Connect with us
Update Now

Post

Biar Pemimpinnya Muda, Soal Gertak, Korut Tak Pernah Takut Dengan ‘Polisi Dunia’ AS

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 453,423 kali

Kabar Dunia – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmennya untuk melakukan denuklirisasi. Hal itu disampaikan Kim dalam pidato Tahun Baru yang disiarkan Selasa (1/1). Pidato Tahun Baru adalah tradisi tahunan yang telah dilakukan sejak masa kepemimpinan kakeknya, pendiri Korea Utara Kim Il Sung. Pidato tahunan ditujukan terutama pada audiensi domestik. Dalam pidato tahun ini, Kim menegaskan bahwa negaranya memiliki komitmen untuk melakukan denuklirisasi. Pernyataan itu selqaras dengan sikap negara tersebut sejak beberapa bulan lalu yang mengambil langkah dialog untuk membuka hubungan baik dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat dengan tujuan denuklirisasi. Namun, Kim memperingatkan bahwa negaranya juga mungkin mengubah arah jika Amerika Serikat terus menerus menjatuhkan sanksi. “Jika Amerika Serikat tidak menepati janjinya di depan seluruh dunia dan menegaskan sanksi dan tekanan pada republik kita, kita mungkin dibiarkan dengan tidak ada pilihan selain mempertimbangkan cara baru untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan kita,” tegas Kim seperti dimuat BBC. Korea Utara diketahui dijatuhi serangkaian sanksi Dewan Keamanan PBB terkait dengan program senjata nuklir dan balistik yang dilarang. Korea Utara untuk saat ini telah menghentikan uji coba nuklir dan misilnya. Kim mengatakan bahwa Korea Utara telah berjanji untuk tidak membuat, menggunakan atau menyebarkan senjata nuklir dan telah mengambil langkah nyata untuk mengimplementasikan ini. Dia juga mengatakan siap untuk bertemu dengan Trump lagi kapan saja. Analis mengatakan pesan Kim mengirim sinyal yang jelas bahwa Korea Utara bersedia untuk tetap dalam pembicaraan dengan Washington dan Seoul tahun ini. Tetapi dengan persyaratannya sendiri. “Korea Utara tampaknya bertekad pada 2019 untuk menerima semacam bantuan sanksi. Namun, tantangannya, apakah Tim Trump bersedia mundur dari posisi bebas sanksi?” kata analis Harry Kazianis dari Centre for the National Interest yang berbasis di Washington, seperti dimuat Reuters. “Pernyataan Kim sepertinya menunjukkan bahwa kesabarannya dengan Amerika semakin tipis,” tambahnya.
Sumber: RMOL.co

Berita ini sudah dilihat 168 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA