Connect with us
Update Now

Daerah

Breaking News: Bak Diterjang Tsunami Saja, Ngerinya Banjir Bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Diterbitkan

pada

Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, hancur lebur diterjang banjir bandang (dok, tribun.co)

BeBASbaru.com, DAERAH – Ngerinya banjir bandang di Masamba seperti habis digulung tsunami. Foto-foto dan videonya beredar! Musibah banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu UtaraSulawesi Selatan, terjadi pada Senin (13/7/2020) malam. Setidaknya, hingga saat ini, Basarnas Makassar mencatat jumlah korban tewas 13 orang dan 46 orang dinyatakan hilang.”46 orang lainnya dinyatakan hilang masih dalam pencarian oleh tim gabungan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari.

Lalu, berdasar data sementara Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sekitar 4.930 keluarga terdampak banjir. Sementara itu, menurut Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, banjir bandang dipicu curah hujan tinggi yang membuat tiga sungai meluap. Tiga sungai itu di antaranya adalah Sungai Rongkong di Sabbang, Sungai Meli di Radda, dan Sungai Masamba di Masamba. Ketiga sungai ini secara bersamaan debitnya naik sehingga meluap ke pemukiman dan membawa material lumpur, pasir dan kayu. Material kayu yang terbawa air yaitu kayu sudah lapuk dan akar-akarnya sehingga bisa dikatakan bukan karena aktivitas penebangan pohon atau alih fungsi lahan tetapi karena curah hujan yang tinggi terjadi sejak beberapa minggu terakhir,” tutur Indah. Material lumpur yang terbajawa banjir pun memutus jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Palopo dan Masamba di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Petugas bersama warga terus berupaya jalur tersebut dapat segera dilalui. Sementara itu, jumlah kerusakan materiil akibat banjir bandang tersebut masih belum dipastikan. Petugas saat in masih berjibaku untuk menyelamatkan warga korban banjir. Sejak kejadian tadi malam tim sudah turun mengevakuasi dan mendata korban hanya saja kami terkendala dengan jaringan komunikasi, sehingga koordinasi antar tim berjalan apa adanya, selain itu rubuhnya tiang listrik menyebabkan terjadinya pemadaman,” ujar Bupati Putri Indriani, Selasa (14/7/2020). Putri berharap pemerintah pusat segera turun tangan membantu penanganan banjir. “Saya berharap ini persoalan bukan lagi bencana nasional, tapi perhatian agar pusat bisa segera melakukan penanganan tanggap darurat,” ujar Indah Putri saat dikonfirmasi dari Makassar, Selasa, dilansir dari Antara. Sementara itu, Pusdalops BNPB menyebutkan, 4.930 keluarga terdampak banjir tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yaitu Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. Bahkan ribuan rumah ikut terendam di kawasan itu.

Trending di media sosial

Pada Rabu (15/7/2020), tagar #prayformasamba menembus trending topic Twitter. Sedikitnya 13.000 cuitan digaungkan dengan mengusung tagar #prayformasamba. Unggahan warganet menyertakan foto-foto dan video saat kejadian hingga pasca banjir bandang di Masamba. Tak hanya di Twitter, tagar #prayformasamba juga ramai di Instagram. Berikut foto-foto dan video banjir bandang di Masamba

Detik-detik banjir

Lumpur tebal di mana-mana

Rumah penduduk porak poranda

Mobil dan motor berserakan

Tumpukan kayu di sungai

Video drone

Bandara lumpuh, penerbangan ditunda 14 hari

Pasca banjir bandang yang menerjang lima kecamatan di Luwu UtaraSulawesi Selatan, pada Senin (13/7/2020) malam berdampak pada aktivitas penerbangan di bandara Andi Djemma Masamba. Banjir merendam area bandara dan merusak pagar bandara, selain itu material lumpur sebagian memenuhi area landasan bandara. Akibatnya, pihak bandara terpaksa harus harus menunda penerbangan. Kepala Bandara Andi Djemma Masamba Muhammad Sabu mengatakan, kejadian banjir bandang pada pukul 20.30 Wita membuat runway dan pagar rusak. “Pagar yang rusak mencapai 500 meter, jadi bandara Andi Djemma yang melayani cargo dihentikan selama 14 hari dan kami berharap musibah ini segera cepat berlalu walau sampai saat ini air masih menggenang,” ucap Muhammad saat dikonfirmasi, Selasa (14/07/2020).

Banjir merendam Bandara Andi Djemma Masamba sejumlah fasilitas rusak, Selasa (14/07/2020).
Banjir merendam Bandara Andi Djemma Masamba sejumlah fasilitas rusak, Selasa (14/07/2020). (KOMPAS.com/MUH. AMRAN AMIR)

Menurut Muhammad, pihaknya belum bisa membersihkan bandara karena air masih tergenang di runway. “Untuk membersihkannya kami lihat kondisi dulu, semoga besok setelah air surut sudah bisa dibersihkan,” ucap  Muhammad. Penundaan penerbangan ini berlangsung selama 14 hari ke depan. Namun, jika kondisi normal lebih cepat pihak bandara akan mempercepat pula penerbangan. Untuk menanganinya dibutuhkan bantuan dari bandara terdekat untuk membantu perbaikan dan pembersihan bandara yakni Bandara I Laga Ligo Bua, Kabupaten Luwu. Atas petunjuk Dirjen Perhubungan Udara, pembersihan bandara akan dibantu oleh Bandara I Laga Ligo Bua. “Kami berusaha untuk memperbaiki fasilitas di bandara Andi Djemma akibat banjir bandang, dan langkah awal kami bawa sembako dan personel membawa peralatan kerja,” ujar Indra Rachman, Kepala Bandara Bua. (*)

Sumber: tribunkaltim.co  dan berbagai sumber (dengan judul: Ngerinya Banjir Bandang di Masamba Seperti Digulung Tsunami, Lihat Foto-foto dan Videonya!)

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 26
  • Page views today : 29
  • Total visitors : 505,365
  • Total page view: 1,083,229