Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Breaking News: Tabalong Di Kepung Banjir

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 405,041 kali

Kondisi air dari anak Sungai Tabalong (sungai Mangkusip), yang terus menaik, foto diambil Sabtu 28/11/2020 Pukul 14.30 Wita di Desa Tanta (dok, bebasbaru.com)

BêBASbaru.com, TABALONG – Perlahan tapi pasti wilayah Tabalong kini mulai di kepung banjir, hujan deras yang terjadi selama 3 hari ini menyebabkan debit sungai Tabalong meluap, dan juga mengakibatkan anak sungai Tabalong ikutan tak mampu menampung ‘limpasnya’ air yang datang secara periodek.

Dari pantauan bebasbaru.com, hari ini Sabtu (28/11/2020) Desa Tanta dan Mangkusip, Kecamatan Tanta, Tabalong kini puluhan bahkan ratusan rumah mulai tenggelam.

Bahkan BPBD Kecamatan Tanta terpaksa menutup sementara akses jalan ke Mangkusip, karena debit air yang terus meninggi, akibat luapan Sungai Mangkusip, yang merupakan anak Sungai Tabalong.

Penampakan air di Sungai Tabalong yang debit airnya terus naik (dok, FB pahri tanjung)

 

Dari video amatir yang beredar, di Desa Padangin, Kecamatan Tanta air sudah memenuhi jalan raya, dan terus menaik sampai berita ini di tulis.

Tak jauh berbeda, di beberapa desa yang ada di Kecamatan Tanjung juga mengalami hal yang serupa, Bahkan di Murung Pudak, khususnya di Kelurahan Sulingan, air terus meninggi.

Hal yang sama juga terjadi di wilayah Selatan, yakni Kecamatan Kelua, Banua Lawas, Pugaan dan Muaa Harus, dilaporkan air terus menaik hingga mulai merendam jalanan dan juga rumah warga.

“Semoga air tidak terus naik seperti pada kejadian pada Tanggal 7 dan Pebruari 2020 lalu, di mana air merendam Tabalong,” ungkap H Masruddin, Pemimpin Umum Redaksi Tabloid BeBASbaru dan juga pengamat sospol Tabalong.

Sebagaimana di ketahui, Tabalong pada awal Tahun 2020 lalu, tepatnya Bulan Pebruari di landa banjir besar yang merendam hampir sebagian besar wilayah Tabalong. Sebelumnya pada Maret Tahun 2013, Tabalong juga mengalami banjir besar, yang sebelumnya jarang terjadi.

“Fenomena banjir di Tabalong makin mengkhawatirkan dan volume nya makin sering terjadi, ini harus dipikirkan Pemkab Tabalong, bisa jadi karena hutan makin rusak, di tambah aktivitas pertambangan yang makin tak terkendali. Mohon izin-izin PETI di tinjau ulang, ingat yang kena dampaknya warga Tabalong, plus warga di Kabupaten tetangga,” urai pria yang akrab di sapa H MRD ini.

Sumber: bebasbaru.com

Berita ini sudah dilihat 2,047 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 32
  • Page views today : 36
  • Total visitors : 553,363
  • Total page view: 1,139,767