialirkan airnya dari irigasi ke Gutung Damar dekat badnara,” kata dia. Saluran 2 kilometer itu dipasang box curlvert dan sebagian masih saluran air biasa, sehingga disalurkan sampai ke area yang rawan terbakar di dekat bandara. Dalam kesempatan itu pula, Dandim 1006/Martapura, Siswo Budiarto, memberikan saran bahwa posko nantinya jangan sampai tenda yang didirikan tidak ada yang jaga. “Selain itu, lebih penting juga, untuk penanganan adalah garis komando agar satu komando dipegang siapa dan sistem kerja. Sehingga jelas, siapa dan berbuat apa,” kata dia. Mengenai bandara, Dandim menyampaikan, harus dikoroyok seperti penanganan Covid-19. Harus bersama dan termasuk tercover daerah penyangga. “Kalau tahun kemarin, fokus di bandara. Sudah tertangani dan ternyata saya amati bandara masih ada asap karena Bandara Internasional Syamsudin Noor ini titik rendah (cekungan). Sementara, asap dari Kabupaten Batola dan Batibati masih ada,  sehingga pagi asapnya menumpuk ke yang lembah di bandara. Nah karena itu, harus bersama, tidak bisa hanya di Guntung Damar Banjarbaru,” sebutnya. Sementara itu, Karo Ops Polda Kalsel Kombes Isdiyono, Polri siap melakukan penindakan kepada pelaku atau korporasi kebakaran hutan dan lahan dengan bukti-bukti jika benar melakukan. Dapat masukan pula dari Kadishub Provinso Kalsel, Rusdiansyah, sebaiknya difokuskan dulu ke sosialisasi pencegahan sebelum kebakaran. “Apa yang disampaikan Pak Siswo (Dandim) ketika ada kebakaran dan kami sepakat. Nah yang ada inikan masih belum kebakaran. Jadi, dimasifkan dulu sosialisasinya. Libatkan aparatur daerah kabupaten dan kota. Jika perlu, di tingkat kelurahan dan kelompok masyarakat,” saranya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Sodetan dari Irigasi Riam Kanan di Kalsel untuk Cegah Karhutla Dekat Bandara)

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 166
  • Page views today : 188
  • Total visitors : 505,513
  • Total page view: 1,083,398