Connect with us
Update Now

Kesehatan

Bukan Karena Penyakit Bawaan, IDI Kalsel Ingatkan Covid-19 Benar-benar Jadi ‘Pembunuh Utama’

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 130,993 kali

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr. Rudiansyah (dok, jejak rekam)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan hingga Kamis (25/6/2020) sore tercatat sebanyak 176 kasus. Jumlah tersebut merupakan angka cukup tinggi secara nasional. Namun sayangnya, menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr. Rudiansyah, SpPD kebanyakan masyarakat masih belum memahami kondisi pandemi Covid-19 ini. Sehingga, mereka masih dianggap kasus ini biasa-biasa saja. “Kalau ada yang menyatakan bahwa Covid-19 tidak menyebabkan kematian yang disebabkan karena komorbid (penyakit penyerta), lantas mengapa orang-orang yang punya komorbid sebelum ada Covid-19 kok tidak meninggal?” kata Rudiansyah saat ditemui di Ulin Tower, Kompleks RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (26/6/2020) siang. Rudiansyah meluruskan, dengan adanya pandemi Covid-19 justru mempercepat orang yang terpapar disertai dengan komorbid dapat “membunuh” dalam kurun waktu tidak sampai satu bulan. “Artinya, yang menyebabkan kematian justru adalah Covid-19 ini. Dengan adanya komorbid tadi, maka terpapar Covid-19 lalu meninggal,” jelas Rudiansyah. Diakuinya, asumsi masyarakat saat ini adalah masih banyak yang berpikiran bahwa komorbid dapat menyebabkan pasien Covid-19 itu meninggal dunia. Karena, komorbid sendiri sudah ada, bahkan jauh sebelum adanya pandemi Covid-19. “Masyarakat saat ini banyak berpikir terbalik. Menganggap karena ada komorbid lalu meninggal, karena komorbid sudah ada sebelum Covid-19,” jelas Rudiansyah. Namun demikian, diakui Rudiansyah hingga kini belum ada data yang pasti terkait kasus kematian Covid-19 disertai dengan komorbid, ataupun tanpa komorbid. “Kalau rata-rata di beberapa negara, itu ternyata hampir fifty-fifty, yang meninggal karena komorbid dan yang tanpa komorbid. Mungkin belum tahu berapa komorbidnya, yang jelas ,” lugasnya. Artinya, dengan adanya komorbid justru meningkatkan potensi kematian akibat Covid-19. Namun ia menggarisbawahi, tanpa adanya komorbid pun, pasien Covid-19 bisa saja meninggal dunia. “Jadi dengan adanya Covid-19 ini justru memperberat kondisi Covid-19 maupun penyakit yang diderita sebelumnya. Ini yang menjadikan kenapa pasien itu jatuh sakit lebih berat,” pungkasnya.

Sumber: Kanalkalimantan.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 83 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 157
  • Page views today : 162
  • Total visitors : 532,582
  • Total page view: 1,116,470